OPTIMIS: Caretaker Pelatih PSM, Ahmad Amiruddin bersama perwakilan pemain, Akbar Tanjung, saat hadir dalam prematch press conference di Kandang Singo, Kamis (8/5/2026). (Foto: Ra Indrata/Malang Post)
MALANG POST – PSM Makassar dalam kondisi kurang ideal, saat bertandang ke markas Arema FC pada pekan ke-32 Super League di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (9/5/2026).
Tim berjuluk Juku Eja ini dipastikan tampil tanpa kekuatan penuh, akibat badai cedera yang menimpa pilar-pilar utama, di tengah misi krusial menjauh dari zona degradasi.
Caretaker pelatih PSM Makassar, Ahmad Amiruddin, mengakui, persiapan timnya jauh dari kata sempurna. Banyaknya pemain yang masih dalam proses pemulihan cedera, menjadi kendala utama dalam menyusun strategi terbaik di lapangan.
“Persiapan kami kurang ideal, karena banyak pemain yang tidak bisa tampil akibat pemulihan cedera.”
“Tapi, itu tidak menurunkan semangat kami. Hasil besok sangat berpengaruh pada posisi kami di klasemen,” tegas Amiruddin saat konferensi pers di Kandang Singo, Jumat (8/5/2026).
Misi Bertahan di Super League
Bagi PSM, tiga poin di Kanjuruhan adalah harga mati. Amiruddin menekankan kepada anak asuhnya, lawan Arema merupakan panggung pembuktian bagi para pemain pelapis, untuk menunjukkan kualitas mereka layak menghuni starting eleven.
Mantan pemain Arema ini juga menyebut, kemenangan di tiga laga sisa, adalah satu-satunya jalan bagi PSM Makassar untuk memastikan diri tetap berkompetisi di kasta tertinggi musim depan.
“Saya tekankan ke pemain, tidak ada yang bisa menolong selain diri kita sendiri. Hasil pertandingan yang akan menolong kita.”
“Hanya dengan kemenangan, kami bisa memastikan PSM tetap di Super League musim depan,” tambahnya.
Waspadai Lini Depan Singo Edan
Meski pernah memiliki kenangan manis selama tiga tahun membela Arema saat masih aktif bermain, Amiruddin bersikap profesional.
Ia menginstruksikan pasukannya untuk memberikan kewaspadaan ekstra, terutama pada agresivitas lini depan Arema FC, yang kerap tampil menggila di hadapan Aremania.
“Semua pemain Arema berbahaya, spesial di lini depan. Setiap kali main di kandang, tiga pemain depan mereka memberikan kontribusi lebih.”
“Saya sangat menghormati Arema, tapi besok kami butuh rezeki kemenangan,” tuturnya.
Akbar Tanjung: Fokus 90 Menit!
Senada dengan pelatih, gelandang PSM Akbar Tanjung mengakui, fokus menjadi musuh utama timnya dalam beberapa laga terakhir.
Ia mengajak rekan-rekannya untuk bekerja lebih keras daripada penggawa Singo Edan, jika ingin mencuri poin dari Malang.
“Kita harus lebih fokus daripada Arema. Beberapa kali pertandingan kita selalu kehilangan fokus.”
“Kita tahu Arema punya pemain bagus, jadi kita harus berjuang lebih keras,” kata Akbar.
Menanggapi anggapan PSM “kehilangan jati diri” musim ini, Akbar secara jujur mengakui, komposisi pemain yang sering berubah akibat cedera sangat mengganggu stabilitas tim.
Hal ini membuat pelatih kesulitan mempertahankan konsistensi permainan yang diinginkan. (Ra Indrata)




