MALANG POST – Antusiasme mahasiswa asal Kota Batu untuk mengakses pendidikan tinggi melalui Program Beasiswa Seribu Sarjana, mengalami lonjakan signifikan pada tahun akademik 2026. Wali Kota Batu, Nurochman, mengonfirmasi pada Jumat (17/7/2026), sedikitnya 700 pendaftar telah masuk dalam basis data program unggulan Pemkot Batu tersebut. Untuk tahun ini, kuota penerima manfaat ditargetkan naik menjadi sekitar 400 mahasiswa—meningkat tajam dari tahun 2025 yang hanya 273 orang—melalui proses verifikasi ketat lintas perguruan tinggi guna mencegah tumpang tindih anggaran.
Antusiasme masyarakat Kota Batu untuk mengakses pendidikan tinggi melalui Program Beasiswa Seribu Sarjana terus meningkat pesat. Tahun ini, sedikitnya 700 mahasiswa tercatat telah mendaftar dalam program unggulan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu tersebut.
Namun, seluruh pendaftar masih harus melewati tahapan verifikasi dan validasi yang ketat sebelum resmi ditetapkan sebagai penerima bantuan pendidikan. Dari jumlah total tersebut, nantinya akan diseleksi sekitar 400 penerima beasiswa untuk tahun anggaran 2026.
Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa proses seleksi saat ini masih berjalan dan dilakukan secara cermat untuk memastikan bantuan finansial tersebut benar-benar tepat sasaran.
“Semua masih berproses. Kami ingin memastikan bantuan ini tepat sasaran sebagai investasi riil untuk masa depan anak-anak Kota Batu,” ujar pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut, Jumat (17/7/2026).
Ia meminta masyarakat untuk tidak terburu-buru berprasangka negatif terhadap proses seleksi yang sedang berlangsung. Menurutnya, seluruh tahapan dilakukan secara terbuka dan mengedepankan prinsip transparansi publik.
“Saya sampaikan supaya masyarakat tidak underestimate. Jangan sampai muncul anggapan tidak transparan di luar sana. Semua proses pengajuan dan seleksi dilakukan secara terbuka,” tegasnya.
Saat ini, tahapan yang sedang berlangsung adalah verifikasi silang data pendaftar dengan pihak perguruan tinggi masing-masing. Langkah tersebut sangat diperlukan untuk memastikan tidak ada mahasiswa penerima yang memperoleh bantuan ganda (double funding), baik dari internal kampus maupun dari pemerintah pusat.
“Kalau sudah menerima beasiswa dari kampus kemudian mengajukan beasiswa pemerintah lagi, tentu akan langsung terverifikasi. Nah, proses verifikasi administrasi ini memang membutuhkan tahapan dan waktu,” jelasnya.

SERIBU SARJANA: Wali Kota Batu Nurochman didampingi Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto saat menyerahkan secara simbolis beasiswa Seribu Sarjana beberapa waktu lalu, tahun ini sedikitnya ada 700 pendaftar berebut 400 kuota yang tersedia. (Foto: Ananto Wibowo / Malang Post)
Pemkot Batu menargetkan proses verifikasi ini dapat segera rampung dalam waktu dekat. Setelah selesai, jumlah pasti mahasiswa penerima bantuan akan langsung diumumkan kepada publik. Pendanaan program ini sendiri tidak hanya bersumber dari APBD Kota Batu, melainkan juga didukung melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) dari sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Batu.
Cak Nur menegaskan, Program Beasiswa Seribu Sarjana merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) berkualitas di Kota Batu. Karena itu, sasaran penerima tidak hanya terbatas pada mahasiswa yang menonjol secara akademik semata.
“Investasi masa depan yang paling utama itu adalah pendidikan. Kita ingin kualitas profesionalisme SDM anak-anak Kota Batu terus meningkat ke tingkatan yang lebih tinggi,” katanya.
Program ini dirancang secara inklusif untuk menjangkau berbagai kelompok masyarakat. Selain mahasiswa berprestasi secara nilai IPK, Pemkot juga memberikan perhatian dan kuota khusus kepada para hafiz Al-Qur’an 30 juz, mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang memiliki motivasi belajar tinggi, hingga kelompok afirmasi tertentu.
“Anak-anak yang punya motivasi tinggi untuk meningkatkan kapasitas diri tetapi terkendala biaya, itu juga menjadi bagian yang mendapatkan porsi kebijakan ini,” ujarnya.
Jalur afirmasi juga dibuka lebar bagi para guru non-ASN yang memiliki dedikasi tinggi dan ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Selain itu, program beasiswa turut diarahkan untuk mendukung sektor-sektor prioritas pembangunan daerah. Mulai dari sektor pertanian, pariwisata, hingga pemberdayaan koperasi mendapat alokasi perhatian khusus. Para pelaku maupun anak pelaku usaha di sektor-sektor tersebut berpeluang besar memperoleh bantuan pendidikan ini.
“Banyak varian skema yang bisa dilakukan. Semoga setiap tahun program ini dapat berjalan semakin sempurna,” imbuhnya.
Peningkatan kuota penerima pada tahun ini tergolong sangat signifikan. Pada tahun 2025 lalu, jumlah mahasiswa penerima beasiswa tercatat sebanyak 273 orang. Sementara pada tahun 2026 ini, Pemkot Batu menargetkan kuota melonjak hingga sekitar 400 penerima manfaat.
Kenaikan kuota tersebut diharapkan mampu memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat luas, khususnya dari kalangan keluarga kurang mampu. Di sisi lain, tingginya jumlah pendaftar menjadi sinyal positif bahwa kesadaran masyarakat Kota Batu terhadap pentingnya pendidikan tinggi terus tumbuh dengan baik.
Program Beasiswa Seribu Sarjana sendiri menjadi salah satu program prioritas Pemkot Batu di bidang pembangunan manusia. Melalui program ini, pemerintah daerah berharap kelak akan lahir generasi muda yang memiliki daya saing tinggi, kompetensi profesional, dan mampu menjadi motor penggerak roda pembangunan daerah pada masa mendatang. (Ananto Wibowo / Ra Indrata)




