Connect with us

Hi, what are you looking for?

Opini

Komunikasi di Era Revolusi Industri 4.0

Salah satu kebutuhan manusia selain sandang, pangan dan papan yaitu adalah komunikasi. Manusia itu komunikatif dan makhluk rasional, mereka adalah makhluk teleologis, yang artinya mereka berjuang melalui pekerjaan dan komunikasi, untuk mencapai tujuan yang ditentukan.

Dengan berkomunikasi, manusia menghubungkan struktur masyarakat dengan pengalaman sehari-hari. komunikasi melalui individu menginformasikan diri mereka sendiri, jaringan, dan (kembali) menghasilkan hubungan sosial. Komunikasi menjadi pondasi atau dasar untuk menggali sebuah informasi, jika terjadinya komunikasi yang buruk makan akan terjadinya ketidakberaturan.

Baca Juga ----------------------------

David K. Berlo mendefinisikan komunikasi sebagai instrumen dari interaksi sosial, yang berguna untuk mengetahui dan memprediksi sikap orang lain, serta mengetahui keberadaan diri sendiri, dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan keseimbangan dalam masyarakat.
Teori komunikasi ini berbeda dengan cara mereka berteori komunikasi.

Komunikasi dikonseptualisasikan:
– Sebagai wacana (pendekatan retoris)
– Tanda (semiotik)
– Dialog (fenomenologi)
– Pemrosesan informasi (sibernetika)
– Interaksi (psikologi sosial)
– Produksi (kembali) tatanan sosial (pendekatan sosio-budaya)
– Kritik dan refleksi diskursif (teori kritis).
Dimensi Komunikasi ada 2, yaitu :
– Komunikasi Internal
Komunikasi Internal adalah komunikasi yang di jalin dalam interal organisasi,contohnya yaitu interaksi antara atasan-bawahan (Komunikasi Vertikal) maupun rekan sejawat dalam organisasi (Komunikasi Horizontal).
– Komunikasi Eksternal
Komunikasi Eksternal adalah komunikasi organisasi ke luar dari bagian organissasi, dalam hal ini masyarakat umum. Biasanya yang menjadi komunikator adalah seorang humas ( ubungan masyarakat).

Dalam proses komunikasi, manusia mengeluarkan sebagian dari pengetahuan mereka tentang dunia dan menginternalisasi pengetahuan dari orang lain. Ada dialektika eksternalisasi dan internasionalisasi pengetahuan dalam proses komunikasi. Proses komunikasi diatur dengan bantuan dari sebuah bahasa. Di dalamnya, manusia terlibat dengan manusia lainnya dimana hubungan sosial dan sosialitas diproduksi dan direproduksi. Akibatnya, manusia direproduksi sebagai masyarakat dan social makhluk.

Dalam proses komunikasi, manusia bersifat sosial dan natural aktivitas berinteraksi. Dialektika ini terbukti dalam cara kerja bahasa: Manusia mengeluarkan pengetahuan dari otak dengan bantuan gerakan tubuh seperti menarik dan membuang napas, getaran pita suara di laring; amplifikasi suara yang dibuat di pita suara melalui mulut, hidungdan tenggorokan; gerakan mulut, bibir dan lidah; non-verbal komunikasi yang dicapai dengan gerakan bagian tubuh lain, dll.


Tetapi dengan adanya Indutri 4.0 membuat komunikasi yang harus bertatap langsung bisa di gantikan oleh sebuah teknologi, Industri 4.0 adalah pengenalan sistem cerdas yang terhubung ke jaringan, yang mewujudkan produksi yang mengatur diri sendiri: orang, mesin, peralatan, dan produk akan berkomunikasi satu sama lain.

Pada era revolusi Industri 4.0 di tandai dengan sebuah kemajuan teknologi yang pesat, membuat perubahan pola komunikasi yang terjadi pada kalangan masyrakat. Terjadinya krisis komunikasi menjadi masalah yang kini mulai terjadi di kalangan sosial, salah satu contohnya adalah kondisi sosial yang sangat mudah dipengaruhi oleh teknologi, bisa dilihat dengan cara individual dalam berinteraksi di lingkungan sosialnya, peristiwa yang terjadi yaitu saat terjadi pemadaman listrik, para masyrakat keluar dari rumah dan duduk bersama untuk berkomunikasi sesame tetangga secara langsung, tetapi ketika saat alirsan sudah nyala kembali para masyarakat kembali masuk ke dalam rumah dan sibuk dengan gadgetnya masing-masing, bermain internet dan membuka media sosial.

Dengan adanya industry 4.0 membuat manusia tidak terbiasa berinteraksi langsung dalam berkomunikasi, contohnya pada saat seorang anak yang sedang merantau untuk mencari ilmu dan ingin berkomunikasi dengan orang tuanya sudah tidak perlu berinteraksi secara langsung tetapi berinteraksi menggunakan sebuah teknologi yaitu telephone atau handphone.

Pada era Revolusi Industri 4.0, komunikasi terjadi bukan hanya dengan manusia tetapi mesin juga bisa berkomunikasi, contohnya yaitu :

– Komunikasi Mesin-ke-mesin (M2M)
Komunikasi mesin-ke-mesin (M2M) sangat penting dalam sistem cyber-fisik, karena memungkinkan file perangkat yang terhubung ke jaringan memulai dan menjalankan komunikasi tanpa campur tangan atau bantuan manusia. Misalnya robot yang bekerja di jalur produksi bisa saling menyediakan komponen yang diperlukan, atau berhenti seluruh baris jika terjadi kesalahan. Maksud dari penjelasan tersebuat yaitu, sebuah robot yang di program untuk melayani para pelanggan dalam pembelian minuman.
– Internet of Things (IoT)
Komunikasi mesin ke mesin membutuhkan adanya saluran informasi, yang disebut Internet of Things (IoT). Istilah ini diterapkan untuk objek yang berbeda, teridentifikasi, dan sejenisnya di jaringan internet. Sebenarnya IoT adalah koneksi jaringan dan data pertukaran benda, peralatan, kendaraan, gedung atau perangkat elektronik terpadu lainnya. Dengan bantuan dari IoT objek tidak hanya mempersepsikan lingkungannya tetapi juga diperbolehkan untuk mengaturnya, sehingga perangkat bisa digunakan lebih efisien dan ekonomis.
– Kecerdasan buatan (AI)
Artificial Intelligence (AI) adalah kemampuan mesin untuk belajar dan berpikir secara logis. Dengan bantuan mesin AI dapat melakukan tugas yang lebih kompleks, yang tidak diketahui oleh mereka sebelumnya tidak hanya oleh program yang ditulis oleh orang, tetapi juga secara mandir. Integrasi sistem horizontal dan vertical Produk berkomunikasi dengan mesin produksi dan benda kerja lainnya juga untuk mengoperasikannya sendiri manufaktur.

Selanjutnya, komunikasi terwujud tidak hanya dalam satu pabrik, tetapi juga secara keseluruhan rantai, antara masing-masing pihak, seperti pemasok, produsen dan penyedia layanan. Jadi contoh dari penjelasan disini yaitu sebuah robot yang sudah di rancang untuk menganalisa kebakaran, jadi saat robot mendeteksi ada api maka robot akan memadamkan api tersebut tanpa harus berkomunikasi.

Penulis : Maulana Alan Gifary (Mahasiswa Teknik Informatika – Universitas Muhammadiyah Malang)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post –  Memasuki musim penghujan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, melakukan pembenahan dinding penahan volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung....

Malang Raya

Malang Post – Tim penanganan covid-19 Kota Malang kembali menghelat vaksinasi covid-19 khusus lansia, Kamis (21/10) hari ini.Sasaran vaksinasi lansia kali ini adalah warga...

Kuliner

Malang Post —  Pasar Numplek masuk Atria Hotel Malang. Masyarakat bisa melihat dan mendapatkan mulai Oktober hingga November 2021. Beragam makanan dan jajanan pasar...

Malang Raya

Malang Post –  Walikota Sutiaji meminta guru ASN meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terkait jabatan fungsional, secara lebih rinci.    “Saat ini ASN menerapkan merit...

Malang Raya

Malang Post – Ketua Yayasan Kartika Jaya Koordinator XL Kodim 0833 Cabang IV Brawijaya Ny Tari Ferdian Primadhona memantau vaksinasi untuk pelajar SMP. Tari,...

Pendidikan

Malang Post – Bupati Malang HM Sanusi berjanji akan menaikan insentif  bagi guru Paud (Pendidikan Anak Usia Dini) menjadi dua juta rupiah. Direalisasikan tahun...

Malang Raya

Malang Post — Kota Batu bakal menjadi sentra pembibitan jeruk purut di Indonesia. Hal ini menyusul permintaan ekspor jeruk purut yang sangat tinggi. Saat ini...

Malang Raya

Malang Post – Tim tracer Covid-19 Kota Malang menggelar tracing kasus di Jalan Kolonel Sugiono IV, Kelurahan Ciptomulyo, Sukun Kota Malang. Rabu, 20 Oktober...