DI MALANG: Puncak peringatan Hari Veteran Nasional (Harvetnas) 2026, digelar di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (12/8/2026) pagi. Hadir Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Prokopim Sekda Kab Malang)
MALANG POST – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menerima penganugerahan Bintang Veteran dari Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) dalam puncak peringatan Hari Veteran Nasional (Harvetnas) 2026 di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (12/8/2026) pagi.
Dahulu kala, bambu runcing dan letusan senapan menjadi saksi bisu perjuangan mempertahankan bumi pertiwi. Kini, setelah puluhan tahun berlalu, panggung perjuangan itu telah bergeser wujud, namun nilainya tak boleh luntur sedikit pun.
Suasana khidmat dan penuh rasa hormat menyelimuti Pendopo Agung Kabupaten Malang di Jalan Merdeka Timur Nomor 3, Rabu (12/8/2026) pagi. Bupati Malang Sanusi, menjadi tuan rumah bagi kedatangan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, beserta ratusan sesepuh pejuang yang tergabung dalam LVRI.
Istimewanya, perhelatan Harvetnas 2026 tingkat Jawa Timur ini diwarnai penyematan penganugerahan Bintang Veteran dari LVRI kepada Khofifah Indar Parawansa. Penghargaan tertinggi ini diserahkan langsung sebagai apresiasi atas kepedulian Pemprov Jatim, terhadap kesejahteraan para veteran.
Acara tersebut turut disaksikan oleh Ketua Dewan Pertimbangan Pusat LVRI Komjen Pol (Purn) Ito Sumardi, jajaran DPD LVRI Jatim, hingga unsur Forkopimda Jawa Timur dan Kabupaten Malang.
Bagi Khofifah, penganugerahan Bintang Veteran ini menjadi kejutan manis. Ia mengaku baru mengetahui rencana tersebut saat menghadiri syukuran HUT LVRI di Gedung Negara Grahadi dua hari sebelumnya.

NGOBROL: Gubernur Jawa Timur, Bupati Malang dan Wali Kota Malang, tampak berbincang santai di sela-sela puncak peringatan Harvetnas di Pendopo Agung Kabupaten Malang. (Foto: Prokopim Sekda Kab Malang)
“Penghargaan ini bukan sekadar bentuk penghormatan, tetapi juga dorongan moral bagi kami untuk terus melanjutkan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara,” tutur Khofifah.
Khofifah menegaskan, bentuk benturan fisik generasi masa lalu tentu berbeda dengan medan laga generasi hari ini. Jika para veteran menyabung nyawa di medan perang melawan penjajah, generasi sekarang berjuang menjaga kedaulatan negara melalui jalur profesi dan karya nyata.
“Kalau dulu dilakukan secara fisik dan bersenjata, maka sekarang kita berjuang menjaga kemerdekaan Indonesia sesuai dengan bidang, tugas, dan profesi masing-masing,” terangnya.
Pandangan tersebut seirama dengan pesan Ketua DPD LVRI Jawa Timur, Brigjen TNI (Purn) Ismadi. Menurutnya, warisan terpenting dari para pejuang bukan hanya cerita sejarah, melainkan api semangat untuk menjaga keutuhan NKRI dari ancaman zaman modern.
Ismadi mewanti-wanti bahwa ‘penjajah’ masa kini tidak lagi berwujud tentara asing berlaras panjang, melainkan penyakit kronis bangsa yang menggerogoti dari dalam.
“Kita berharap generasi selanjutnya mampu memerangi penyakit-penyakit kronis bangsa seperti narkoba, korupsi, kolusi, nepotisme (KKN), serta ancaman radikalisme,” tegas Ismadi.
Melalui Harvetnas 2026 di Bumi Arema ini, seluruh elemen bangsa diajak merapatkan barisan. Aparatur negara dituntut menjaga integritas, dunia pendidikan diminta memperkuat karakter, dan masyarakat diajak merawat persatuan agar kemerdekaan yang ditebus dengan darah para veteran tetap tegak berdiri. (Ra Indrata)




