MALANG POST – Arema FC resmi mengumumkan bergabungnya penyerang sayap serbabisa asal Brasil, Marcos Vinicius Silvestre Gaspar (28), untuk memperkuat lini serang skuad Singo Edan, dalam menghadapi kompetisi Super League 2026/2027 pada Jumat (17/7/2026).
Arema FC rupanya belum puas berburu. Setelah lini tengah dibenahi, kini giliran sektor sayap yang disuntik tenaga baru. Lagi-lagi, aromanya sangat Brasil.
Nama barunya: Marcos Vinicius Silvestre Gaspar.
Pemain kelahiran Rio de Janeiro itu, resmi diikat untuk mengarungi Super League 2026/2027. Umurnya 28 tahun. Usia emas bagi seorang pesepak bola untuk meledak di lapangan. Dia diplot menjadi mesin baru di sektor serangan Singo Edan.
Kelebihan utama Marcos Vinicius adalah kelincahannya. Dia punya kecepatan, gocekan maut, dan hobi menusuk tajam dari sisi lapangan. Karakter seperti inilah yang dicari pelatih Marcos Santos agar serangan Arema tidak monoton dan mudah ditebak lawan.
General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi menyebut, perburuan ini murni untuk memenuhi kebutuhan taktis pelatih.
“Kami menyambut Marcos Vinicius sebagai keluarga baru. Dia penyerang cepat dan bisa bermain di beberapa posisi sekaligus. Kehadirannya jelas akan mendongkrak kualitas serangan kami musim ini,” kata pria yang akrab disapa Inal itu.
Inal menegaskan, manajemen tidak asal comot pemain. Proses evaluasinya panjang dan matang. Yang dicari bukan cuma urusan teknik olah bola, tapi juga mentalitas. Marcos Vinicius dinilai punya karakter yang pas dengan filosofi permainan yang diusung tim pelatih saat ini.
Tugas pertamanya sekarang adalah beradaptasi. Dia harus cepat menyatu dengan hawa Malang.
“Kami optimistis dia bisa cepat beradaptasi. Energi dari Aremania di tribun akan menjadi modal motivasi besar buat dia di lapangan,” tambah Inal.
Melihat rekam jejaknya, Marcos Vinicius tumbuh dari kompetisi lokal Brasil sebelum matang bersama Volta Redonda FC. Nilai plusnya ada pada fleksibilitas. Dia fasih bergerak sebagai winger kiri. Tapi kalau strategi mandek, dia bisa digeser menjadi second striker atau gelandang sayap. Keunggulan ini memberi banyak opsi bagi tim pelatih untuk mengacak-acak pertahanan lawan.
Masuknya pemain ini membuat slot legiun asing Arema FC makin lengkap. Skuad baru sudah dibangun, amunisi asal Rio de Janeiro sudah siap. Sekarang tinggal pembuktian di lapangan: seberapa tajam tusukan sang penyerang sayap baru ini. (Ra Indrata)




