PURNA TUGAS: Sekda Budiar Anwar, ketika menyerahkan SK Pensiun kepada perwakilan ASN yang bakal purna tugas di Pendopo Agung Kabupaten Malang. (Foto: Prokopim Sekda Kab. Malang)
MALANG POST – Mewakili Bupati Malang, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar menyerahkan secara simbolis 115 SK Kenaikan Pangkat dan 60 SK Pensiun saat memimpin Apel Pagi di Halaman Pendopo Agung Kabupaten Malang pada Senin (27/7/2026) pagi, sekaligus menginstruksikan seluruh ASN untuk mendongkrak kinerja dan menghapus praktik pungli dalam pelayanan publik.
Suasana Halaman Pendopo Agung Kabupaten Malang, Senin (27/7/2026) pagi, tampak berbeda. Terik matahari pagi menyinari barisan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengikuti Apel Pagi.
Mewakili Bupati Malang Sanusi, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar Anwar, berdiri di podium utama memimpin jalannya apel. Tak sekadar rutinitas Senin pagi, momen ini dirangkai dengan penyerahan dokumen penting bagi perjalanan karier para abdi negara.
Sebanyak 115 PNS menerima Surat Keputusan (SK) Kenaikan Pangkat periode Agustus secara simbolis. Di saat yang sama, 60 PNS menerima SK Pensiun sebagai tanda purna tugas setelah puluhan tahun mengabdi.
Bukan cuma urusan kepegawaian. Pemkab Malang juga menyelipkan penyerahan Penghargaan ASN Bestari kepada peraih Juara I Tilawah Al-Qur’an MTQ Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026. Sebuah simbol lahirnya karakter ASN yang berprestasi sekaligus menginspirasi.
Dalam arahannya, Sekda Budiar menegaskan bahwa kenaikan pangkat jangan cuma dimaknai sebagai perubahan status atau kenaikan gaji belaka. Ada tanggung jawab moral dan profesionalisme yang jauh lebih besar di baliknya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar Anwar. (Foto: Prokopim Sekda Kab. Malang)
“Saya instruksikan agar saudara langsung membuktikan tantangan ini dengan meningkatkan kinerja. Bekerjalah lebih cepat, lebih cerdas, dan ciptakan terobosan baru di unit kerja masing-masing,” tegas Budiar di hadapan ratusan peserta apel.
Bagi mereka yang memasuki masa purna tugas, Sekda menyampaikan rasa hormat dan terima kasih mendalam. Dedikasi puluhan tahun membangun Kabupaten Malang adalah warisan berharga yang tak ternilai.
Pensiun, kata Budiar, bukanlah akhir dari pengabdian. Pengalaman, ilmu, dan kebijaksanaan para purnatugas masih sangat dibutuhkan di tengah masyarakat.
Lecutan keras juga diarahkan kepada seluruh ASN yang masih aktif. Disiplin harus dimulai dari hal terkecil: hadir tepat waktu di apel pagi. Pelayanan publik harus bersih, transparan, dan bebas dari praktik pungutan liar (pungli).
“Apel pagi adalah cerminan awal kedisiplinan ASN. Pelayanan publik yang berkualitas hanya terwujud jika seluruh aparatur bekerja penuh tanggung jawab, bebas pungli, serta memberikan pelayanan yang cepat, mudah, dan transparan,” ungkapnya.
Budiar juga mewanti-wanti agar seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) membongkar ego sektoral. Pembangunan Kabupaten Malang tidak bisa digarap sepotong-sepotong. Butuh kolaborasi dan sinergi lintas sektor.
Apel pagi yang khidmat itu pun usai. Meninggalkan pesan kuat: birokrasi Kabupaten Malang dituntut bergerak lebih cepat, adaptif, dan benar-benar berorientasi melayani rakyat demi mewujudkan daerah yang makin maju dan makmur. (PKP/Ra Indrata)




