MALANG POST – Bursa calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu mulai menunjukkan geliat. Wali Kota Batu, Nurochman mendorong aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Batu untuk berani ambil bagian dalam Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekda Tahun 2026.
Menurutnya, sejumlah pejabat internal mulai memperlihatkan keseriusan untuk ikut berkompetisi. Meski begitu, ia berharap semakin banyak kader internal Pemkot Batu yang berani maju dalam proses seleksi tersebut.
“Di internal sebenarnya sudah mulai terlihat komitmen-komitmennya. Kami masih berharap kader-kader internal Pemkot Batu bisa mendaftarkan diri dan ikut berkompetisi,” ujar Nurochman, Rabu (15/4/2026).
Pria yang akrab disapa Cak Nur itu menilai, peluang pejabat internal untuk menduduki kursi Sekda cukup besar. Apalagi mereka telah memahami karakter birokrasi dan dinamika pemerintahan di Kota Batu.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa proses seleksi tetap berlangsung secara terbuka dan kompetitif. Setiap kandidat harus mampu menunjukkan kapasitas kepemimpinan, integritas, serta kemampuan manajerial yang mumpuni.
Sebelumnya, Cak Nur juga memaparkan sejumlah kriteria penting yang harus dimiliki calon Sekda. Terutama bagi pejabat eselon II yang berniat mengikuti seleksi.
Menurutnya, seorang Sekda harus memiliki kemampuan kepemimpinan yang kuat, komunikasi yang efektif, serta kecakapan mengambil keputusan secara cepat dan tepat. Hal tersebut penting karena Sekda merupakan motor penggerak birokrasi di lingkungan pemerintah daerah.
Ia bahkan mengibaratkan peran Sekda seperti konduktor dalam sebuah paduan suara. Sosok yang mampu menyatukan berbagai perbedaan pemikiran di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD).

TANTANG: Wali Kota Batu Nurochman menantang ASN Pemkot Batu yang sudah memenuhi kriteria untuk berpartisipasi dalam seleksi terbuka Sekda Kota Batu. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
“Sekda yang ideal itu seperti konduktor atau dirigen. Pemerintah kota ini ibarat paduan suara yang terdiri dari kepala dinas dengan beragam pemikiran. Maka Sekda harus mampu memadukan semuanya menjadi harmoni,” jelasnya.
Menurut dia, kemampuan menyatukan berbagai kepentingan dan sudut pandang menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas dan efektivitas jalannya pemerintahan.
Selain itu, seorang Sekda juga dituntut mampu memberikan arahan, perlindungan, hingga nasihat kepada jajaran di bawahnya. Kepemimpinan yang tegas sekaligus bijak dinilai sangat diperlukan agar koordinasi antarlembaga berjalan optimal.
“Sekda harus bisa memberi arahan, melindungi, sekaligus memberi nasihat. Ketegasan dalam mengambil keputusan juga penting agar roda pemerintahan bisa berjalan efektif,” tegasnya.
Sementara itu, proses seleksi terbuka Sekda Kota Batu telah dijadwalkan berlangsung mulai 7 April hingga awal Juni 2026. Tahapannya cukup panjang dan berlapis.
Dimulai dari pendaftaran peserta, seleksi administrasi, penilaian rekam jejak, hingga assessment center. Setelah itu, peserta juga akan mengikuti uji gagasan serta wawancara yang dilakukan oleh panitia seleksi.
Tahapan akhir berupa tes kesehatan untuk memastikan calon yang terpilih benar-benar siap menjalankan tugas strategis sebagai pimpinan tertinggi birokrasi di Pemkot Batu.
Berdasarkan jadwal yang telah disusun, hasil akhir seleksi akan diumumkan pada 5 Juni 2026. Nama-nama kandidat terbaik kemudian diserahkan kepada wali kota untuk dipilih dan ditetapkan sebagai Sekda definitif.
“Melalui seleksi terbuka ini, kami berharap dapat memperoleh figur Sekda yang tidak hanya memiliki kapasitas kepemimpinan, tetapi juga mampu menjaga harmoni birokrasi serta mempercepat kinerja pemerintahan,” tutupnya. (Ananto Wibowo)




