Connect with us

Hi, what are you looking for?

Nasional

Dana BOS Tergantung Kepsek

DANA SEKOLAH: Dialog Publik bertema Kebijakan BOS Reguler dan DAK Fisik untuk Peningkatan Mutu Operasional Sekolah, dilaksanakan. (Foto: KPCPEN)

Jakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), telah mengumumkan kebijakan terkait skema penyaluran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik untuk tahun 2021.

Mekanisme penyaluran dana BOS langsung ke sekolah sejak tahun lalu, telah menerima tanggapan positif. Juga berhasil mengurangi tingkat keterlambatan dana sekitar 32 persen. Atau tiga minggu lebih cepat dibandingkan tahun 2019.

‘’Sejak 2020, anggaran BOS sudah berbeda dengan tahun sebelumnya. Kebijakan Mendikbud, anggaran BOS bisa disalurkan langsung ke sekolah. Tujuannya, sekolah tidak terlambat menerima dana BOS. Untuk tahun 2021 ini, dana BOS diberikan berdasarkan jumlah siswa, dikalikan biaya per satuan pendidikan. Disesuaikan dengan tingkat kemahalan per Kabupaten/Kota,’’ terang Dr. Sutanto, S.H., M.A., Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbud, Jumat (26/3).

Mengenai indeks kemahalan yang dimaksud, kata Dr. Sutanto, adalah menggunakan kemahalan konstrukusi yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS). Sementara untuk pemanfaatannya, pemerintah menyerahkan tanggung jawab sepenuhnya kepada sekolah (kepsek).

‘’Petunjuk teknis (Juknis) BOS 2021, sangat membantu sekolah di masa pandemi. Untuk mewujudkan pendidikan yang baik. Sementara sekolah-sekolah dituntut pembelajaran jarak jauh (PJJ). Cara berpikir kita harus cerdas dalam mengatur dana BOS yang ada,’’ tutur Hariyati S.Pd., M.Pd. Kepala SMP Negeri 1 Salatiga, dalam kesempatan yang sama.

Pernyataan Hariyati pun dibenarkan oleh Dr. Susanto. ‘’Kondisi pandemi ini memang memaksa sekolah untuk beradaptasi. Seperti yang ibu Hariyati sampaikan, pendidik berusaha untuk tetap memberikan layanan terbaik kepada siswa-siswanya, tentunya didukung dengan dana BOS,’’ tuturnya.

Dalam prakteknya, Hariyati menggunakan dana BOS, untuk membeli tablet dan meningkatkan sarana serta prasarana sekolahnya. Sehingga siswanya yang terhambat mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ), bisa dibantu dan didukung pihak sekolah.

‘’Bagi siswa kami yang mengalami hambatan sarana dan prasarana melakukan PJJ, kami pinjamkan perangkat tablet. Kami yang pengadaannya berasal dari BOS,’’ kisahnya.

Selain itu, Hariyati juga memanfaatkan dana BOS untuk meningkatkan kompetensi guru selama PJJ berlangsung saat pandemi.

‘’Karena kita harus bisa memberi pelajaran lebih menarik lewat PJJ ini. Kami menciptakan metode yang menarik agar siswa tidak bosan di rumah,’’ ungkapnya.

Memang menurut Dr. Susanto, dana BOS memberikan ruang kepada Kepala Sekolah untuk sepenuhnya mengatur dan bertanggung jawab atas segala pengularan sekolah.

‘’Kebijakannya dibuat fleksibel. Sehingga tidak ada batasan penggunaan. Bisa digunakan untuk peningkatan kompetensi guru, pengadaan sarana prasarana, untuk membayar jasa listrik, telepon, air, dan internet sekolah,’’ terangnya.

Untuk kemudahan yang diberikan kepada sekolah, Hariyati menyampaikan harapannya agar program yang sudah baik terus dilakukan pemerintah. Namun begitu, setelah guru dan tenaga pendidik menjadi prioritas vaksinasi pada tahap kedua ini, opsi bagi satuan pendidikan untuk menjalankan pelajaran tatap muka (PTM) terbatas sedang direncanakan Kemendikbud, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Dalam Negeri.Tentunya dengan memperhatikan kondisi pandemi dan menegakkan protokol Kesehatan yang ketat. ‘

’Kami menyadari bahwa pembelajaran yang paling efektif adalah pembelajaran tatap muka,’’ terang Dr. Susanto. (rdt)

Click to comment

Leave a Reply

You May Also Like

Socialnet

Ameg – Buat Nicole Kidman, tidak ada yang mengalahkan kenikmatan spa. Terapi yang mengombinasikan pijat dan berendam air panas itu […]

Wisata

AMEG – Jika Anda penikmat durian tidak lengkap rasanya jika belum mencicipi durian bidadari.  Buah beraroma khas ini berasal dari […]

Socialnet

BUAT Nicole Kidman, tidak ada yang mengalahkan kenikmatan spa. Terapi yang mengombinasikan pijat dan berendam air panas itu ampuh mengembalikan […]

headline

AMEG – Kepala Sekolah SD Negeri Kasin 1,  Budi Hartono menyatakan. Sebelum melaksanakan pembelajaran tatap muka, ada tahapan yang harus […]

Pendidikan

AMEG – Pandemi covid-19 mengubah segalanya. Termasuk karakter murid sekolah. Interaksi sosial yang bisa membentuk karakter, tak bisa optimal. Aktifitas […]

Malang Raya

AMEG – Di saat warga beragama Islam menjalankan Tarawih, warga Nasrani menjaga Kampung Wolulas Pegadaian/ RW 18, Turen, Kabupaten Malang. Seperti […]

Malang Raya

AMEG – Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang  Dr Henry Praherdhiono berpesan. Saat pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di […]

Malang Raya

AMEG – Sekjen Forum Komunikasi Komite Malang (FKKM)  Dihin Widarti, saat talkshow di Radio City Guide, menyampaikan. Angket terkait PTM […]

headline

AMEG – Bagaimana teknis masuk sekolah saat pandemi? Disdikbud Kota Malang sudah mengaturnya. Teknisnya mengacu pada SE Walikota Malang. Kepala […]

Malang Raya

AMEG – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Suwarjana hadir pada Talk Show di Radio City Guide 911 […]

headline

AMEG – Pemerintah Kota Malang telah mengizinkan sekolah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai 19 April 2021. Kebijakan ini tertera […]

%d bloggers like this: