MBG: SPPG Tulusrejo II Lowokwaru, Kota Malang yang melayani MBG di Kota Malang, jadi bahan perbincangan, disebabkan adanya ulat hidup pada salah satu menunya. (Foto: istimewa)
MALANG POST – Ramai beredar di WhatsApp Group (WAG), ditemukan ulat yang masih hidup pada buah yang menjadi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Padahal makanan yang diproduksi satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Tulusrejo II Lowokwaru itu, sudah dibagikan pada penerima manfaat.
Salah satu anggota WAG, perempuan berinisial N, mengaku terkejut melihat kondisi tersebut. Sembari meragukan kelayakan dan higienitas menu yang dibagikan.
“Coba kalau MBG-nya tidak dibawa pulang, kami tidak akan mengetahui secara langsung makanan yang ada di dalamnya. Untung karena Ramadan, jadi makanan dibawa pulang dan kami bisa mengecek,” tulis N di WAG tersebut.
Anggota WAG lainnya, berinisial W, mempertanyakan kinerja bagian quality controller, ahli gizi dan tim lainnya pada SPPG Tulusrejo II. Bahkan, sertifikat laik higienis sanitasinya (SLHS) turut dipertanyakan juga. Warga berharap Dinkes Kota Malang segera turun tangan, agar tidak terjadi lagi.
“Kami memantau sekaligus mendapatkan informasi beragam soal keluhan MBG ini di Kota Malang. Permasalahannya ya bervariasi, kami berharap pemerintah bisa evaluasi kepada SPPG yang bermasalah seperti ini,” sebut W.

KECOLONGAN: Inilah salah satu menu buah pada MBG yang kedapatan ulat hidup. Menu itu diproduksi oleh SPPG Tulusrejo II Lowokwaru. (Foto: Istimewa)
Dikonfirmasi terpisah, Owner SPPG Tulusrejo II Lowokwaru, Yeni Dewi M, mengakui keteledoran dan kurang telitinya dalam memproduksi MBG. Aktivitas produksi itu sendiri berlangsung mulai 21.00 WIB hingga jelang Subuh.
“Atas nama SPPG Tulusrejo II Lowokwaru, kami mengaku salah sekaligus memohon maaf kepada warga Kota Malang. Khususnya penerima manfaat MBG.”
“Kami akan lebih meningkatkan safety bahan-bahan sebelum diproses. Pelajaran hari ini, menjadi cambuk kami untuk lebih hati-hati dan teliti lagi,” jelas Yeni kepada Malang Post, Selasa (3/03/2026).
Dijelaskannya, buah yang menjadi salah satu menu di MBG yang ditemukan ulat masih hidup, merupakan belanja langsung pada petani di Kota Batu. Besar kemungkinannya saat sortir buah dari sekian banyaknya yang dicuci dan dibersihkan, bisa jadi ada satu atau dua yang kelewatan sortir.
“Kami pada SPPG Tulusrejo II ini, senantiasa menjaga kualitas dalam segala hal. Kami juga sudah berulangkali mengingatkan anak buah yang gabung di SPPG Tulusrejo II, agar lebih teliti atau awas pada produk yang akan diolah sebelum dikemas,” terang dia.
Disinggung apakah kejadian ini baru kali pertamanya terjadi di SPPG Tulusrejo II Lowokwaru, Yeni membenarkan. Sempat juga di SPPG miliknya yang berada di Buring, ditemukan ulat pada sayuran. Tetapi sudah terdeteksi sejak sebelum dimasak, jadi bisa diamankan.
“Kami mesti wanti-wanti kepada semua petugas di dapur SPPG, agar lebih teliti dan seksama. Menu yang kami sajikan nilai porsinya, bisa dikatakan lebih dari standart. Karena ini program pemerintah, kami berupaya memberikan yang terbaik,” tandasnya. (Iwan Irawan/Ra Indrata).




