Jamaah KBIH UB berfoto bersama saat tiba di depan Rektorat. (Foto: Istimewa).
MALANG POST- Suasana hangat menyelimuti pelataran Gedung Rektorat Universitas Brawijaya (UB) pada tengah pekan kemarin (4/6/2026).
Rombongan jemaah haji dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) UB akhirnya tiba kembali di kampus tercinta dengan selamat setelah merampungkan rukun Islam kelima di Tanah Suci.
Penantian panjang yang diiringi untaian doa dari para keluarga kini terbayar. Bagi keluarga yang menanti di Tanah Air, kepulangan jemaah dalam keadaan sehat walafiat merupakan anugerah terbesar.
Rasa syukur ini diungkapkan oleh Hasan Saleh, salah satu perwakilan keluarga jemaah yang turut hadir dalam penyambutan tersebut.
“Kami dari pihak keluarga sangat berharap semoga seluruh ibadah yang telah ditunaikan diterima oleh Allah SWT, dan mereka dianugerahi predikat haji yang mabrur. Selama mereka di sana, kami selalu mendoakan agar saudara-saudara kami ini bisa kembali ke Tanah Air dengan selamat dan sehat walafiat,” ucap Hasan.
Rasa syukur senada juga terpancar dari wajah para jemaah. K.H. Dr. Akhmad Muwafik Saleh, pengurus KBIH UB yang turut tergabung sebagai jemaah haji tahun ini, membagikan kisah perjalanannya yang penuh dengan keberkahan.
Beliau secara khusus memberikan apresiasi tinggi terhadap peningkatan kualitas pelayanan ibadah haji tahun ini.
Menurutnya, perbaikan nyata sangat dirasakan oleh jemaah, perjalanan sangat lancar dan minim kendala, didukung oleh sistem pemanduan jemaah yang sudah terarah dengan sangat baik.
Pelayanan penyediaan makanan dinilai luar biasa, dengan ketersediaan yang sangat memadai dan melimpah. Ia melanjutkan Ini adalah peningkatan yang luar biasa dari kementerian terkait.
“Alhamdulillah, karena niat kita murni menjalankan ibadah, semuanya berjalan tanpa kendala berarti. Kalaupun ada sedikit persoalan, itu adalah sebuah “Jamuan Allah”.
“Manajemen pelaksanaan dari Kementerian Agama maupun KBIH UB sudah sangat bagus,” ungkap Dr. Akhmad Muwafik.
Dr. Akhmad Muwafik menitipkan tiga fondasi penting bagi para calon jemaah haji yang akan berangkat pada musim-musim mendatang agar ibadah berjalan optimal.
Pertama, persiapan fisik. Rangkaian aktivitas ibadah haji sangat menguras tenaga dan menuntut ketahanan jasmani yang prima. Oleh karena itu, calon jemaah diimbau untuk mempersiapkan kebugaran tubuh.
Kedua, ketahanan spiritual. Di Tanah Suci, jemaah akan dihadapkan pada berbagai situasi yang mengharuskan kesiapan mental dan batin. Segala bentuk tantangan akan mudah dilewati apabila nilai spiritualitas dalam diri sudah terbangun dengan kuat.
Selanjutnya pemahaman ilmu manasik, bekali diri dengan pemahaman dan ilmu manasik haji yang utuh, sehingga setiap rukun serta wajib haji dapat dijalankan dengan sempurna sesuai syariat.
Kedatangan rombongan jemaah haji KBIH UB tahun ini bukan sekadar menandai berakhirnya perjalanan lintas benua, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang membawa pulang kedamaian dan keberkahan bagi seluruh keluarga besar sivitas akademika UB (*/M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




