STRIKER: Dalberto Luan Belo saat turun menghadapi Persik Kediri. Sayang satu gol yang diciptakan, tidak mampu menghindarkan kekalahan Arema. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Manajemen Arema FC bereaksi cepat, menanggapi gelombang protes ratusan Aremania, yang memadati depan kantor klub atau yang akrab disebut Kandang Singa, di Jalan Mayjend Panjaitan Nomor 42, Kota Malang, Minggu malam (3/5/2026).
Selain menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada warga Malang Raya, atas kemacetan dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan, General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, juga mengeluarkan peringatan keras kepada internal tim.
Manajemen mendesak pelatih dan pemain, untuk melakukan koreksi total di seluruh lini dan mengharamkan hasil buruk, di sisa kompetisi Super League musim 2025/2026, demi menjaga martabat klub.
Aksi massa yang berlangsung hingga malam hari tersebut, merupakan bentuk akumulasi kekecewaan suporter atas performa buruk Skuadra Singo Edan, dalam beberapa laga terakhir. Terutama kekalahan menyakitkan dalam laga bertajuk Derbi Jawa Timur.
Permohonan Maaf kepada Publik
Yusrinal Fitriandi, atau yang akrab disapa Inal, mengakui, aksi spontanitas pendukung tersebut telah berdampak pada kelancaran arus lalu lintas di kawasan produktif Betek dan sekitarnya.
“Kami sampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya, kepada warga sekitar kantor klub serta para pengguna jalan yang terganggu akibat aksi massa ini.”
“Kami memahami, situasi ini menimbulkan kemacetan dan ketidaknyamanan,” ujar Inal secara lugas kepada awak media, Senin (4/5/2026).

TANGGUNG JAWAB: General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi. (Foto: Arema Official)
Pihak manajemen menyatakan sangat menghargai, setiap aspirasi yang disampaikan oleh Aremania. Bagi klub, kritik pedas dan aksi protes merupakan manifestasi dari rasa cinta yang mendalam terhadap eksistensi Arema FC.
Inal pun meminta para pendukung untuk tetap menjaga kondusivitas Kota Malang dan menghindari tindakan destruktif dalam menyampaikan kegelisahannya.
Warning Keras: Tidak Ada Alasan Bersantai!
Meski posisi Arema FC saat ini sudah dipastikan aman dari ancaman zona degradasi, manajemen menegaskan, tidak akan menoleransi sikap jemawa atau penurunan performa di lapangan.
Inal menyebutkan, status aman dari degradasi bukan berarti pemain boleh tampil tanpa beban hingga melupakan determinasi tinggi.
“Kepada jajaran tim, mulai dari pelatih hingga pemain, kami tegaskan, manajemen tidak menoleransi hasil buruk yang terjadi belakangan ini.”
“Meskipun Arema sudah aman dari zona degradasi, kami minta evaluasi dan koreksi total dilakukan seketika.”
“Kami mewajibkan tim untuk mengincar kemenangan di seluruh laga sisa, baik di laga kandang maupun tandang,” tegas pria berkacamata ini.
Inal menambahkan, manajemen merasakan kepedihan yang sama dengan apa yang dirasakan oleh suporter.
Menurutnya, jawaban paling elegan atas kritik dan cemoohan suporter bukanlah pembelaan kata-kata, melainkan bukti nyata di atas rumput hijau.
“Kami merasakan kekecewaan yang sama. Tidak ada alasan untuk bersantai. Kami mendesak pelatih dan pemain untuk serius berbenah.”
“Jawaban terbaik atas kritik Aremania, adalah kemenangan dan performa yang membanggakan di lapangan!” lanjut Yusrinal dengan nada tinggi.
Komitmen Jaga Martabat Klub
Situasi di internal Arema FC, kini tengah dalam pengawasan ketat manajemen. Inal memastikan, evaluasi tidak hanya dilakukan di permukaan, tetapi juga menyentuh aspek mentalitas bertanding.
Manajemen berkomitmen untuk membangkitkan kembali karakter “Malangan” yang lugas dan tak mau kalah, yang belakangan dinilai luntur dari gaya bermain tim.
“Manajemen memastikan komitmen penuh untuk membangkitkan performa tim. Kami memikul beban moral untuk menjaga martabat klub ini di sisa kompetisi.”
“Arema adalah identitas Malang, dan identitas itu harus diperjuangkan dengan keringat dan kemenangan,” pungkas Inal.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar Kandang Singa sudah kembali kondusif. Manajemen berjanji akan segera mengumumkan langkah-langkah strategis hasil evaluasi internal untuk menjamin tim kembali ke jalur positif pada pertandingan berikutnya. (Ra Indrata)




