Connect with us

Hi, what are you looking for?

Dahlan Iskan

Peluang Medsos

Stefani Reynolds-Getty Images-AFP PENGGAGAS pemakzulan terhadap Trump, (dari kiri) Madeleine Dean, Eric Swalwell, David Cicilline, dan Jamie Raskin di Gedung Capitol, Washington DC (13/1).

Oleh: Dahlan Iskan

Dalam hal darurat, kalau perlu pecahkan kaca jendela. Mantra itu diucapkan Jamie Raskin, dua tahun lalu. Ia lulus magna cum laude dari Harvard Law School. Profesor hukum itu kini anggota DPR. Sejak dua tahun lalu itu, ia melihat Presiden Trump itu berbahaya. Harus dibuat UU baru yang bisa mencopot presiden di tengah jalan. “Kita harus lakukan sesuatu,” ujar profesor 58 tahun itu.

Dua tahun kemudian yang memecahkan kaca jendela justru pendukung Trump. Tanggal 6 Januari lalu. Secara harfiah. Yang dipecah jendela kaca beneran. Jendela gedung Capitol, tempat Raskin merumuskan UU itu. Di hari yang bahaya itu, Raskin ke DPR mengajak anak perempuannya: Tabitha. Hari itu si gadis tidak mau pisah dengan bapaknyi. Tabitha masih trauma. Dia sangat sayang bapaknyi.

Bahkan Tabitha tidak mau bapaknyi masuk kerja. Dia melihat keadaan politik sangat berbahaya. Bapaknyi, yang dikenal anti Trump, bisa jadi korban. Tabitha sampai ngamuk pagi itu. Yakni ketika bapaknyi terlihat tetap akan pergi, naik mobil.

Rumah mereka di negara bagian Maryland. Hanya sepelemparan batu dari Washington DC. Sehari sebelumnya keluarga ini memang baru menguburkan kakak laki-laki Tabitha. Yang meninggal beberapa hari sebelumnya: bunuh diri. Sang ayah sebenarnya juga masih sangat terpukul. Di lengan bajunya masih bertanda hitam seperti tanda dari luka khas keluarga Yahudi.

Tommy, yang bunuh diri di umur 25 tahun itu, anak yang sangat cerdas. Ia kini tahun kedua di Harvard  untuk S-2 bidang hukum. Tommy mestinya akan bisa menjadi ahli hukum seperti Raskin profesor hukum tata negara. Tapi anak itu mengalami depresi. Bunuh diri. Tabitha tidak ingin hari berikutnya adalah hari pengunduran sang bapak. Tapi sang bapak tidak bisa absen. “Saya harus ke Capitol. Saya sudah disumpah untuk menegakkan konstitusi,” ujar sang ayah. Apalagi ia sudah ditunjuk sebagai ketua tim perumusan UU. Termasuk waktu impeachment dulu. Dan impeachment sekarang ini.

DOKUMEN JAMIES RASKIN
KELUARGA anggota Kongres AS Jamie Raskin, (dari kiri) Tabitha Raskin, Tommy Raskin, Jamie Raskin, Hannah Raskin, dan Sarah Bloom Raskin.

Acara sidang hari itu sendiri adalah pengesahan Joe Biden sebagai presiden terpilih. Yang dulu-dulu acara seperti itu hanya formalitas. Empat tahun lalu, di acara pengesahan yang sama untuk Presiden Trump, Raskin termasuk yang menolak Trump disahkan. Alasannya: Pilpres kali itu disusupi Rusia. Tapi tidak sampai heboh-heboh. Penolakan biasa. Kali ini beda. Sejak sehari sebelumnya ribuan pendukung Trump sudah membanjiri Washington DC. Keadaan sudah tegang. Sang ayah akhirnya mengajukan jalan kompromi kepada gadisnya: Si Gadis diajak ke Capitol. Agar tetap bisa terus bersama. Ketika sang ayah bersidang, si gadis menunggu di ruang lain.

