MALANG POST – Pemerintah Kota Batu bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak cepat merespons rentetan insiden tragis di Jembatan Kembar Cangar yang memakan korban jiwa dalam waktu berdekatan. Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto, memastikan pengerjaan fisik pemasangan pagar pengaman tambahan (railing) serta jaring pengaman di titik rawan tersebut akan mulai dilaksanakan oleh Dinas PU Bina Marga Jatim pada Mei 2026 mendatang.
Langkah mitigasi ini diambil sebagai upaya menyeluruh untuk memutus rantai kejadian serupa di jembatan yang menghubungkan wilayah Kota Batu dan Kabupaten Mojokerto tersebut. Pemerintah berkomitmen memperkuat pengamanan melalui integrasi infrastruktur fisik, pengawasan teknologi CCTV, hingga layanan kesehatan mental bagi masyarakat.
“Kami tidak ingin terhambat persoalan administrasi kewenangan. Meskipun jalan ini berstatus aset provinsi, keselamatan nyawa manusia tetap menjadi prioritas utama kami. Koordinasi intensif telah dilakukan agar pengerjaan pagar pengaman ini segera dieksekusi,” tegas Heli Suyanto kepada Malang Post, Senin (27/4/2026).
Pengawasan CCTV 24 Jam dan Penerangan 100 Persen
Selain memperkuat pagar besi, Pemkot Batu menyiapkan skema pengawasan berbasis teknologi. Heli memerintahkan pemasangan kamera pengawas (CCTV) di area jembatan yang terkoneksi langsung dengan Command Center Kota Batu. Hal ini dilakukan untuk memantau aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut secara real-time.
Tak hanya itu, penerangan jalan umum (PJU) di kawasan Cangar juga menjadi atensi khusus. Pemerintah memastikan seluruh lampu berfungsi optimal agar tidak ada titik gelap yang dapat dimanfaatkan untuk hal-hal negatif.

PAGAR PENGAMAN: Kondisi Jembatan Kembar Cangar saat ini, bulan depan jembatan ini rencananya akan mulai dipasang pagar pengaman guna menghindari hal-hal tak diinginkan. (Foto: Istimewa)
“Pengawasan akan kami perkuat di segala sisi. Selain CCTV, patroli rutin oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan ditingkatkan frekuensinya di kawasan tersebut. Kami pastikan penerangan jalan menyala 100 persen,” imbuh Heli.
Fokus pada Kesehatan Mental dan Layanan Konseling
Di sisi lain, Heli menekankan bahwa pencegahan tragedi di Jembatan Kembar Cangar tidak bisa hanya mengandalkan pagar fisik. Pemkot Batu melalui Dinas Kesehatan serta DP3AP2KB menyiapkan layanan konseling serta hotline darurat bagi warga yang membutuhkan pendampingan psikologis.
“Pencegahan bukan hanya soal memasang pagar besi yang tinggi, tetapi juga menyangkut kesehatan mental masyarakat. Kami akan terus menggaungkan layanan konseling bagi warga yang sedang mengalami tekanan hidup berat agar mereka tahu bahwa ada solusi dan pendampingan,” tuturnya.
Tahap Kalkulasi Teknis Rampung
Secara terpisah, Dinas PU Bina Marga Jawa Timur melalui keterangan resminya memastikan bahwa saat ini proses penanganan telah memasuki tahap perhitungan teknis struktur. Hal ini penting dilakukan agar penambahan beban pada pagar jembatan tetap aman secara konstruksi.
“Setiap kejadian menjadi pengingat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas keamanan infrastruktur jalan. Saat ini sudah tahap perhitungan teknis, dengan target pelaksanaan fisik mulai Mei 2026,” tulis keterangan resmi Dinas PU Bina Marga Jatim.
Langkah percepatan ini dipicu oleh dua peristiwa memilukan di lokasi yang sama dalam waktu berdekatan. Terbaru, seorang pemuda asal Lumajang ditemukan meninggal dunia di dasar jurang Jembatan Kembar Cangar. Sebelumnya, pada 31 Maret 2026, peristiwa serupa juga menimpa seorang pemuda asal Mojokerto di lokasi yang sama.
Pemerintah berharap dengan adanya kolaborasi lintas sektor ini, Jembatan Kembar Cangar tidak lagi menjadi titik maut dan keamanan masyarakat yang melintas maupun beraktivitas di sekitarnya dapat benar-benar terjamin. (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




