Connect with us

Hi, what are you looking for?

Pendidikan

Usung Kisah Perjuangan Anak Sembuhkan Ayahnya, Mahasiswa UMM Sabet Juara Satu Kompetisi Film Nasional

AMEG – Setelah berhasil menyabet penghargaan di festival film pendek Indodax Short Film Festival pada 2020, Meraki Visual kembali mengharumkan nama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di kancah nasional. 

Kali ini Meraki berhasil meraih juara satu dalam Yamaha Musik Short Movie Competition, yang digelar Selasa 30 Maret 2021 dengan film berjudul Rekah.

Baca Juga ----------------------------

Film Rekah sendiri mengisahkan tentang perjuangan seorang anak yang ingin menyembuhkan ayahnya dari penyakit stroke ringan dengan menggunakan terapi musik. 

Sutradara film Rekah, Kiki Rahma Ardiansyah, berkata bahwa ide cerita tersebut diperoleh dari sang penulis naskah film Ardian Esa Ramadhan Wahyudy.

“Awalnya kami satu tim berdiskusi untuk membuat cerita yang bertema musik. Lalu Ardian memiliki ide untuk menghadirkan perjuangan seorang anak yang awalnya tidak  berbakat di bidang musik, namun akhirnya belajar musik demi menyembuhkan sang ayah,” kata mahasiswa kelahiran Malang tersebut.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi tersebut bercerita pembuatan film Rekah memakan waktu satu bulan dari sebelum produksi hingga menjadi sebuah film. 

Namun untuk proses produksinya sendiri hanya memakan waktu satu hari. Meski begitu, ia dan tim menemui banyak kendala dalam proses pembuatannya.

“Karena kami syutingnya hari Jumat, kami harus mulai dari pagi untuk menghemat waktu. Selain itu, film ini hanya terdiri dari dua scene dan masing-masing hanya mengambil satu shot saja. Kami juga harus mengambil gambar berulang kali karena objek susah difokuskan,” jelas anak terakhir dari dua bersaudara tersebut.

Sementara itu, produser film Rekah, Udaimatun Nur Farahin menjelaskan banyak pihak yang membantu hingga mereka bisa memenangkan kompetisi tersebut.

Peran sponsor sangat membantu untuk pendanaan di setiap divisi. 

“Pada awal Meraki baru terbentuk, kami menggunakan dana pribadi untuk membuat film. Namun sekarang sudah ada sponsor yang membantu kami. Sekarang, kami juga telah memiliki kas sendiri untuk kegiatan produksi film yang akan datang,” ujar Farah. 

Farah dan kru juga memiliki keinginan besar untuk membuat Meraki menjadi wadah bagi semua yang ingin belajar tentang film dan ingin mengembangkan bakatnya di dunia perfilman. 

“Kami berharap bisa menghasilkan karya-karya lainnya. Semoga dengan hadirnya Meraki dapat memacu lahirnya banyak film maker baru di Malang,” pungkas mahasiswa Ilkom UMM tersebut.

Selain Kiki, Farah dan Ardian, ada tujuh kru lainnya yang ikut membuat film Rekah yaitu M. Mizan Sya’ Roni, Dwi Cahyo Septoadi, Muhammad Ammar Nashshar Yusuf, Two Bagus Surya Saputra, Aldi Novandi Putra, Reyhan Rahmadhan, dan Izzuddin Febrianta. (yan) 

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Pendidikan

Malang Post – Mahasiswa baru (maba) dari berbagai daerah Nusantara turut serta dalam gelaran Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Event tahunan...

Pendidikan

Malang Post – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus mengembangkan cita-cita center of excellence-nya. Dalam upaya meningkatkan kualitasnya sebagai universitas Islam terbaik dunia. Kali ini...

Nasional

Malang Post – Aplikasi yang dikembangkan oleh pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yakni aplikasi telah digunakan oleh 39,88 juta pengguna. Aplikasi PeduliLindungi...

Pendidikan

Malang Post – Komitmen menjalankan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dijalankan Prodi Peternakan, Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Memperbanyak kerjasama...

Pendidikan

Malang Post — Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan kasus diabetes tertinggi. Dari tahun ke tahun, pravelensi diabetes terus mengalami peningkatan. Melihat fenomena tersebut,...

Pendidikan

Malang Post – Pemerintah Republik Indonesia telah lama mendorong penggunaan energi terbarukan. Namun kenyataannya, masih banyak masyarakat yang menggunakan energi primer. Seperti minyak bumi dan...

Pendidikan

Malang Post – Carpal tunnel syndrome (CTS) merupakan penyakit yang terjadi akibat terhimpitnya saraf di pergelangan tangan. Sindrom ini, umumnya ditemui pada orang-orang yang sering...

Pendidikan

Malang Post – Berbagai peningkatan dan pengembangan senantiasa dilakukan oleh Kampus Putih. Salah satunya mengembangkan Test of Academic English Proficiency (TAEP) sejak tahun 2014....