Kepala OJK Malang, Farid Faletehan. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) di bawah wilayah kerja Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, tetap menunjukkan performa tangguh dan terjaga dengan baik di tengah ketidakpastian geopolitik global dan tekanan inflasi. Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, pada Jumat (17/7/2026) memaparkan, tren positif ini ditopang oleh pertumbuhan aset perbankan yang menembus Rp188,65 triliun per akhir Mei 2026, lonjakan signifikan investor pasar modal, serta langkah agresif pemblokiran sekitar 36.191 rekening yang terindikasi aktivitas perjudian daring (judi online).
Stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) di wilayah kerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang tetap terjaga solid di tengah ketidakpastian geopolitik global dan tekanan inflasi. Kondisi positif ini terpotret secara jelas dari performa pertumbuhan intermediasi perbankan, Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), serta aktivitas di sektor pasar modal.
Menurut Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, kinerja intermediasi perbankan secara umum menunjukkan tren stabil dengan profil risiko yang terkendali dengan baik. Pada posisi Mei 2026, penyaluran kredit tumbuh sebesar 3,41% year-on-year (yoy) menjadi Rp110,79 triliun.
“Aset perbankan di wilayah kerja kami juga tumbuh tumbuh 7,45% yoy, yaitu mencapai angka Rp188,65 triliun per 31 Mei 2026,” jelas Farid dalam keterangan resminya, Jumat (17/7/2026).
Kredit investasi menjadi main driver atau motor penggerak utama pertumbuhan kredit di wilayah kerja OJK Malang. Secara tahunan, kredit konsumsi, kredit investasi, dan kredit modal kerja masing-masing mencatatkan pertumbuhan sebesar 0,47%, 6,24%, dan 4,84%.
“Di sisi lain, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada posisi Mei 2026 tercatat meningkat hingga 4,24% yoy menjadi Rp105,45 triliun,” ungkap Farid.
Ia menambahkan, kualitas kredit perbankan konvensional maupun syariah masih sangat terjaga dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) gross sebesar 3,12%. Porsi terbesar penyaluran kredit bank belum bergeser dari periode sebelumnya, yakni mayoritas disalurkan kepada sektor Rumah Tangga (porsi: 29,55%), sektor Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor (porsi: 18,82%), serta sektor Industri Pengolahan (porsi: 18,37%).
Terkait dengan langkah tegas pemberantasan aktivitas perjudian daring (judi online) yang berdampak sistemik pada perekonomian masyarakat, Farid menjelaskan bahwa OJK telah menginstruksikan industri perbankan untuk melakukan Enhanced Due Diligence (EDD) dan pemblokiran massal.
Tercatat ada sekitar 36.191 rekening (meningkat dari data sebelumnya yang sebanyak 33.836 rekening) yang diblokir karena terindikasi kuat melakukan aktivitas judi daring berdasarkan basis data terintegrasi dari Kementerian Komunikasi dan Digital. OJK juga memperluas aturan dengan meminta bank segera menutup rekening yang memiliki kesamaan Nomor Identitas Kependudukan (NIK) dengan para pelaku yang terindikasi judi daring tersebut.
Sementara itu, kinerja sektor asuransi komersial berupa akumulasi pendapatan premi pada periode April 2026 menembus angka Rp611 miliar atau tumbuh eksponensial 46,30% yoy. Raihan ini terdiri atas premi asuransi jiwa yang tumbuh 12,70% yoy menjadi Rp426 miliar dan premi asuransi umum yang melonjak tajam 362,79% yoy menjadi Rp186 miar.
Di sektor pembiayaan, piutang Perusahaan Pembiayaan (PP) pada posisi April 2026 mengalami sedikit kontraksi sebesar 2,95% yoy menjadi Rp7.065 miliar. Kendati demikian, profil risiko industri finansial ini tetap terjaga aman dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) gross tercatat sebesar 5,18%. Adapun untuk sektor pembiayaan modal ventura, pada April 2026 tumbuh sebesar 2,22% yoy dengan nilai total pembiayaan mencapai Rp454 miliar.
Untuk sektor perkembangan pasar modal, jumlah investor domestik di wilayah kerja Kantor OJK Malang terus menunjukkan kurva peningkatan yang menggembirakan. Total Single Investor Identification (SID) hingga 31 Mei 2026 telah berjumlah 536.083 SID atau melejit 72,04% yoy.
Peningkatan tertinggi berdasarkan instrumen investasi ditunjukkan oleh SID S-INVEST (platform elektronik penunjang aktivitas penyelesaian transaksi reksa dana) yang mencapai 510.288 SID per 31 Mei 2026, atau tumbuh subur 73,42% yoy.
“Nilai transaksi saham harian menunjukkan peningkatan signifikan dan diiringi dengan pertumbuhan rata-rata frekuensi serta volume perdagangan saham di bursa,” pungkas Farid. Nilai transaksi saham secara regional dilaporkan meningkat sebesar 137,38% yoy, sementara frekuensi transaksi dan volume perdagangan saham masing-masing terkerek naik sebesar 240,14% yoy dan 285,74% yoy. (Eka Nurcahyo)




