MALANG POST – 72 anggota Paskibraka Kota Batu, sukses kibarkan Sang Merah Putih di Balai Kota Among Tani, pada Upacara HUT ke-81 RI yang dipimpin Wali Kota Nurochman.
Derap langkah sepatu pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) Kota Batu berhasil menggetarkan Balai Kota Among Tani pada momen perayaan HUT ke-81 RI, Senin (17/8/2026). Sebanyak 72 pelajar anggota Paskibraka sukses mempertahankan kekhidmatan momen sakral upacara Kemerdekaan.
Mereka berbaris rapi mengenakan seragam kebesaran putih-putih. Kompak layaknya serdadu, mereka memasuki area Balai Kota Among Tani. Barisan tersebut terbagi menjadi tiga bagian formasi. Bagian tengah diisi oleh siswi pembawa baki berkain emas.
Para anggota Paskibraka Kota Batu itu merupakan pelajar pilihan yang menjalankan tugas suci dengan semangat menjaga kesakralan upacara Hari Kemerdekaan. Upacara dipimpin langsung oleh Wali Kota Batu Nurochman.
“Kota Batu telah sukses dan lancar menggelar Upacara Peringatan HUT ke-81 RI. Saya sangat berterima kasih kepada seluruh panitia, juga adik-adik Paskibraka yang telah menjalankan tugasnya dengan baik,” ujar Nurochman.
Ia mengajak masyarakat untuk tidak berhenti memaknai kemerdekaan sebatas seremoni tahunan semata. Menurutnya, 81 tahun Indonesia merdeka merupakan hasil perjuangan panjang para pendiri bangsa untuk menentukan nasib sendiri dan berdiri sebagai negara berdaulat.

INSPEKTUR: Wali Kota Batu, Nurochman. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Oleh karena itu, kemerdekaan harus diteruskan dengan kerja nyata. Termasuk memastikan pembangunan benar-benar menghadirkan kehidupan yang lebih baik dan kesejahteraan bagi masyarakat.
“Terima kasih kami sampaikan kepada para pejuang dan veteran serta keluarga para pejuang yang telah gugur. Semoga kami bisa menjadi generasi yang dapat meneruskan dan mewarisi cita-cita para pejuang,” tuturnya.
Pada HUT ke-81 RI tahun ini, Nurochman juga mengajak masyarakat Kota Batu menghidupkan tema Kemerdekaan: “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Tema itu menjadi penegasan bahwa kemerdekaan harus menghadirkan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kedaulatan tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan bangsa untuk berdiri sendiri, melainkan juga diwujudkan dengan menghadirkan keadilan, kesempatan yang setara, pembangunan yang merata, serta peningkatan kesejahteraan.
Semangat tersebut menjadi tanggung jawab bersama—baik pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat—untuk memastikan setiap kebijakan dan pembangunan benar-benar memberikan manfaat serta tidak meninggalkan siapa pun.

BERKIBAR: Paskibraka Kota Batu, sukses kibarkan Sang Merah Putih di Balai Kota Among Tani, pada Upacara HUT ke-81 RI. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
“Semangat itu menjadi dorongan bagi kita bahwa kemakmuran bukan hanya tanggung jawab, melainkan tentang bagaimana setiap kebijakan mampu menghadirkan kualitas hidup masyarakat,” kata Cak Nur, sapaan akrab Nurochman.
Oleh karena itu, pembangunan di Kota Batu harus terus berjalan tanpa meninggalkan kelompok masyarakat tertentu. Pemerintah daerah, lanjut dia, akan terus berupaya memastikan setiap program memberikan manfaat nyata.
Momentum HUT RI juga dijadikan ruang evaluasi terhadap berbagai kebijakan yang telah berjalan. Evaluasi tersebut mencakup sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi, pertanian, hingga perdagangan.
“Kami akan terus melakukan upaya perbaikan supaya kebijakan yang diambil bisa berdampak baik kepada masyarakat,” katanya.
Cak Nur juga mengajak masyarakat menjadikan peringatan Kemerdekaan sebagai momentum memperkuat persatuan dan kepedulian. Setiap warga diharapkan dapat berkontribusi sesuai dengan peran masing-masing.

KHIDMAT: Wali Kota Batu, Nurochman saat mempin upacara peringatan HUT ke 81 RI di Balai Kota Among Tani Kota Batu. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
“Mari kita isi kemerdekaan dengan kerja nyata. Mari kita jaga Kota Batu sebagai kota yang aman, nyaman, toleran, produktif, dan semakin maju,” sebutnya.
Menurutnya, pemerintah tidak mungkin bekerja sendirian. Semangat gotong royong antara pemerintah dan masyarakat menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
“Kemerdekaan adalah amanat dari para pahlawan. Tugas kita bukan hanya menjaga apa yang telah diwariskan, melainkan juga memastikan generasi yang akan datang menerima Indonesia dalam keadaan yang lebih baik, lebih sejahtera, dan semakin berdaulat,” tegasnya.
Sementara itu, rangkaian pengibaran bendera berlangsung lancar. Upacara diawali dengan penyerahan Sang Merah Putih kepada pembawa baki, Alea Keisha Putri Pameela dari SMKN 1 Kota Batu.
Tiga anggota Paskibraka dipercaya menjalankan tugas inti pengibaran. Mereka adalah Eldad Klemens Miguel Arbaang dari SMA Immanuel, Talitha Vinzha Chiquita dari SMAN 1 Kota Batu, dan Zaenal Abidin Marasabessy dari SMK Wiyata Husada. Rangkaian upacara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Teks Proklamasi oleh Ketua DPRD Kota Batu H.M. Didik Subiyanto. (*/Ananto Wibowo/Ra Indrata)




