MALANG POST — Pesona Malang Raya memang tidak ada matinya. Selalu jadi magnet. Buktinya terlihat nyata pada libur Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah kali ini. PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM) mencatat sebanyak 104.367 kendaraan berbondong-bondong melintasi Ruas Tol Pandaan-Malang hanya dalam waktu dua hari, yaitu sejak H-1 hingga hari H perayaan (26–27 Mei 2026).
Volume kendaraan yang keluar-masuk Malang ini naik 3,1 persen. Biasanya, pada hari normal, lalu lintas harian hanya berada di angka 101.277 kendaraan.
Ke mana tujuannya? Sudah pasti: berwisata dan mudik.
Seperti biasa, Gerbang Tol (GT) Singosari masih menjadi primadona. Menjadi titik paling sibuk. Paling padat.
Data dari PT JPM menunjukkan, kendaraan yang masuk Malang melalui GT Singosari melonjak hingga 26.001 unit. Angka ini naik tajam 12,5 persen dari hari biasa. Bagaimana dengan yang keluar Malang lewat gerbang yang sama? Setali tiga uang. Mencapai 23.437 unit, atau naik 11,1 persen.
Kenaikan arus juga terasa di gerbang lain. Di GT Malang, volume kendaraan naik 6,3 persen. Sementara di GT Purwodadi naik tipis 0,7 persen.
Uniknya, pergerakan di GT Lawang dan GT Pakis justru melandai. Mengalami penurunan jika dibandingkan dengan hari normal. Tampaknya, pengendara punya rute favoritnya sendiri.
Melihat serbuan kendaraan ini, Jasa Marga tidak tinggal diam. Mereka sudah bersiap. General Manager Operasi PT JPM, Muhammad Reza Pahlevi Guntur, menjamin seluruh pelayanan di lapangan tetap berjalan optimal. Kenyamanan pengguna jalan adalah harga mati.
“Peningkatan kendaraan pada libur Iduladha tahun ini cukup signifikan, terutama yang mengarah ke destinasi wisata di Malang dan Batu,” ujar Reza dalam rilis resminya, Kamis (28/5/2026).
Lalu, apa solusinya agar gerbang tol tidak macet cet?
Jasa Marga memaksimalkan penggunaan Mobile Reader (MR). Petugas menjemput bola. Selain itu, rekayasa distribusi antrean diterapkan secara efektif di depan loket.
Bukan hanya gerbang tol yang dijaga. Tempat istirahat (rest area) juga mendapat perhatian ekstra. Petugas mengatur kantong parkir dengan ketat. Mengapa? Supaya tidak ada penumpukan kendaraan yang meluber hingga ke bahu jalan tol. Itu berbahaya. Bisa memicu kecelakaan.
Arus liburan sendiri diprediksi masih akan berlangsung hingga akhir pekan. Karena itu, PT JPM melempar imbauan penting kepada para pengendara. Jangan meremehkan persiapan perjalanan.
Sebelum tancap gas masuk tol, pastikan tiga hal ini: kondisi kendaraan harus prima, bahan bakar minyak (BBM) terisi penuh, dan yang paling sering kelupaan, saldo kartu e-toll wajib mencukupi. Jangan sampai gara-gara saldo kurang, antrean panjang mengular di belakang Anda. Malu.
Satu lagi pesan kemanusiaan dari Jasa Marga: jika mata sudah mengantuk atau badan terasa lelah, jangan sok kuat. Segera belok ke rest area terdekat. Beristirahatlah. Keselamatan Anda dan keluarga jauh lebih berharga daripada waktu beberapa menit.
Jika Anda mendapati situasi darurat atau butuh info lalu lintas paling aktual di sepanjang jalan tol Jasa Marga Group, langsung saja hubungi One Call Center 24 jam di nomor 14080. Atau, bisa juga dipantau langsung lewat genggaman via aplikasi Travoy. (Ra Indrata)




