KOLASE: Gustavo Franca dan Lucas Frigeri, akan menjadi kekuatan utama Arema saat dijamu Persib Bandung, di pekan ke-29 Super League musim 2025/2026. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Di tengah tensi kompetisi Super League 2025/2026 yang kian memanas, Arema FC mulai menunjukkan progres signifikan dalam hal stabilitas mental dan kedalaman skuat.
Dua legiun asing asal Brasil, Lucas Frigeri di bawah mistar gawang dan Gustavo Franca di jantung serangan, kini menjadi simbol kebangkitan Singo Edan. Keduanya membuktikan bahwa tekanan besar dari suporter maupun kritik tajam justru menjadi bahan bakar untuk membawa tim ke arah yang lebih positif.
Kolaborasi keduanya menjadi harapan besar bagi Aremania saat tim kebanggaan warga Malang ini bersiap melakoni laga berat di pekan ke-29. Arema FC dijadwalkan menantang tuan rumah Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat (24/4/2026) malam. Laga ini diprediksi akan menjadi ujian mental sesungguhnya bagi lini belakang Singo Edan.
Kebangkitan Sang Penjaga Gawang: Lucas Frigeri
Performa Lucas Frigeri dalam beberapa pekan terakhir patut diacungi jempol. Sempat dihujani kritik tajam akibat tingginya angka kebobolan di awal musim, Frigeri merespons dengan cara yang paling elegan: performa di lapangan.
Penjaga gawang bertinggi badan jangkung ini sukses mencatatkan dua laga tanpa kebobolan (clean sheet) berturut-turut, sebuah catatan krusial yang mengembalikan kepercayaan publik Malang.
Sebelumnya, posisi Frigeri sempat goyah. Ia beberapa kali harus merelakan tempat utama dan memulai laga dari bangku cadangan. Namun, alih-alih menyerah, ia justru menunjukkan profesionalisme tinggi dengan meningkatkan intensitas latihan dan disiplin diri.
“Saya memahami sepenuhnya apa yang diinginkan para penggemar (Aremania) dari saya. Menunjukkan kemampuan individu maksimal dan membantu tim meraih kemenangan adalah hal yang selalu saya upayakan di setiap pertandingan,” ungkap Lucas Frigeri kepada Malang Post, beberapa waktu lalu.
Frigeri menyadari bahwa dalam sepak bola, fase naik-turun adalah hal yang lumrah. Namun, bagi pemain profesional, keterbukaan terhadap evaluasi tim pelatih adalah kunci. Targetnya kini tidak lagi sekadar statistik, melainkan menjaga konsistensi demi mengembalikan marwah pertahanan Arema FC yang sempat goyah.
Gustavo Franca: Mengawal Benteng dari Tekanan Bobotoh
Jika Frigeri bertugas di garis terakhir, Gustavo Franca menjadi komandan di lini depan pertahanan. Pengalamannya merumput di Indonesia membuat bek tengah ini paham betul bagaimana atmosfer panas kompetisi kasta tertinggi tanah air. Ujian terberat sudah menanti di depan mata, yakni menghadapi teror mental dari puluhan ribu Bobotoh di GBLA.
Bagi Gustavo, bermain di kandang lawan dengan dukungan suporter fanatik tuan rumah bukanlah hal baru. Namun, ia tetap mewaspadai setiap detail kecil yang bisa memecah konsentrasi rekan-rekannya.
“Stadion GBLA selalu dipenuhi pendukung setia Persib. Tentu saja itu memberikan tekanan tersendiri bagi kami saat bertanding di sana. Atmosfernya luar biasa, tapi kami harus tetap fokus pada instruksi pelatih,” ujar mantan pemain Persija Jakarta tersebut.
Menurut Gustavo, kunci menghadapi laga tandang melawan tim besar seperti Persib adalah kesiapan mental. Tekanan dari tribun bisa menjadi bumerang jika pemain terbawa emosi. Sebaliknya, jika dihadapi dengan tenang, atmosfer stadion yang gegap gempita justru bisa menjadi pemacu adrenalin bagi skuat Arema FC.
“Dukungan yang begitu masif, meski itu untuk tim lawan, justru membuat kami tertantang untuk menunjukkan semangat juang sampai menit akhir laga. Kami ingin membuktikan bahwa Arema FC memiliki mentalitas pemenang,” tegas Gustavo.
Menatap Laga Krusial di Bandung
Pertemuan antara Persib Bandung dan Arema FC selalu menyuguhkan drama tingkat tinggi. Pertarungan lini belakang Singo Edan yang dikomandoi duet Brasil ini akan diuji oleh ketajaman lini serang Maung Bandung.
Marcos Santos, pelatih Arema, diyakini akan mengandalkan kekompakan Frigeri dan Franca untuk meredam agresivitas tuan rumah.
Bagi Arema FC, mencuri poin di Bandung bukan sekadar soal posisi di klasemen, melainkan pembuktian bahwa proses reformasi tim yang dijalankan sejak awal musim mulai membuahkan hasil.
Konsistensi latihan, kedisiplinan, dan keterbukaan terhadap kritik yang ditunjukkan oleh Frigeri dan Franca diharapkan menular ke seluruh penggawa lokal maupun asing lainnya.
Dengan modal dua clean sheet dan mentalitas yang semakin matang, Singo Edan optimis mampu memberikan perlawanan sengit. Aremania kini menanti, sejauh mana benteng pertahanan “Samba” ini mampu meredam gempuran lawan dan membawa pulang poin krusial ke Bumi Arema. (*/Ra Indrata)




