MALANG POST – Kapolres Malang AKBP Rulian Syauri menghadiri open house dan pembukaan MPLS Sekolah Rakyat bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa serta Bupati Malang HM Sanusi di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur pada Jumat (31/7/2026), sekaligus menegaskan komitmen kepolisian dalam menjaga lingkungan belajar yang aman dan bebas dari perundungan.
Angin segar pemerataan pendidikan kembali berembus dari pelosok Malang Selatan. Anak-anak dari keluarga kurang mampu kini tak perlu berkecil hati untuk meraih cita-cita setinggi langit.
Harapan baru itu membuncah dalam acara open house Sekolah Rakyat yang dirangkaikan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Jumat (31/7/2026).
Momen bersejarah tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Malang HM Sanusi, serta Kapolres Malang AKBP Rulian Syauri. Ratusan wali murid dan siswa tampak memadati area sekolah dengan raut wajah penuh haru dan optimisme.
Sebanyak 317 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA resmi memulai langkah pertamanya di Sekolah Rakyat. Mereka bakal didampingi dan digembleng oleh puluhan tenaga pendidik profesional yang siap mendedikasikan ilmu serta pembinaan karakter.
Sebelum prosesi pembukaan dimulakan, Kapolres Malang AKBP Rulian Syauri bersama Bupati Sanusi menyisir dan meninjau langsung kelayakan berbagai fasilitas belajar di Sekolah Rakyat Srigonco.

TAMU VIP: Kapolres Malang, AKBP Rulian Syauri, saat menyambut kedatangan Gubernur Jawa Timur dan Bupati Malang dalam open house dan pembukaan MPLS Sekolah Rakyat di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur pada Jumat (31/7/2026). (Foto: Humas Resma)
Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat ini juga terhubung secara serentak se-Indonesia melalui siaran zoom meeting bersama Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul).
Ditemui usai kegiatan, Kapolres Malang AKBP Rulian Syauri menyatakan dukungan penuh jajaran kepolisian terhadap keberadaan Sekolah Rakyat di Kabupaten Malang. Menurutnya, program ini adalah langkah nyata memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.
“Kami sangat mendukung hadirnya Sekolah Rakyat di Bantur ini. Ini kesempatan emas bagi anak-anak kita dari keluarga kurang mampu untuk mengecap pendidikan berkualitas. Selain ilmu pengetahuan, di sini karakter mereka dibentuk menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh,” tegas Rulian, Jumat (31/7/2026).
Rulian menekankan, keberhasilan proses belajar-mengajar sangat bergantung pada kondusifitas lingkungan sekolah. Anak-anak harus bisa belajar dengan perasaan tenang tanpa dibayangi rasa takut.
“Harapan kita, seluruh siswa bisa memanfaatkan semua fasilitas belajar ini dengan maksimal. Dan yang paling krusial, mari kita jaga bersama lingkungan sekolah agar tetap aman, nyaman, serta bersih dari tindakan perundungan (bullying),” jelas perwira dengan dua melati di pundak tersebut.
Polres Malang, lanjut Rulian, berkomitmen penuh menjalin sinergi erat dengan Pemkab Malang, jajaran pendidik, hingga tokoh masyarakat setempat untuk mengawal keamanan di sekitar lingkungan Sekolah Rakyat.
“Keamanan ekosistem pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama. Polres Malang siap bersinergi kapan saja agar anak-anak kita bisa belajar dengan tenang, tumbuh dengan sehat, dan punya kepastian masa depan untuk meraih cita-citanya,” pungkas Rulian diplomatis. (HmsResma/Ra Indrata)




