RATUSAN JUTA: Konser amal Jazz Parlemen di halaman Kantor DPRD Kabupaten Malang, berhasil mengumpulkan donasi untuk korban banjir di Aceh dan Sumatera, sebesar Rp410 juta. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Konser amal Jazz Parlemen pada Minggu (1/2/3036) malam, di halaman Kantor DPRD Kabupaten Malang, disambut antusias pada undangan dan masyarakat. Tak heran, donasi yang dikumpulkan bahkan tembus hingga Rp410 juta.
Jazz Parlemen DPRD Kabupaten Malang, mulai dibuka sekitar pukul 20.30 WIB. Dari pengumuman host acara, saat pembukaan saja sudah terkumpul donasi lebih dari Rp30,2 juta.
Donasi bisa langsung dilakukan melalui scan QRIS, yang sudah disiapkan panitia di atas meja tamu undangan. Donasi juga diterima secara tunai, yang dilayani langsung petugas.
Berselang sekira tiga jam berikutnya, host acara kembali mengumumkan, dana donasi yang terkumpul bertambah signifikan. Menjadi lebih dari Rp399 juta.
Konser amal Jazz Parlemen ini selain dipadati jamaah Maiyah, juga masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Malang.
Ketua Panitia Jazz Parlemen, Zulham Akhmad Mubarrok menyampaikan, ide menggelar melodi kemanusiaan ini, berawal dari perbincangan sederhana dalam perjalanan bersama di dalam taksi sejumlah anggota DPRD Kabupaten Malang belum lama ini.
“Kami lalu berinisiatif kompak bersama 50 anggota dewan di sini, mempersembahkan Suluk Humanisme malam ini.”
“Kita berkumpul untuk berdonasi, guna mengobati luka saudara yang sedang terdampak bencana di Aceh dan Sumatera,” kata anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan ini.
Beberapa donasi dalam jumlah besar, juga diumumkan langsung dari atas panggung acara. Seperti dari Bupati Malang, HM Sanusi dan Sayap Mas Gondanglegi. Masing-masing mendonasikan Rp100 juta.
Bersamaan ini, juga dilakukan lelang amal karya lukisan dan batik tulis kepada para undangan. Hingga ditutup acara, panitia resmi membukan donasi mencapai Rp410 juta.
Di sela acara, diselingi lantunan tembang gamelan KiaiKanjeng. Diantaranya, tembang Timbo Ati sarat pesan tentang amalan spiritual dan kebaikan, untuk mendapatkan ijabah dan keberkahan Allah SWT.
Noe Letto Jadi Bintang Jazz Parlemen
Sabrang Mowo Damar Panuluh, atau yang lebih dikenal Noe Letto, hadir di tengah-tengah acara konser amal Jazz Parlemen DPRD Kabupaten Malang, malam itu.
Beberapa tanggapan kritis disampaikan Noe secara terbuka, dalam selingan dialog bersama pemantik pakar Komunikasi Politik, yang juga akademisi FISIP Universitas Airlangga, Dr. Suko Widodo.
Noe Letto menyinggung nilai mendasar dari Sila Pancasila, yakni gotong royong. Ia juga mengapresiasi adanya konser amal Jazz Parlemen yang diinisiasi DPRD Kabupaten Malang malam ini.
“Gotong royong seperti bisa muncul lebih lebih sistemik. Jangan hanya menunggu, karena terjadi bencana,” kata Noe.
Dialog terbuka kemudian berlanjut, mengenai komitmen dewan pada rakyat. Berbagai tanggapan disampaikan pejabat DPRD yang hadir. Secara bergantian, mulai dari Ketua Komisi E DPRD Jatim, Sri Untari Bisowarno, Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi, dan anggota dewan lainnya dari sejumlah Fraksi.
Noe Letto lalu melanjutkan tanggapannya, bahwa trust (kepercayaan) rakyat pada pemerintah dan dewan sangat penting.
“Trust pada transparansi, konsistensi dan integritas yang harus selalu jaga,” demikian Sabrang ‘Noe Letto’.
Tembang andalan yang populer dibawakan Emha Ainun Najib “Lir Ilir” memungkasi acara Jazz Parlemen ini sekira pukul 23.45 WIB. (Ra Indrata)




