MALANG POST – Keprihatinan mendalam mendorong Universitas Negeri Malang (UM) menggerakkan aksi kemanusiaan untuk membantu korban bencana alam di Pulau Sumatera. Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., menegaskan.
Bahwa penggalangan dana ini adalah wujud solidaritas seluruh sivitas akademika UM terhadap masyarakat yang terdampak di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
“UM telah berkomitmen untuk ikut bertanggung jawab serta peduli kepada saudara-saudara kita yang terkena bencana,” ujarnya.
Seluruh sivitas UM sepakat untuk meringankan beban korban melalui pengumpulan dana terkoordinasi. Donasi akan disalurkan melalui universitas mitra yang berada di wilayah terdampak.
Prof. Hariyono menegaskan, “Semua dana nantinya akan disalurkan kepada saudara-saudara kita yang berhak melalui mitra kerja sama.”
UM bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi, yakni Universitas Andalas (Unand), Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Negeri Medan (Unimed), Universitas Sumatera Utara (USU), dan Universitas Syiah Kuala (USK).
Pembagian donasi akan menyesuaikan dengan tingkat kerusakan dan dampak bencana di masing-masing provinsi. Hingga Selasa (9/12/2025), total donasi yang terkumpul mencapai Rp 300 juta.
Selain bantuan untuk masyarakat umum, UM juga memprioritaskan dukungan bagi mahasiswa UM yang berasal dari daerah terdampak.
“Kami sedang mencari data konkret, khusus untuk mahasiswa UM dari daerah bencana. Itu akan kami kelola,” jelasnya.
Prof. Hariyono menambahkan bahwa mahasiswa yang keluarganya terdampak dapat memperoleh keringanan bahkan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT).
UM juga membuka kemungkinan pemberian bantuan biaya hidup selama satu semester apabila diperlukan.
“Mudah-mudahan bantuan ini bisa membantu meringankan saudara kita yang mengalami musibah,” harapnya.
Langkah konkret ini menunjukkan bahwa kampus tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai keluarga besar yang peduli, saling menguatkan, dan siap hadir untuk saudara-saudara di saat dibutuhkan.
Perjalanan kemanusiaan UM ini menandai komitmen nyata agar harapan tetap tumbuh meskipun badai masih bergolak di tanah air. (M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




