MALANG POST – Partai Persatuan Pembangunan (PPP), mulai memanaskan mesin politiknya untuk menyongsong Pemilu 2029. Langkah konsolidasi ini ditandai dengan pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pimpinan dan Anggota Fraksi PPP DPRD Provinsi serta Kabupaten/Kota se-Jawa Timur yang dipusatkan di Kota Batu.
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mulai memanaskan mesin politiknya untuk menyongsong Pemilu 2029. Langkah konsolidasi ini ditandai dengan pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pimpinan dan Anggota Fraksi PPP DPRD Provinsi serta Kabupaten/Kota se-Jawa Timur yang digelar di Kota Batu.
Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Plt. Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono, bersama jajaran pengurus DPW PPP Jawa Timur serta ratusan anggota fraksi legislatif dari berbagai daerah di Jawa Timur. Selain memperkuat kapasitas anggota legislatif, forum ini menjadi momentum konsolidasi organisasi pascamusyawarah di pelbagai tingkatan.
Infromasi resmi mengenai tahapan dan regulasi Pemilu dapat dipantau melalui portal resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Dalam pengarahannya, Mardiono menegaskan bahwa PPP memasang target besar pada Pemilu 2029. Ia optimistis partainya mampu kembali merebut kursi DPR RI di Senayan.
Menurutnya, dinamika hasil Pemilu 2024 menjadi bahan evaluasi mendalam bagi seluruh jajaran partai. “Secara nasional, akumulasi suara partai masih sangat signifikan. Yang terpenting sekarang adalah menyiapkan seluruh elemen untuk bangkit,” tegas Mardiono.
Konsolidasi Struktur Hingga Tingkat Ranting
Sebagai langkah riil, PPP mempercepat konsolidasi struktur partai. Setelah menuntaskan musyawarah wilayah (muswil) dan musyawarah cabang (muscab), pembentukan kepengurusan kini digenjot hingga tingkat kecamatan, ranting, dan kelurahan.

Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
“Kader PPP harus percaya diri. Kita bukan partai baru. Sudah 11 kali mengikuti pemilu, jatuh bangun adalah hal biasa. Modal terbesar kita ada di akar rumput, di mana jaringan dan loyalitas kader masih sangat terjaga,” imbuhnya.
Di samping membahas strategi elektoral, Mardiono mengingatkan para anggota legislatif agar mengoptimalkan tiga fungsi utama DPRD: pembentukan peraturan daerah, penganggaran, dan pengawasan yang berpihak pada kepentingan publik.
“Fraksi PPP harus memahami arah kebijakan pemerintah. Fungsi kontrol tetap harus berjalan kritis namun konstruktif. Politik yang kita jalankan bukan semata-mata politik elektoral, melainkan politik kebangsaan dan keumatan,” katanya.
Jatim Diproyeksikan Jadi Lumbung Suara Utama
Saat ini, PPP memiliki sekitar 980 anggota DPRD yang tersebar di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota se-Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 103 legislator berasal dari daerah pemilihan di Jawa Timur.
Ketua DPW PPP Jatim, Arif Winarko, menyatakan kesiapannya menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu lumbung suara utama PPP pada kontestasi mendatang.
Ia menyebutkan bahwa seluruh 38 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP di Jawa Timur telah menuntaskan muscab dan siap menjalankan kerja-kerja politik kerakyatan.
“Kekuatan 103 anggota Fraksi PPP DPRD di Jatim adalah modal besar. Mari kita jaga soliditas internal, jangan saling merendahkan, dan buktikan bahwa kader PPP adalah kader yang amanah dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat,” pungkas Arif. (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