Ketika pendukung Trump memecahkan kaca Capitol sidang masih berlangsung. Raskin kepikiran anak gadisnya. Ia cari di ruang lain. Ketemu. Lagi sembunyi di bawah meja. Raskin mendengar teriakan semakin dekat. “Gantung Mike Pence,” bunyi teriakan itu. Itulah nama wakil presiden. Yang dianggap berkhianat kepada Trump. Sebenarnya Pence tidak berkhianat. Sudah empat tahun ia setia sambil menahan diri. Tapi hari itu ia tidak bisa tidak mengesahkan kemenangan Biden. Memang ia ketua sidangnya. Dan Trump berharap banyak.

“Tangkap Nancy Pelosi!” teriak yang lain. Ketua DPR ini memang lawan bebuyutan Trump. Ayah-anak itu pun bertemu. Berangkulan. Lalu pindah ke tempat persembunyian. Bersama anggota Kongres lainnya. Ruangan persembunyian ini tanpa jendela. Sampai sekarang masih dirahasiakan di sebelah mana. Raskin merasa tidak aman: banyak yang tidak pakai masker. Yakni yang dari Partai Republik. Lima orang akhirnya memang terkena Covid. Hasil dari persembunyian itu.

Istri Raskin adalah ahli keuangan. Yang bekerja di bank sentral. Bahkan pernah diusulkan oleh Presiden Barack Obama untuk naik tinggi: salah satu pimpinan bank sentral. Profesor Raskin lah yang juga akan mengawal impeachment kepada Trump sekarang ini. Yang sudah disetujui DPR. Tapi hasil itu belum diajukan ke Senat. Tidak ada batas waktu kapan harus diajukan ke Senat. Kalau diajukan sekarang bisa tidak sempat. Rabu lusa sudah pelantikan Presiden Biden. Dan lagi, kalau diajukan sekarang bisa-bisa ditolak Senat yang masih dikuasai partai Republik. Padahal perlu persetujuan 2/3 anggota Senat. Senat wajib menyidangkan ajuan DPR itu di hari kedua setelah diajukan. Maka kemungkinan besar putusan DPR itu belum akan diajukan ke Senat. Dalam waktu dekat. Pun mungkin belum dalam 100 hari ke depan. Agar tidak mengganggu konsentrasi “100 hari pertama program Biden”.

Sambil pula menunggu pelantikan dua anggota Senat baru. Hasil Pileg putaran kedua di Georgia. Yang dua-duanya sudah dimenangkan Demokrat. Yang satu seorang Pastur, orang hitam pertama mewakili Georgia. Yang kedua, seorang wartawan muda, orang Yahudi pertama mewakili Georgia. Keduanya baru akan dilantik sebulan lagi. Itu akan membuat kursi Demokrat-Republik 50-50.

Lalu Wakil Presiden yang jadi penentu kebetulan Kamala Harris dari Demokrat. Begitulah konstitusi Amerika. Mike Pence juga sering jadi penentu kalau pemungutan suaranya seri. Trump sendiri sudah pasti tidak mau hadir di pelantikan presiden. Tapi ia sudah mau meninggalkan Gedung Putih. Yakni Rabu pagi-pagi. Ketika Biden sudah berangkat ke acara pelantikan. Di jam itu ia naik helikopter kepresidenan dari halaman Gedung Putih menuju Pangkalan militer di Maryland. Upacara pelepasan dilakukan di situ. Mintanya: harus dengan upacara militer. Juga, pakai karpet merah. Dan harus: dengan tembakan 21 kali. Mudah-mudahan suara tembakannya tidak sampai kedengaran dari halaman Capitol tempat Biden dilantik. Atau arah anginnya saja yang diatur. Agar tidak membawa suara itu ke tempat Biden dilantik.

Pangkalan militer itu memang hanya kurang 10 menit dari Gedung Putih. Atau setengah jam naik mobil. Dari pangkalan militer ini, Trump akan terbang dengan pesawat kepresidenan ke rumah pribadinya: Marg-a-Lago, di Florida. Yang mulai juga dipersoalkan oleh Pemda di sana keabsahan izin-izin kegunaannya. Trump pun sejak itu menjadi orang sipil. Mungkin dilupakan. Diabaikan. Dihujat. Atau diproses secara hukum kalau ia belum sempat mengeluarkan dekrit pengampunan Presiden untuk dirinya sendiri.

