Connect with us

Hi, what are you looking for?

Dahlan Iskan

Bukan Utang

DIREKTUR Utama LPI Ridha DM Wirakusumah (kanan) dan Presiden Jokowi

Oleh: Dahlan Iskan

Hal yang sudah jelas itu kemarin kembali dijelaskan: dana asing yang masuk ke SWF itu statusnya ekuitas, bukan pinjaman. Rupanya masih banyak yang terus mempertanyakan: apakah dana asing lebih Rp 100 triliun itu tidak menambah utang luar negeri yang sudah Rp 6.500 triliun.

Baca Juga ----------------------------

SWF itu nama panggilan Sovereign Wealth Fund. Nama resminya Indonesia Investment Authority (INA) atau LPI lembaga pengelola investasi. Dana lebih Rp 100 triliun itu masuk ke SWF dari berbagai negara. Yang jumlah itu masih akan terus bertambah. Ributnya bukan main. Maka direksi LPI yang baru berumur dua minggu perlu menegaskan lagi: bahwa itu bukan dana pinjaman. Itu dana investasi. Tidak akan menambah utang nasional.

Sejak penegasan itu mungkin tidak ada lagi yang mempertanyakan status dana tersebut. Dan lagi dana itu sebenarnya belum ada. Belum masuk beneran. Bentuknya masih komitmen. Itu pun belum jelas: komitmen lisan atau tertulis. Di dunia global komitmen seperti itu masih dengan mudah berubah  kecuali ada ‘’tawaran khusus’’ di balik komitmen tersebut. ‘’Tawaran khusus’’ itu tidak harus dalam bentuk return yang lebih tinggi. Bisa saja dalam bentuk konsesi yang kelihatan maupun yang gaib.

Yang jelas Menko Perekonomian Ir Airlangga Hartarto sudah memastikan dana sejumlah itu bakal masuk ke SWF. Menko Luhut Panjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir juga mengatakan hal yang kurang lebih sama. Pokoknya SWF akan jadi andalan baru pembangunan ekonomi kita. Khususnya pembangunan infrastruktur  yang menjadi ‘’panglima’’ di era Presiden Jokowi.

Yang belum dijelaskan adalah ini: di mana dana tersebut akan dicatatkan. Kalau itu sebagai ekuiti  bukan utang akan dicatat menjadi ekuitinya siapa. Pilihan pertama: menjadi ekuitinya SWF/LPI. Pilihan kedua: sebagai ekuiti titipan sementara. Pilihan ketiga: sebagai ekuiti di proyek yang dimasuki SWF. Yang mana?

Baiknya jangan dulu ditanyakan ke direksi SWF. Masih banyak pekerjaan rumah di sana. Kita tunggu saja kejelasan lebih lanjut. Merumuskan di mana ekuiti itu akan dicatatkan benar-benar tidak mudah. SWF bukanlah perseroan terbatas. Yang memiliki lembar saham. Yang setiap dana ekuiti masuk bisa dicatat sebagai saham.

SWF juga bukan lembaga keuangan seperti bank. Yang bisa mencatat dana luar dalam bentuk tabungan atau deposito. Yang SWF bisa memberikan bunga. “Saya juga belum tahu. Belum pernah ada penjelasan soal itu,” ujar Mohamad Misbakhun, anggota DPR di komisi keuangan.

Saya sendiri masih sulit membayangkan di mana ekuiti itu akan dicatat. Apalagi sifatnya akan dinamis. Dana tersebut tentu akan masuk ke SWF tidak bersamaan. Kalau dicatat sebagai ekuiti SWF berarti komposisi ekuiti akan terus berubah. Ataukah SWF akan membentuk banyak ‘’anak perusahaan?’’ Yang setiap kali masuk ke satu proyek, SWF membentuk badan usaha baru. Yang merupakan badan usaha patungan antara SWF dan investor asing. Di setiap proyek, SWF setor berapa dolar dan investor asing setor berapa dolar. Lalu badan usaha patungan itu yang akan jadi pemegang saham sementara atau permanen di proyek yang dimasuki.

