BARENG: Delegasi FEBI UIN Sunan Kudus pose bareng bersama Wakil Dekan FE Bidang AUPK UIN Malang dan rombongan. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, menerima kunjungan benchmarking dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Kudus di Meeting Room Gedung FE UIN Malang pada Senin (20/7/2026). Kunjungan yang memboyong 26 delegasi tersebut, bertujuan untuk mempelajari berbagai praktik terbaik (best practices) pengelolaan fakultas, inovasi layanan akademik terintegrasi ACCESS, serta strategi program percepatan kelulusan mahasiswa.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Kudus melakukan kunjungan benchmarking ke Fakultas Ekonomi (FE) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Senin (20/7/2026). Bertempat di Meeting Room Fakultas Ekonomi, kegiatan berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan diwarnai diskusi konstruktif mengenai penguatan tata kelola kelembagaan.
Rombongan FEBI UIN Sunan Kudus yang berjumlah 26 delegasi dipimpin langsung oleh Dekan FEBI, Dr. Ekawati Rahayu Ningsih, S.H., M.M. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari berbagai praktik terbaik (best practices) yang telah diterapkan FE UIN Malang, khususnya dalam efisiensi pengelolaan fakultas serta peningkatan mutu akademik secara berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Dr. Ekawati Rahayu Ningsih menyampaikan bahwa FEBI UIN Sunan Kudus saat ini sedang berproses menyesuaikan tata kelola organisasi pascatransformasi institusi dari IAIN menjadi UIN. Perubahan status kelembagaan tersebut membawa konsekuensi langsung terhadap struktur organisasi dan tata kerja (SOTK), termasuk bertambahnya jumlah posisi Wakil Dekan dari dua menjadi tiga orang.
Oleh karena itu, pihaknya ingin memperoleh masukan dan pengalaman konkret dari FE UIN Malang yang dinilai telah memiliki sistem tata kelola organisasi yang matang dan teruji.

Suasana diskusi saat kunjungan FEBI UIN Sunan Kudus ke FE UIN Maliki Malang, Senin (20/7/2026). (Foto: Istimewa)
“Kami berharap melalui kunjungan ini, FEBI UIN Sunan Kudus dapat terus berkembang, meningkatkan kualitas layanan akademik, serta memperkuat tata kelola kelembagaan agar semakin maju dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh sivitas akademika,” ungkap Ekawati.
Sementara itu, perwakilan dari FE UIN Maulana Malik Ibrahim Malang diterima langsung oleh Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK), Dr. Maretha Ika Prajnawati. Dalam pemaparannya, Maretha menjelaskan bahwa keberhasilan tata kelola di lingkungan FE UIN Malang tidak hanya ditopang oleh jajaran pimpinan fakultas semata. Lebih dari itu, keberhasilan tersebut didukung oleh sinergi unit penunjang, seperti laboratorium terpadu yang memiliki peran strategis dalam menopang pelaksanaan tugas para wakil dekan.
Selain penataan manajemen internal, Dr. Maretha turut memperkenalkan sejumlah inovasi unggulan yang telah berjalan di FE UIN Malang. Salah satunya adalah Program Afirmasi, sebuah terobosan yang dirancang untuk merangsang mahasiswa menyelesaikan masa studi lebih cepat dalam kurun waktu 3,5 tahun tanpa mengurangi bobot Kualifikasi Mutu Pembelajaran.
Inovasi digital lainnya yang turut dipaparkan adalah sistem ACCESS. Layanan akademik terintegrasi ini dikembangkan khusus oleh FE UIN Malang untuk mempermudah para dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dalam mengakses berbagai kebutuhan administrasi maupun layanan akademik harian secara lebih transparan, efektif, dan efisien.
Sesi diskusi berlangsung interaktif melalui dialog dua arah mengenai pengelolaan manajemen organisasi, dinamika layanan akademik, sistem digitalisasi administrasi, hingga strategi peningkatan penjaminan mutu fakultas. Kedua belah pihak saling berbagi pengalaman yang diharapkan dapat menjadi pemantik inspirasi dalam pengembangan kelembagaan masing-masing.
Melalui kegiatan benchmarking ini, terjalin komitmen kerja sama yang semakin erat antara FE UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan FEBI UIN Sunan Kudus. Langkah ini menjadi sarana pertukaran gagasan strategis dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global. (*/Eka Nurcahyo)




