MALANG POST – Mengantuk saat kemudikan Honda City hingga lawan arus di Jalan Raya Ir. Soekarno Junrejo, mahasiswa asal Jakarta seruduk empat pemotor dan akibatkan lima korban luka per 17 Agustus 2026.
Sebuah mobil Honda City menabrak empat sepeda motor di Jalan Raya Ir. Soekarno, Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Senin (17/8/2026). Kecelakaan beruntun tersebut diduga kuat terjadi akibat pengemudi mobil mengantuk saat berkendara. Mobil bernomor polisi L 1626 IN itu dikemudikan oleh Razka Nur Syawal (18), seorang mahasiswa asal Jakarta.
Kasat Lantas Polres Batu AKP Mateus Jaka Iswantara menyampaikan, kecelakaan bermula saat Honda City melaju dari arah barat menuju timur di Jalan Raya Ir. Soekarno. Saat berkendara, pengemudi diduga kehilangan kendali akibat mengantuk.
“Mobil kemudian bergerak ke kanan dan masuk ke jalur berlawanan. Pada saat bersamaan, melaju empat sepeda motor dari arah berlawanan (timur menuju barat),” ungkap Jaka.
Keempat sepeda motor tersebut adalah Honda Beat N 2371 LV yang dikendarai M. Fakhri Husaini dengan pembonceng Moch. Fariski Albaasithu; Honda Vario L 5916 ABE yang dikendarai Benlhy Aditya dengan pembonceng Meylandri Ergy Sutrisno; Honda Karisma L 4437 ZV yang dikendarai Muhammad Rasya Akbar; serta Yamaha Mio AG 4930 ECQ yang dikendarai Kamal Faiz Zaqwani.
“Diduga karena kurang hati-hatinya pengemudi Honda City yang berkendara dalam kondisi mengantuk, sehingga kendaraan kehilangan kendali dan melaju terlalu ke kanan,” ujar Mateus.
Tak terhindarkan, bagian depan Honda City menghantam bagian depan keempat sepeda motor tersebut. Benturan beruntun itu menyebabkan kelima kendaraan mengalami kerusakan parah.

OLAH TKP: Petugas Satlantas Polres Batu saat melakukan Olah TKP dalam peristiwa kecelakaan beruntun sebuah mobil menabrak empat sepeda motor di Jalan Ir Soekarno Kota Batu. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Lima orang dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden tersebut. Mereka adalah Moch. Fariski Albaasithu (18), Benlhy Aditya (20), Meylandri Ergy Sutrisno (20), Muhammad Rasya Akbar (19), dan Kamal Faiz Zaqwani (19). Seluruh korban luka langsung dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis di RS Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu.
Jaka menegaskan faktor kelalaian pengemudi (human error) menjadi penyebab utama kecelakaan. Pengemudi dinilai kurang berhati-hati dan tidak menghentikan kendaraannya saat kondisi fisik lelah atau mengantuk.
Beruntung, musibah lalu lintas tersebut tidak sampai menelan korban jiwa. Namun, akumulasi kerugian materiil akibat kerusakan lima kendaraan diperkirakan mencapai Rp20 juta.
“Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski begitu, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp20 juta,” tuturnya.
Atas kejadian ini, Jaka mengimbau seluruh pengguna jalan untuk tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan ketika tubuh mulai lelah atau mengantuk. Pengemudi maupun pengendara disarankan segera menepi di tempat yang aman untuk beristirahat.
“Apabila mengantuk atau lelah, sebaiknya segera berhenti dan beristirahat. Jangan memaksakan berkendara karena kondisi tubuh sangat berpengaruh terhadap konsentrasi dan keselamatan di jalan,” imbaunya.
Petugas Satlantas Polres Batu langsung melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan penanganan cepat, termasuk mengamankan barang bukti kendaraan serta mendata seluruh korban. Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa kehilangan konsentrasi selama beberapa detik saja dapat berujung fatal, terutama di jalur utama antarwilayah yang padat lalu lintas. (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