Berarti akan ada banyak anak perusahaan SWF. Yang, sesuai dengan kemampuan SWF, mayoritasnya si investor asing. Berarti anak perusahaan itu akan berstatus PMA Penanaman Modal Asing. Ini akan menghadapi kendala besar. Kalau anak usaha PMA itu masuk ke salah satu BUMN yang sudah go public, berarti mayoritas saham BUMN tersebut akan menjadi di tangan asing. Itu akan punya dampak legal yang panjang.

Tapi bisa jadi dana dari anak perusahaan PMA tadi masuk ke salah satu BUMN bukan sebagai penyertaan modal. Bisa saja masuk sebagai MTN  Medium Term Note. Atau sebangsa itu. Dengan bunga yang menarik.

Begitu banyak jalan yang bisa diterobos di dunia bisnis. Asal uangnya ada. Uang itulah yang kita tunggu-tunggu. Ia bisa menjadi dewa penolong di tengah dunia yang lesu. Sebelum dana asing itu benar-benar masuk, janganlah terlalu banyak pertanyaan. Jangan sampai lebih banyak pertanyaannya dari pada jumlah uangnya.

Biarlah direksi berpikir keras bagaimana mengubah komitmen itu menjadi uang. Biarlah cukup waktu memikirkan bentuk pencatatan ekuiti itu nanti. Tapi, yang antre untuk mendapat uang itu sudah sangat panjang. Waskita Karya sudah terlihat ngebet menjual lima ruas jalan tol miliknya. Bahkan Pertamina sendiri sudah mengatakan perlu dana SWF sampai Rp 600 triliun. Agar proyek-proyek besarnya berjalan lancar.

Beranikah SWF melangkah? Sebelum dana asing itu masuk? Misalnya, beranikah SWF masuk ke jalan-jalan tol yang sudah beroperasi itu? Dengan memakai dulu uang yang sudah ada di SWF? Yang berasal dari APBN itu? Yang nilainya Rp 15 triliun itu?

Tentu akan ada orang kritis yang mempersoalkan: uang APBN itu asalnya dari dari pinjaman. Lalu untuk menolong BUMN lewat SWF. Maka Disway hari ini sebaiknya sampai di sini dulu. Nanti terlalu banyak pertanyaan yang harus dipikir. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Dahlan Iskan

DARI luar kelihatan tenang-tenang saja. Di dalamnya terasa sangat bergemuruh: kapan Muktamar ke-34 NU. Harusnya tahun 2020 lalu. Tapi ada Covid-19. Baca Juga ----------------------------...

Opini

Malangpost – Pandangan tentang bagaimana Muhammadiyah terlibat dalam politik kekuasaan bukanlah hal yang baru. Muhammadiyah dengan jelas menggambarkan bahwa sudah lama ada kelompok-kelompok yang...

Dahlan Iskan

Akhirnya saya temukan: siapa perancang fondasi bambu jalan tol tersulit di Indonesia itu: LAPI ITB. Di bawah pimpinan Ir Andi Kurnia Kartawiria. Saya juga...

Dahlan Iskan

SETELAH ada jalan tol Jakarta-Surabaya, kawasan Pati-Kudus-Rembang-Grobokan tiba-tiba seperti daerah pedalaman nan jauh. Dari Semarang: jauh. Dari Solo: jauh. Baca Juga ---------------------------- UMM-FURB Brazil Teken...

Hobby

Malangpost – Setiap orang pasti memiliki hobi yang berbeda dan beraneka ragam. Ada yang hobi memasak, mendengarkan musik, membaca buku, hingga mengoleksi suatu mainan...

Pendidikan

Malang Post – Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggelar wisuda Magister Terapan, Sarjana Terapan dan Diploma III Gelombang I Tahun Akademik 2020/2021secara virtual. Wisuda kali ini diikuti...

News

Malangpost – Dalam kegiatan TMMD 112 Kodim 0818/Malang-Batu kali ini, Salah satu sasaran fisik yang menjadi program TMMD ke 112 adalah pembuatan Bronjong. Pembuatan...

Ekobis

Malangpost – Kegiatan transfer uang antar bank merupakan salah satu jenis transaksi yang sering dilakukan oleh nasabah bank. Dalam kegiatan perbankan yang satu ini,...