MALANG POST – Sebanyak 152 pelajar asal Papua resmi memulai lembaran baru pendidikan mereka di Jawa Timur. Mulai Senin (13/7/2026), ratusan siswa tersebut akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA dan SMK yang tersebar di 10 kabupaten/kota di Jatim.
Sebelum masuk ke sekolah masing-masing, para peserta Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Papua Tahun 2026 terlebih dahulu mengikuti pembekalan dan serah terima kepada satuan pendidikan penerima di Kota Malang.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyambut para pelajar dari Bumi Cenderawasih dengan hangat. Bahkan, di hadapan ratusan siswa, Khofifah menegaskan bahwa mereka kini menjadi bagian dari keluarga besar Jawa Timur.
“Selama kalian belajar di Jawa Timur, saya adalah ibu kalian,” ujar Khofifah.
Menurut Khofifah, program ADEM bukan sekadar upaya pemerataan akses pendidikan. Lebih dari itu, program tersebut menjadi ruang perjumpaan antarbudaya yang memperkuat persaudaraan dan kebinekaan Indonesia.
Pemprov Jatim, lanjut dia, berkomitmen menciptakan iklim belajar yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh peserta didik. Pendampingan, termasuk dukungan psikologis, juga akan diberikan agar para siswa mampu beradaptasi dengan lingkungan baru.
“Kepercayaan dari pemerintah pusat ini merupakan amanah untuk memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan hak yang sama atas pendidikan yang berkualitas,” tegasnya.

Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, khususnya Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik), yang kembali mempercayahkan Jawa Timur sebagai salah satu provinsi penyelenggara Program ADEM Papua.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa para siswa sebenarnya telah berada di Jatim sejak 5 Juli lalu. Selama sepekan terakhir, mereka menjalani pendidikan karakter di Yonif 512 bersama TNI Angkatan Darat.
Materi yang diberikan cukup beragam, mulai dari wawasan kebangsaan, bela negara, cinta tanah air, kepemimpinan, motivasi belajar, hingga pembiasaan disiplin dan pengenalan budaya masyarakat Jatim.
“Kami berharap saat tiba di daerah tujuan, anak-anak tidak mengalami culture shock karena sudah memiliki bekal mengenai kehidupan di Jatim,” ujar Aries.
Ia menjelaskan, 152 peserta tersebut berasal dari berbagai wilayah di Tanah Papua. Rinciannya, Papua Pegunungan sebanyak 40 siswa, Papua Selatan 35 siswa, Papua Tengah 30 siswa, Papua dan Jayapura 32 siswa, serta Papua Barat 15 siswa.
Selain peserta dari Papua, terdapat pula siswa Program ADEM Repatriasi dari Kuala Lumpur yang sebelumnya terkendala administrasi. Mereka kini dipastikan dapat melanjutkan pendidikan di Jawa Timur dan akan ditempatkan di Jember, Lumajang, Blitar, dan Malang.
Adapun peserta ADEM Papua akan disebar ke sejumlah daerah, yakni Kota Batu, Kota Malang, Kabupaten Malang, Pasuruan, Kota Kediri, Madiun, Probolinggo, Tuban, Jember, dan Nganjuk.

SERAH TERIMA: Pemprov Jatim saat melakukan serah terima murid ADEM Papua di wilayah Jatim Tahun 2026. (Foto: Ananto Wibowo / Malang Post)
Aries mengungkapkan, capaian peserta ADEM angkatan sebelumnya cukup membanggakan. Banyak lulusan berhasil menembus perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), hingga diterima di berbagai sekolah kedinasan.
Ketua Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Velix Vernando Wanggai, mengingatkan bahwa seluruh peserta merupakan siswa terpilih dari ribuan pelajar di Tanah Papua. Jatim bukan hanya menjadi tempat belajar di ruang kelas, melainkan juga ruang pembelajaran sosial yang mempertemukan berbagai budaya, agama, dan suku bangsa.
“Belajar tidak hanya di ruang kelas. Di Jatim kalian akan belajar dari masyarakat, lingkungan, tetangga, dan budaya yang berbeda. Jadikan itu sebagai pengalaman yang memperkaya wawasan,” katanya.
Velix juga mengajak para siswa memanfaatkan teknologi secara positif, termasuk menggunakan telepon genggam untuk membaca berita, artikel, maupun berbagai sumber pengetahuan lain.
Ia berharap kesempatan yang diperoleh para siswa dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk merancang masa depan. “Kalian adalah anak-anak yang terpilih dari ribuan pelajar di 42 kabupaten di Tanah Papua. Kesempatan ini harus disyukuri dengan belajar sungguh-sungguh dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (Ananto Wibowo / Ra Indrata)




