MALANG POST – Gelandang bertahan serba bisa milik Persib Bandung, Alfeandra Dewangga (24), dirumorkan kuat bakal segera merapat ke Arema FC untuk mengarungi kompetisi musim 2026/2027. Kabar kepindahan mantan pilar Timnas U-23 ini mendadak viral di jagat media sosial akhir pekan ini, setelah sang pemain disebut-sebut frustrasi karena minimnya menit bermain di Bandung dan membuat manajemen Singo Edan bergerak cepat memantau situasi transfer meski harus menebus nilai pasar sang pemain yang mencapai miliaran rupiah.
Bursa transfer itu persis seperti pasar malam. Ramai. Penuh spekulasi. Sering kali membingungkan.
Sekarang, jagat media sosial sedang gaduh. Akun-akun anonim di Instagram sedang sibuk meniup rumor panas. Salah satunya akun gosip sepak bola Fabrizioasia dan @transfermarkt.co.id. Ada juga akun komunitas @persibtoday25.
Semua kompak menyebut satu nama: Alfeandra Dewangga.
Pemain berusia 24 tahun itu dikabarkan bersiap mengemas koper. Meninggalkan gemerlap Kota Bandung. Tujuannya? Bumi Arema. Malang.
Mengapa Dewangga ingin pergi? Padahal dia berada di klub juara.
Jawabannya klasik: menit bermain. Pemain sepak bola itu profesinya menendang bola di lapangan, bukan duduk manis di bangku cadangan.
Mari kita bedah datanya. Sepanjang musim 2025/2026 lalu, Dewa—sapaan akrabnya—seperti kehilangan panggung. Dia hanya bermain dalam sembilan pertandingan di Super League. Ditambah tiga kali mencicipi atmosfer Asia di ajang AFC Champions League Two (ACL Two). Total jenderal, hanya 12 laga. Tanpa gol, tanpa assist.
Bagi pemain sekelas Dewangga, angka itu terlalu mini. Keterbatasan menit bermain ini yang kabarnya membuat dia merenung. Berpikir realistis untuk kelanjutan kariernya.
Padahal, secara kualitas, Dewangga ini barang mewah. Dia punya mental juara yang tebal.
Ingat tahun 2023? Dialah salah satu pahlawan yang mempersembahkan medali emas SEA Games di Kamboja untuk Timnas Indonesia U-23. Di tingkat klub, dia juga menjadi bagian dari sejarah besar Persib Bandung saat merengkuh gelar juara BRI Super League tiga musim berturut-turut. Kurang apa lagi?
Tapi di bawah asuhan pelatih kepala Persib, posisinya memang sulit. Persaingan di lini tengah Maung Bandung kejam sekali. Dewangga kalah bersaing.
Sebenarnya, kalau mau bersabar, peluang Dewangga bermain di Persib musim depan masih terbuka. Bahkan lebar.
Sebab, jadwal Persib musim depan bakal gila-gilaan. Mereka harus bertarung di empat kompetisi sekaligus. Ada liga domestik, piala liga, kompetisi Asia di ACL Two, hingga ajang regional ASEAN Club Championship.
Dengan jadwal sepadat itu, pelatih pasti akan sering melakukan rotasi pemain. Ajang seperti Piala Liga dan ASEAN Club Championship bisa jadi panggung bagi pemain yang kurang menit bermain seperti Dewangga.
Tapi agaknya, Dewangga butuh tantangan baru yang lebih pasti. Dia butuh jaminan tempat utama. Dan Arema FC datang menawarkan itu.
Bagi Singo Edan, Dewangga adalah target utama. Dia adalah buruan nomor satu untuk slot pemain lokal demi memperkuat skuad menghadapi kompetisi musim 2026/2027.
Namun, mendapatkan tanda tangan Dewangga bukan perkara mudah. Urusannya rumit. Mengapa? Karena Dewangga masih terikat kontrak resmi di Persib hingga 31 Mei 2027. Masih tersisa satu musim lagi.
Artinya, Arema FC tidak bisa mendapatkan Dewangga secara gratisan. Tidak bisa pakai skema gratis transfer. Manajemen Singo Edan wajib mengeluarkan jurus tebus kontrak. Mereka harus membayar biaya transfer resmi ke manajemen Persib Bandung.
Berapa maharnya? Angkanya tidak main-main. Menurut taksiran pasar, nilai mantan pemain PSIS Semarang ini berada di kisaran Rp3,48 miliar hingga Rp3,91 miliar. Sebuah angka yang cukup tinggi untuk ukuran pemain lokal.
Tapi bagi Arema, ini adalah investasi aset yang menguntungkan. Mendapatkan pemain muda bermental juara di usia emas 24 tahun tentu sepadan dengan harga yang dibayar.
Andai rencana transfer ini benar-benar terealisasi, ini akan jadi momentum emas bagi Dewangga. Waktunya membuktikan diri. Saatnya tampil lebih “gacor” lagi dengan logo singa di dada.
Lalu, apakah rumor ini akan jadi kenyataan? Apakah Dewangga akan diumumkan sebagai rekrutan lokal pertama Arema FC dalam beberapa hari ke depan?
Pihak manajemen Arema FC masih memantau situasi dengan serius. Rilis resmi masih dinanti. Aremania tentu berharap negosiasi antara Bandung dan Malang segera menemui kata cocok. Kita tunggu saja ujung dari gosip bursa transfer ini. (Ra Indrata)




