Wisatawan saat memadati tempat wisata Mikutopia. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
MALANG POST – Rangkaian libur panjang (long weekend) memperingati Kenaikan Yesus Kristus, yang menyambung dengan akhir pekan pada 14–17 Mei 2026, sukses memicu lonjakan arus kunjungan wisatawan secara masif, di sejumlah destinasi unggulan Kota Batu.
Selama empat hari masa liburan tersebut, objek wisata legendaris Taman Rekreasi Selecta, berhasil menyedot hingga 10 ribu pelancong. Sementara wahana baru Mikutopia dan jaringan Jawa Timur Park (JTP) Group, mencatatkan kenaikan volume kunjungan hingga empat kali lipat dibanding hari kerja biasa.
Kalau sudah libur panjang, tujuannya ya Batu. Mau macet, mau padat, orang tetap nekat mendaki ke kota dingin ini. Liburan pertengahan Mei ini menjadi buktinya. Angka-angka di gerbang loket wisata berbicara sangat benderang.
Kita mulai dari yang legendaris: Selecta. Destinasi yang usianya lebih tua dari republik ini ternyata belum kehilangan taji.
Direktur Taman Rekreasi Selecta, Pramono, tersenyum lebar melihat grafik di layarnya. Arus manusia sudah mulai mengalir bahkan sejak Selasa. Puncaknya terjadi pada hari Kamis (14/5/2026).
“Peningkatan wisata ke Selecta mulai terlihat sejak Selasa lalu dan puncaknya terjadi pada Kamis. Namun sampai Minggu kemarin jumlah kunjungan masih cukup tinggi,” ujar Pramono.

Wisatawan sangat antusias melihat replika Dinosaurus di Selecta. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Mari kita bedah angkanya. Dibandingkan hari biasa (weekday), lonjakannya dramatis: dua hingga empat kali lipat. Total ada 10 ribu tiket terjual dalam empat hari.
Grafik ini konsisten. Pada libur pendek awal Mei (1–3 Mei) lalu, Selecta juga sukses menggaet 7 ribu orang hanya dalam waktu tiga hari. Kalau ditotal, performa Selecta sepanjang tahun 2026 ini terus merangkak naik. April lalu mereka mengantongi 38 ribu kunjungan. Baru pertengahan Mei saja, angkanya sudah menyentuh 33 ribu.
“Kami optimistis jumlah kunjungan bulan Mei ini bisa melampaui bulan sebelumnya,” kata Pramono. Sebuah optimisme bisnis yang rasional.
Sihir Jamur Mikutopia dan Dominasi JTP Group
Batu tidak hanya soal Selecta. Ada magnet baru yang sedang digandrungi pelancong masa kini: Mikutopia. Destinasi wisata berkonsep dunia jamur ini mencuri perhatian besar.
Manajer Operasional Mikutopia, Panji Akbar Ramadani, punya catatan rekor tersendiri. Hari Kamis, 14 Mei, menjadi hari paling sibuk bagi krunya. Dalam satu hari itu saja, 4.443 wisatawan berjubel masuk.
Setelah hari puncak itu berlalu, arusnya tidak langsung surut. Grafiknya melandai dengan stabil di angka dua ribuan per hari. Tengok saja: 2.574 orang di hari Jumat, naik sedikit menjadi 2.892 orang di hari Sabtu, dan ditutup dengan 2.462 orang pada hari Minggu kemarin. Rata-ratanya mirip dengan long weekend awal bulan lalu yang berada di kisaran 3.300 pengunjung per hari.

Wisatawan saat memadati Jatim Park 1. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Bagaimana dengan sang raksasa Jawa Timur Park (JTP) Group?
Sama saja. Banjir manusia. Manajer Marketing and Public Relations JTP Group, Titik S. Ariyanto, membenarkan adanya sinyal positif tersebut. Dari sekian banyak wahana raksasa milik mereka, Jatim Park 2 (Batu Secret Zoo) dan Jatim Park 1 yang paling kewalahan menerima serbuan turis.
“Ada peningkatan, yang tertinggi di JTP 2. Kenaikannya mencapai dua kali lipat dari rata-rata weekend biasa sekitar 1.500 pengunjung menjadi sekitar 3.000 orang,” ungkap Titik.
Dua kali lipat. Itu baru di JTP 2. Belum lagi jika menghitung perputaran uang dan manusia di Jatim Park 3, Museum Angkut yang ikonik, hingga kebun bunga Batu Love Garden (Baloga). Semua kebagian jatah berkah liburan.
Batu yang Tetap Menjadi Pilihan
Melihat fenomena ini, kita disajikan pada satu kesimpulan filosofis: Kota Batu belum tergantikan.
Daya dukung lingkungan, hawa dingin yang dirindukan orang-orang kota yang gerah, serta inovasi wahana baru yang terus tumbuh membuat kota ini selalu punya alasan untuk dikunjungi kembali.
Long weekend pertengahan Mei ini telah usai. Wisatawan sudah kembali ke rutinitas pekerjaan masing-masing.
Namun bagi para pelaku industri pariwisata di Batu, angka-angka mentereng pekan ini adalah vitamin berharga untuk menyongsong musim libur sekolah yang jauh lebih panjang pada Juni mendatang.
Kota ini tidak pernah tidur dari mimpi-mimpi indah pariwisata. (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




