MALANG POST – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), mempertegas komitmennya terhadap pendidikan inklusif, dengan meluncurkan berbagai skema beasiswa untuk penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027. Skema pendaftaran yang dibuka secara berkala sepanjang Juli hingga Agustus 2026 ini, memfasilitasi berbagai latar belakang pendaftar. Mulai dari Beasiswa Yatim/Yatim Piatu dengan gratis SPP delapan semester, beasiswa kader persyarikatan, pemanfaatan Kartu Indonesia Pintar (KIP), hingga apresiasi jalur spiritual hafiz Al-Qur’an dan pembuat konten kreatif (influencer).
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali membuktikan dedikasinya pada pendidikan inklusif dengan resmi membuka berbagai jalur beasiswa untuk penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027. Skema pendaftaran ini mencakup Beasiswa Yatim/Yatim Piatu, Jalur Prestasi Akademik dan Non-Akademik, Kelas Takhassus Mubaligh Muhammadiyah (KATAMM), Program Pendidikan Ulama Tarjih (PPUT), hingga Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Langkah strategis ini menjadi wujud nyata kepedulian Kampus Putih dalam mengakomodasi berbagai potensi dan latar belakang ekonomi generasi muda Indonesia.
Program Beasiswa Yatim/Yatim Piatu dibuka mulai 13 Juli hingga 8 Agustus 2026 bagi lulusan SMA/SMK/MA sederajat tahun 2025 atau 2026. Wakil Rektor II UMM, Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., C.A., menjelaskan bahwa program tersebut merupakan komitmen nyata universitas dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, yang pemenuhannya tidak boleh terhalang oleh keterbatasan ekonomi pendaftar.
“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak yatim dan yatim piatu yang memiliki potensi akademik tinggi tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak di UMM. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan persyarikatan dan bangsa,” tegas Juanda.
Penerima Beasiswa Yatim/Yatim Piatu ini akan mendapatkan keuntungan pembebasan penuh untuk Dana Pengembangan Pendidikan (DPP) dan Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP) selama delapan semester.

Mahasiswa hanya diwajibkan membayar biaya registrasi ulang serta kelengkapan akademik awal seperti Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) dan kursus sebesar Rp2.550.000 pada semester pertama. Pada semester dua, biaya registrasi ulang berkisar antara Rp300.000 hingga Rp2.100.000 sesuai dengan ketentuan komponen akademik yang berlaku. Selanjutnya, pada semester tiga hingga semester delapan hanya dipungut biaya untuk herregistrasi.
Pilihan program studi (prodi) untuk jalur ini mencakup Fakultas Agama Islam, FISIP, FPSH, Pertanian-Peternakan, Vokasi, hingga Teknik Elektro, dengan syarat wajib melampirkan rekomendasi dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) setempat.
Selain jalur tersebut, Kampus Putih juga membuka Jalur Prestasi Periode 3 yang pendaftarannya tengah dibuka mulai 13 Juli hingga 22 Agustus 2026. Untuk Prestasi Akademik, siswa dengan nilai rapor rata-rata minimal 80 dapat langsung mendaftar. Sementara itu, Jalur Non-Akademik ditujukan bagi juara bidang olahraga, seni, pengurus organisasi, hingga influencer muda edukatif.
Kreator konten YouTube dengan minimal 5.000 subscribers atau selebgram dan TikTokers dengan minimal 10.000 pengikut berpeluang besar masuk melalui jalur ini. Ada juga apresiasi terhadap nilai spiritual calon mahasiswa melalui beasiswa hafiz bagi penghafal Al-Qur’an minimal 10 juz, serta pendaftar jalur Karya Tulis Ilmiah (KTI).
UMM juga menyediakan program beasiswa khusus kader persyarikatan melalui KATAMM yang pendaftarannya berlangsung pada 6 Juli hingga 5 Agustus 2026. Mahasiswa yang lolos jalur KATAMM akan mendapatkan keistimewaan Biaya Studi Semester (BSS) ringan, yakni Rp1.500.000 per semester untuk Fakultas Agama Islam. Di samping itu, ada beasiswa KIP yang dibuka mulai 13 Juli hingga 1 Agustus 2026, serta beasiswa PPUT yang dibuka pada 22 Juni hingga 2 Agustus mendatang.
Melalui penyediaan berbagai skema beasiswa ini, UMM berharap keterbatasan finansial tidak lagi menjadi alasan bagi generasi muda untuk berhenti mengejar cita-cita pendidikan tinggi. Seluruh rangkaian program ini dirancang dengan pesan kuat agar kelak lahir generasi penggerak yang tidak hanya mandiri dan berdaya saing global, namun juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi di tengah masyarakat. (*/M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




