Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Perusahaan Kota Batu Siap Bayar THR Tepat Waktu

Foto Ilustrasi

AMEG – Pemerintah pusat telah mengeluarkan wejangan, mengenai pembayaran THR (Tunjangan Hari Raya) keagamaan pada tahun 2021 ini harus diberikan secara penuh, tak boleh nyicil dan harus dibayar tepat waktu. 

Wejangan itu, telah tertuang dalam surat edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor M/6HK.04/lV/2021 tentang pelaksanaan pemberian tunjangan hari raya keagamaan tahun 2021 bagi pekerja/buruh di perusahaan.

Baca Juga ----------------------------

Wakil Ketua Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) Kota Batu, Krisnanto menyatakan pihaknya akan mematuhi peraturan tersebut. Itu karena, jika hal tersebut sudah menjadi keputusan pemerintah dan telah tertuang dalam SE. Maka bagaimanapun juga harus tetap dijalankan. 

“Kami selaku Apindo telah menghimbau kepada seluruh anggota Apindo Kota Batu terkait SE tersebut. Meski begitu, kami kembalikan kepada kebijakan masing-masing perusahaan,” kara Krisnanto kepada ameg.id Selasa (27/4).

Meski begitu, pihaknya sangat yakin rekan-rekan pengusaha di Kota Batu mamou memenuhi ketentuan tersebut. Karena pada prinsipnya pemenuhan THR ini adalah hak bagi karyawan. 

“Seperti apapun bentuknya SE terebut, saya pikir pihak perusahaan bisa memahami. Serta, para karyawan dengan situasi dan kondisi seperti ini juga bisa memahami,” katanya. 

Baca Juga ----------------------------

Disisi lain, dalam pembayaran THR ini kedua belah pihak antara perusahaan dan karyawan harus bisa menemukan win-win solution terbaik bagi kedua belah pihak. Pihaknya juga mengungkapkan bahwasanya anggota Apindo di Kota Batu merupakan pengusaha perhotelan. 

Dengan adanya situasi pandemi seperti ini, ditambah lagi dengan adanya penutupan akses mudik lebaran. Otomatis juga sangat berpengaruh terhadap pendapatan. Karena di Kota Batu dalam situasi seperti ini hanya bisa mengandalkan wisatawan lokal. 

“Wisatawan lokalpun juga didominasi oleh pengunjung dari kawasan Malang Raya. Sehingga hal tersebut dimungkinkan akan menjadi hambatan,” ungkap dia. 

Meski begitu, pihaknya tetap berharap dengan adanya himbauan yang telah diberikan sebelum-sebelumnya perusahaan yang menjadi anggota Apindo bisa mengikuti. Dia mengungkapkan, setelah diberi himbauan respon para pengusaha itu sangat positif. Serta mau mengikuti aturan yang ada. 

Baca Juga ----------------------------

Sementara itu, untuk masalah penangguhan THR, pihaknya merasa tak akan sampai terjadi hal semacam itu. Karena selama win-win solution bisa didiskusikan antar kedua belah pihak. Dirasa tidak akan timbul sebuah masalah. 

“Yang jelas jika ada permasalahan, kami menginstruksikan kepada Apindo Kota Batu untuk mendiskusikan terlebih dahulu,” terangnya. 

Pada intinya, ia menekankan, jika secara aturan yang berlaku mengenai pembayaran THR sudah ada. Maka otomatis siap tidak siap ya harus siap. Namun untuk mekanismenya ia mengembalikan kepada perusahaan dengan kondisi dan situasi seperti ini. 

“Harapan kami semua anggota Apindo siap. Namun memang situasinya sulit seperti ini,” tandasnya. 

Kabid Tenaga Kerja DPMPTSPTK Kota Batu, Adiek Imam Santoso mengatakan, bagi perusahaan yang masih terdampak Covid-19. Perusahaan tersebut harus membuat laporan keuangan perusahaan sebagai bukti. Selain itu, pihaknya juga akan memfasilitasi serikat kerja dengan asosiasi pengusaha di Kota Batu. Untuk melakukan dialog dan mendapatkan solusi terbaik. 

“Kalau masih beralasan tidak mampu harus ada bukti keuangan mereka. Nanti kami juga fasilitasi untuk dialog tripartit agar bisa menemukan solusi terbaik. Bagaimana win-win solutions-nya,” tegasnya.

Sementara itu, mengenai sanksi pelanggaran pembayaran THR keagamaan. Jika perusahaan terlambat membayar THR. Maka perusahaan akan diberikan denda sebesar lima persen dari total THR yang harus dibayarkan. 

Sedangkan untuk perusahaan yang tak membayar THR, secara otomatis akan diberikan sanksi administratif. Contohnya seperti, teguran tertulis, pembatasan kegiatan usaha, penghentian sementara sebagian atau seluruh alat produksi dan pembekuan kegiatan usaha. 

“Yang perlu digaris bawahi, pemberian denda kepada perusahaan tak menghilangkan kewajiban perusahaan untuk membayar kewajiban THR kepada para pekerja,” tandas Dedek. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malangpost – Setelah Apel Gelar Pamor Keris pada Senin ( 24/1/2022 ) di halaman Balaikota Malang, tim gabungan Pamor Keris langsung menindaklanjuti dengan mengadakan...

headline

Malang Post –   Polresta Malang Kota kembali menerima tiga aduan baru dari 3 korban pelecehan seksual guru tari di wilayah Klojen. Tiga korban...

Malang Raya

Malang Post —  Bumdes memiliki peran vital menggerakkan perekonomian desa. Pasca ditetapkan menjadi Manajer Unit Pertanian dan Perikanan (UPP) Bumdes Joloarto Kecamatan Turen Kabupaten...

Malang Raya

Malangpost – Babinsa Kidul Dalem, Serda Gunawan bersama Dinas Sosial Kota Malang, bakti sosial di rumah warga Kidul Dalem.Yaitu, kediaman dari Subali, 74, warga...

News

Malang Post –  Lingkungan Umar Maksum RT 01/RW 02, Kedungkandang, Selasa (25/1/2022) siang mendadak geger saat ditemukan mayat di bawah jembatan sungai Amprong. Usai...

Beauty

Malangpost – Setiap wanita tentunya akan memiliki gaya dan jenis pakaian wanita yang tidak sama. Ada yang suka dengan gaya feminim dan ada yang lebih suka...

Malang Raya

Malang post – Kemenkumham korwil Malang deklarasi janji kinerja 2022 di Lapas Wanita Klas IIA Malang, Selasa (25/1). Jajaran samping, yaitu Kodim 0833 Kota...

Wisata

Malang Post – Februari adalah bulan yang sangat dinanti, karena terdapat momen spesial yang tepat untuk berkumpul bersama orang terkasih atau kerabat dekat. Disambut...