Ilustrasi angin besar di kabupaten malang Sabtu 12 September 2026. (Foto: M. Abd. Rachman Rozzi/Malang Post)
MALANG POST – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda mengeluarkan peringatan kewaspadaan peningkatan kecepatan angin di wilayah Malang Raya dan Jawa Timur, Minggu (13/9/2026), akibat pengaruh perbedaan tekanan udara dari Australia pada puncak musim kemarau hingga 15 September 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo mengeluarkan peringatan kewaspadaan terkait peningkatan kecepatan angin di sejumlah wilayah Jawa Timur pada 12–15 September 2026.
Peningkatan kecepatan angin tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama karena kondisi angin maksimum terpantau mencapai sekitar 14–18 kilometer per jam, lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata angin umum yang berada di kisaran 10–20 kilometer per jam.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo sekaligus Koordinator Wilayah BMKG Jawa Timur, Taufiq Hermawan, S.T., M.T., dalam rilis resmi yang diterima Malang Post, Minggu (13/9/2026) malam, menyampaikan bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang yang dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Peningkatan kecepatan angin ini perlu diwaspadai karena dapat berdampak pada aktivitas masyarakat. Kami mengimbau warga untuk memperhatikan kondisi lingkungan dan menghindari tempat-tempat yang berpotensi membahayakan,” ujar Taufiq.
Wilayah yang berpotensi mengalami peningkatan kecepatan angin antara lain Kabupaten Banyuwangi, Kota Batu, Kabupaten Bondowoso, Jember, Kediri, Magetan, Pasuruan, Mojokerto, Blitar, Bojonegoro, Jombang, Malang, Lumajang, Lamongan, Nganjuk, Ngawi, Ponorogo, Probolinggo, Sampang, Situbondo, Tuban, Tulungagung, Bangkalan, Gresik, Surabaya, Pamekasan, Sumenep, Trenggalek, serta Pacitan.
Menurut Taufiq, kondisi tersebut berkaitan dengan sebagian besar wilayah Jawa Timur yang saat ini masih berada pada puncak musim kemarau. Perbedaan tekanan udara di wilayah Australia dengan wilayah di sekitar ekuator turut mendorong penguatan aliran angin dari Australia menuju wilayah Pulau Jawa, khususnya Jawa Timur.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama pada siang hingga sore hari. Saat terjadi angin kencang, warga diminta menghindari lokasi berlindung di bawah pohon, papan reklame (baliho), tiang listrik, maupun bangunan yang berpotensi roboh.
Pengendara juga diingatkan untuk berhati-hati, terutama ketika melintas di jalan yang memiliki pepohonan rimbun atau kawasan terbuka. Masyarakat diminta mengamankan benda-benda yang mudah diterbangkan angin, sedangkan pekerja proyek luar ruangan (outdoor) disarankan menghentikan sementara pekerjaan di tempat tinggi ketika angin kencang terjadi.
“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan segera mengambil langkah antisipasi apabila kondisi angin mulai menguat,” kata Taufiq.
BMKG Juanda juga mengingatkan para nelayan dan pengguna perahu kecil agar berhati-hati karena peningkatan kecepatan angin dapat memicu gelombang laut tinggi yang membahayakan aktivitas di perairan.
Masyarakat dapat memantau perkembangan kondisi cuaca melalui kanal informasi resmi BMKG, termasuk radar cuaca dan saluran peringatan dini cuaca. (M. Abd. Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




