Seorang wisatawan sedang menikmati Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS). (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) bersama dengan Paruman Dukun Pandita Kawasan Tengger mengumumkan penutupan sementara kawasan wisata Gunung Bromo dan sekitarnya.
Penutupan ini dilakukan dalam rangka pelaksanaan upacara ritual tahunan Yadnya Kasada serta kegiatan pembersihan kawasan pasca-upacara.
Tradisi sakral Yadnya Kasada kembali digelar oleh masyarakat Tengger di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, di Kota Malang menyatakan, “Berdasarkan Surat Edaran Ketua Paruman Dukun Pandita Kawasan Tengger Nomor 294/E/PDP-TENGGER/IV/2026, kawasan Bromo resmi ditutup untuk seluruh aktivitas wisata mulai hari Sabtu, 30 Mei 2026 pukul 00.00 WIB hingga Selasa, 2 Juni 2026 pukul 23.59 WIB.”
Selama periode penutupan, kawasan Gunung Bromo hanya terbuka bagi masyarakat yang akan mengikuti prosesi Ritual Yadnya Kasada pada tanggal 30 Mei hingga 1 Juni 2026.
Para peserta ritual wajib memiliki identitas yang sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam surat edaran resmi.
Sementara itu, pada tanggal 2 Juni 2026, akses kawasan hanya diberikan kepada masyarakat dan petugas yang berkepentingan dalam kegiatan pembersihan area pasca-upacara.
Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, kawasan Gunung Bromo dan sekitarnya akan kembali dibuka untuk umum mulai tanggal 3 Juni 2026 pukul 01.00 WIB.
Pihak penyelenggara mengimbau kepada seluruh masyarakat, pengunjung, pelaku jasa wisata, serta pihak terkait untuk mematuhi ketentuan ini dengan penuh tanggung jawab demi kelancaran dan kekhidmatan jalannya upacara adat Yadnya Kasada. (M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




