MMD Universitas Brawijaya, PAKAR TOGA UB, Desa Trepan Lamongan, Urban Farming Vertikultur, Budidaya Tanaman Obat, SDGs Universitas Brawijaya, Pengabdian Masyarakat UB,
MALANG POST – Mahasiswa MMD UB Kelompok 56 menggelar Program PAKAR TOGA di Desa Trepan, Lamongan, guna mengedukasi warga dan ibu-ibu PKK memanfaatkan pekarangan sempit menjadi lahan produktif berbasis urban farming dan vertikultur.
Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang tergabung dalam program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Kelompok 56 melaksanakan program kerja PAKAR TOGA (Pemanfaatan Area Pekarangan melalui Budidaya Tanaman Obat Keluarga Berbasis Urban Farming dan Vertikultur) di Balai Desa Trepan, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, pada akhir bulan lalu.
Ketua Tim MMD UB Kelompok 56, Faalih, menjelaskan bahwa program ini diselenggarakan untuk memotivasi warga, khususnya kelompok PKK, agar dapat mengoptimalkan lahan terbatas di pekarangan rumah.
“Melalui Program PAKAR TOGA, kami ingin mengajak masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai ruang yang produktif. Dengan penerapan konsep urban farming dan metode vertikultur, pekarangan yang sempit pun dapat menjadi ruang hijau yang produktif serta menghasilkan tanaman obat yang bermanfaat bagi kesehatan keluarga,” ujar Faalih.
Program PAKAR TOGA diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan lahan pekarangan melalui budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Selain memperkenalkan konsep urban farming sebagai solusi pemanfaatan lahan terbatas, kegiatan ini juga memberikan edukasi mengenai teknik budidaya sederhana menggunakan metode vertikultur yang mudah diterapkan di lingkungan rumah.
Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh materi mengenai konsep urban farming agar pekarangan rumah menjadi lebih produktif. Tim mahasiswa menjelaskan bahwa urban farming tidak hanya berperan dalam mendukung ketahanan pangan rumah tangga, melainkan juga mampu menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan asri.
Peserta juga diperkenalkan dengan berbagai jenis TOGA, di antaranya serai, jahe, dan kunyit. Ketiga tanaman tersebut dipilih karena mudah dibudidayakan di pekarangan rumah serta memiliki berbagai manfaat, seperti membantu meningkatkan daya tahan tubuh, meredakan masuk angin, menghangatkan tubuh, hingga dimanfaatkan sebagai bumbu dapur dan minuman herbal sehari-hari.

Mahasiswa MMD UB turut memberikan materi mengenai prinsip dasar budidaya vertikultur sebagai teknik menanam yang memanfaatkan ruang secara vertikal. Metode ini dinilai sederhana, hemat tempat, serta menjadi alternatif tepat bagi masyarakat yang ingin menanam berbagai jenis TOGA tanpa memerlukan lahan luas.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik langsung budidaya tanaman TOGA menggunakan metode vertikultur. Pada sesi ini, tim mahasiswa memperagakan setiap tahapan budidaya, kemudian peserta diajak mempraktikkannya secara langsung dengan pendampingan tim MMD.
Tahapan praktik meliputi persiapan media tanam, pemilihan bibit yang sesuai, teknik pembibitan mandiri, penanaman, hingga pemeliharaan tanaman agar tumbuh optimal. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoretis, melainkan juga pengalaman praktis yang dapat diterapkan di pekarangan rumah masing-masing.
Selama sesi praktik, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengikuti setiap tahapan budidaya serta mengajukan pertanyaan mengenai pemilihan media tanam, teknik pembibitan, perawatan, hingga penanganan kendala saat membudidayakan TOGA.
Interaksi aktif tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat Desa Trepan untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai ruang produktif penunjang kesehatan keluarga. Faalih menegaskan bahwa keberhasilan program ini diukur dari meningkatnya keterampilan dan kesadaran masyarakat pasca-kegiatan.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada saat sosialisasi dan praktik saja, tetapi ibu-ibu PKK dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dengan membudidayakan TOGA secara berkelanjutan di rumah masing-masing,” pungkas Faalih.
Melalui Program PAKAR TOGA, Mahasiswa MMD UB Kelompok 56 berharap masyarakat Desa Trepan mampu mengoptimalkan pemanfaatan lahan secara mandiri. Program ini juga diharapkan dapat berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 2 (Tanpa Kelaparan), SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDGs 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDGs 15 (Menjaga Ekosistem Daratan). (*/M. Abd. Rachman Rozzi/Januar Triwahyudi)




