FESTIVAL: Suasana puncak Festival Muharam 1448 H di Kantor PCNU Kota Malang. (Foto: Eka Nurcahyo / Malang Post)
MALANG POST – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) bersama NU Care-LAZISNU Kota Malang menggelar Festival Muharam 1448 H. Salah satu agenda utamanya adalah memberikan santunan untuk anak yatim dan duafa yang berlangsung di Kantor PCNU Kota Malang, Minggu (12/7/2026).
“Festival ini digelar juga di tingkat ranting serta MWC (Majelis Wakil Cabang) PCNU Kota Malang secara rutin. Tahun ini kami menargetkan 1.000 santunan, dan realisasinya kelihatannya sudah lebih dari jumlah tersebut,” kata Ustadz Andi Harun ketika ditemui di Kantor PCNU Kota Malang, Minggu kemarin.
Menurut Ustadz Andi, festival NU yang dipusatkan di Aula Lantai 3 Gedung PCNU Kota Malang, Jalan KH Hasyim Asy’ari No. 21, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen ini merupakan puncak dari rangkaian festival yang sebelumnya telah berjalan di ranting-ranting dan MWC. Untuk puncak festival hari ini, ada sekitar 250 anak dari lima MWC di Kota Malang yang menerima santunan secara langsung.

Andi Harun, Ketua Panitia. (Foto: Eka Nurcahyo / Malang Post)
Ditanya mengenai harapan dari acara ini, Ustadz Andi mengatakan bahwa PCNU bersama NU Care-LAZISNU bertindak sebagai penyambung amanah antara donatur dan anak-anak yatim agar sama-sama mendapatkan berkah. “Kita harus memiliki kepedulian yang tinggi, karena anak-anak ini bagaimanapun adalah generasi masa depan kita,” jelasnya.
Selain pemberian santunan, sejumlah kegiatan lain dalam festival ini meliputi pembinaan UMKM oleh Fatayat NU yang digelar di Mini Block Office Kota Malang pada Sabtu (11/7/2026) guna membangkitkan ekonomi kreatif. Ada pula kolaborasi bersama Lesbumi berupa kegiatan pijat bersama para terapis NU yang digelar seusai pengajian pagi sambil dihibur pentas musik religi.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengapresiasi penuh konsistensi kegiatan ini. Wahyu yang hadir di lokasi acara mengatakan bahwa Festival Muharam yang digelar oleh NU Care-LAZISNU Kota Malang merupakan agenda rutin yang sangat mulia. Kegiatan peduli bagi anak-anak yatim itu dinilai sangat baik, sehingga pemerintah daerah harus hadir untuk menyokong penuh agar mereka bisa tetap bersekolah dan sukses di masa depan. (Eka Nurcahyo)




