Walikota Malang, Wahyu Hidayat, menerima cindera mata dari Ketua PD Jatim, R.Ambar Kusumo, dengan didampingi Ketua Umum Kelatnas Indonesia, PD, Dwi Sucipto. (Foto: Eka Nurcahyo / Malang Post)
MALANG POST – Keluarga Silat Nasional (Kelatnas) Indonesia Perisai Diri (PD) menggelar puncak peringatan Hari Jadi ke-71 di Kota Malang. Serangkaian kegiatan digelar mulai Sabtu dan Minggu (11–12/7/2026).
Di antaranya adalah sarasehan, pelantikan pendekar muda, uklam-uklam tahes (jalan sehat), serta tasyakuran. Untuk jalan sehat, start dan finish mengambil tempat di samping Balai Kota Malang yang diberangkatkan langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Sementara itu, pendekar muda yang dilantik pada Sabtu (11/7/2026) adalah Irjen (Purn) Rachmad Fudail.
Peringatan HUT ke-71 ini juga digelar di tingkat cabang, komisariat, dan provinsi. Tema yang digaungkan untuk HUT kali ini adalah “Bangkit, Bersatu, Berprestasi”. Dalam momen HUT ini, juga dilakukan ziarah ke makam pendiri Perisai Diri, R.M. Soebandiman Dirdjoatmodjo, serta para sesepuh lainnya.
Hadir di puncak HUT ke-71 di antaranya Ketua Umum Kelatnas PD, Prof. Dr. Dwi Sucipto, Ketua PD Jatim, R. Ambar Kusumo, dan para pendekar PD dari berbagai daerah. Hadir pula para ketua perguruan silat di Kota Malang, seperti PSHT, Tapak Suci, Perisai Putih, Pagar Nusa, Al Hidayah, IKSPI, dan Satria Tunggal.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengapresiasi puncak peringatan HUT ke-71 PD yang ditempatkan di Kota Malang. Mengapa demikian, sebab para peserta yang hadir di acara ini berasal dari berbagai daerah. Mereka yang datang ke Kota Malang tentu membutuhkan kuliner, oleh-oleh, dan hotel. “Dengan demikian, acara ini punya multiplier effect ke UMKM juga,” ujarnya.
Wahyu yang didapuk memberi sambutan dalam tasyakuran di Hotel Tuwuh, Kota Malang ini, juga menegaskan bahwa dia pernah ikut latihan di PD, yaitu saat masih di bangku SMP. “Saat itu, ujian kenaikan tingkatnya di Surabaya. Saya berangkat bersama teman-teman,” ungkap Wahyu.

Ketua Umum Kelatnas Indonesia, PD, Dwi Sucipto, didampingi Dewan Pendekar PD. (Foto: Eka Nurcahyo / Malang Post)
Setelah SMA dan kuliah di Kota Malang, ia tidak meneruskan latihan. Namun, saat ia telah menjadi Wali Kota, ia diingatkan kembali oleh teman-temannya tentang masa latihan PD kala itu. Terlepas dari itu, silat PD memiliki peran penting dalam mencetak fisik menjadi sehat dan jiwa pun jadi kuat. “Hal ini penting untuk membangun Kota Malang yang lebih baik,” ujar Wahyu.
Terkait pencak silat, Wahyu menegaskan bahwa budaya luhur bangsa ini benar-benar harus dilestarikan. Sebab, dari budaya inilah akan terbentuk karakter-karakter jujur, disiplin, tegas, dan berjiwa patriot.
Soal prestasi pencak silat Kota Malang, Wahyu menyampaikan bahwa pesilat Kota Malang saat ini sudah mulai bangkit kembali dan mengukir prestasi di tingkat Jatim. Pada Porprov IX lalu, atlet IPSI Kota Malang menyumbang 1 emas, 1 perak, dan 1 perunggu. Dalam Kejurprov 2026 lalu, mereka berhasil meraih 2 emas, 1 perak, dan 2 perunggu.
Meski begitu, IPSI harus terus berupaya untuk meningkatkan prestasi guna membantu memenuhi target KONI Kota Malang di Porprov X di Surabaya, yaitu meraih 222 medali emas.
Ketua Umum Kelatnas PD, Dwi Sucipto, mengupas makna dari tema HUT ke-71 PD, yaitu “Bangkit, Bersatu, Berprestasi”. Menurut Dwi Sucipto yang juga purnatugas Dirut PT Semen Indonesia tersebut, “Bangkit” mempunyai makna bahwa keluarga PD tidak boleh terlena dengan sejarah masa lalu. “Kita bangkit untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik.”
“Untuk kebangkitan ini, kami punya catatan-catatan untuk disampaikan kepada keluarga Perisai Diri mengenai apa saja yang harus kita lakukan,” jelasnya.
Kedua, “Bersatu” memiliki makna bahwa organisasi PD itu kini semakin besar sehingga rentan terhadap perpecahan. Organisasi yang makin luas dan besar itu rawan pecah. “Inilah yang selalu kami ingatkan, pentingnya bagi kita untuk bersatu,” kata Dwi.
Setelah bangkit dan bersatu, lanjut Dwi, tentu seluruh anggota ingin berprestasi, baik dalam lingkup IPSI maupun prestasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dwi juga menegaskan bahwa PD tidak segan-segan untuk memecat anggotanya yang melanggar budi pekerti luhur. Karena itu, Dwi meminta seluruh keluarga besar PD untuk selalu berbuat baik dalam bermasyarakat. (Eka Nurcahyo)