Mungkin juga, ia yang justru akan banyak menggugat. Itu bagian dari hobinya: menggugat siapa saja. Atau ia masih akan terus di politik: yakni berusaha bagaimana harus menguasai partai Republik. Agar menjadi miliknya. Dan keluarganya.

Kembali ke bisnis? Entahlah. Bank-bank mulai menutup pintu untuknya. Termasuk bank yang selama ini memberi kredit terbesar padanya: Deutsche Bank. Atau ia akan memprioritaskan membangun platform medsos sendiri. Dengan modal jualan aset lama. Atau patungan dengan investor. Ia tampak begitu terpenjara tanpa Twitter, Facebook, Instagram, dan YouTube. Mereka memblokir Trump secara permanen. Sejak peristiwa Capitol itu.

Ini peluang bagi developer medsos dari Indonesia. Bisa mengajukan konsep pesaing Twitter kepadanya. Ini peluang besar. Mumpung Trump lagi emosi. Apalagi Trump punya network di Indonesia. Bisa lewat network itu mestinya. Saya pun semangat sekali menuliskan ini. Seperti lupa kalau lagi jadi pasien Covid-19 dengan status strong positif. (*)

Click to comment

Leave a Reply

You May Also Like

Dahlan Iskan

Oleh: Dahlan Iskan Laju kenaikan harga saham Tesla akhirnya terhenti. Tahun lalu saham Tesla naik gila-gilaan: lebih dari 100 persen. Itu membuat pemilik Tesla...

News

Blitar – Hujan deras menyebabkan tanah longsor di sekitar jalur kereta api pada Minggu 7 Maret 2021 pukul 16.54. Longsor terjadi pada petak jalur Stasiun Pohgajih...

Dahlan Iskan

Oleh: Dahlan Iskan Ini juga kongres luar biasa, tapi yang luar biasa adalah salah satu agendanya: membangun jalan tol dari Beijing ke Taipei. Harus...

Arema

Malang – Tiga dari empat pemain Arema FC Women, memenuhi panggilan pelatih Timnas Indonesia Putri, Rudy Eka Priyambada. Mengikuti training center (TC), 8-31 Maret...

headline

RUMAH-rumah dan praktisi yoga di Malang Raya ramai-ramai membantah kabar viral bahwa yoga tantra bertujuan orgasme seksual.  Sesal itu akibat adanya rencana kelas Yoga...

Malang Raya

Malang –  Monic, salah seorang instruktur yoga yang mendirikan studio yoga di Jalan Terusan Dieng No. 65. Kecintaannya pada yoga berawal dari  keisengan di...

Kriminal

Surabaya – Dalam kasus yang pertama, terpidana Rendra Kresna dibebani uang pengganti (UP) sebesar Rp 5,4 miliar. Sudah dicicil Rp 1,6 miliar, jadi masih...

Malang Raya

Batu – Lansia dan Tenaga Pendidik (Tendik) Kota Batu boleh lebih lega. Pasalnya, mulai Senin (8/3) mereka akan mulai divaksin covid. Setelah kemarin Sabtu...

headline

Malang – Semakin ambles. Itu kondisi jalan provinsi di Dusun Ngroto, Desa Lebaksari, Pujon, Kabupaten Malang. Minggu (7/3) masih ditutup total bagi kendaraan roda...

Malang Raya

Malang – Hingga akhir pekan kemarin, proses vaksinasi di Kota Malang, terus berjalan. Sasaran untuk vaksinasi tahap kedua ini, adalah mereka yang bekerja di...

News

Jakarta – Sejauh pelaksanaan vaksinasi bagi warga lanjut usia (lansia), belum ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang berat. Hanya gejala ringan, yang dialami...

News

Malang – PT Agro Mitra Alimentare (AMA), menyalurkan bantuan kepada sejumlah warga Kabupaten Malang. Perusahaan ini adalah produsen suplemen kesehatan probiotik Pro Em-1. Bantuan...

%d bloggers like this: