Connect with us

Hi, what are you looking for?

Nasional

Semua Tempat Wisata Ditutup

Bupati Malang, Sanusi. (DMP)

Malang – Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Malang Raya tahun ini diperkirakan sangat sepi. Tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Sebab, selain adanya kebijakan wisatawan harus membawa surat rapid test antigen, Pemkab Malang akan menutup semua tempat wisata. Sejak 30 Desember 2020 hingga 1 Januari 2021.

Itu dilakukan karena Malang Raya masih zona merah Covid-19. Karena itu, disiplin protokol kesehatan (prokes) harus dilakukan dengan ketat. Memakai masker, selalu mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Baca Juga ----------------------------

Selain penerapan prokes ketat, Pemerintah daerah di Malang Raya (Pemkot Malang, Pemkot Batu dan Pemkab Malang) pun berupaya keras menekan angka penyebaran Covid-19. Di antaranya, wisatawan yang datang dan menginap di Malang Raya harus membawa surat rapid test antigen dengan hasil negatif Covid-19.

Mengurangi kerumunan massa dengan menutup sejumlah fasilitas umum. Misal Alun-alun Kota Batu dan Stadion Kanjuruhan, Kepanjen. Pemkab Malang juga akan menutup semua tempat wisata. Hal ini karena tempat wisata menjadi spot favorit wisatawan untuk merayakan momen malam pergantian tahun, sehingga rawan terjadi kerumunan.

“Semua tempat wisata baik alam maupun buatan akan kami tutup. Karena untuk antisipasi keramaian di tengah pandemi Covid-19. Sesuai instruksi Mendagri tidak boleh terjadi kerumunan melebihi 50 orang,” ujar Bupati Malang, HM Sanusi, usai rapat bersama jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kabupaten Malang, Senin (21/12).

Melihat sisa waktu yang ada, rencana penutupan tempat wisata segera disosialisasikan ke pengelola wisata masing-masing. Dan akan segera dibuatkan surat edaran (SE). “Nanti yang melakukannya adalah Disparbud (Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang),” imbuh Sanusi.

Dia pun berharap bahwa semua pengelola wisata dan masyarakat Kabupaten Malang dapat mengerti kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. Hal ini juga mengingat bahwa Kabupaten Malang masih berada di zona oranye Covid-19.(riz/ekn)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Dahlan Iskan

KALI ini yang mendapat giliran meninggal karena Covid adalah ulama perempuan: Prof Dr Huzaemah Tahido Yanggo, 71 tahun (lahir 30 Desember 1949 di Palu)....

headline

Malang Post – Program Studi Doktor (S3) Ekonomi Syariah Univesitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) membuka pendaftaran mahasiswa baru gelombang II pada 1 Juli...

Malang Raya

Malang Post – Zahidhan Syahrul Syofiudin (18) salah satu anak dari buruh tani serabutan. Berhasil lolos seleksi Bintara Polri tahun 2021, Kamis (22/7/2021) malam. Ini membuat bangga sekaligus mengangkat nama...

Pendidikan

Malang Post – Lima mahasiswa Fakultas Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) terinspirasi membuat body lotion yang mampu mencegah Covid-19. Indri Dwi...

Ekobis

Malang Post – PT Sekar Bumi Tbk, membukukan penjualan Rp 3,1 triliun tahun 2020. Naik 50 persen dari tahun sebelumnya. Keberhasilan emiten dengan kode perdagangan SKBM...

Dahlan Iskan

IA ada di dalam, tapi tidak sampai menjadi orang dalam. Itulah Sarwono Kusumaatmadja. Yang 24 Juli besok berulang tahun Ke-77. Saya baru selesai membaca...

Arema

Malang Post – Publik sepak bola nasional belum lama dikejutkan dengan dipecatnya dua pemain, yang belasan tahun menjadi ikon Persipura Jayapura. Striker Boaz Theofilius Erwin...

Arema

Malang Post – Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana, masih belum bisa bernafas lega. Jelang sebulan ke depan kick off kompetisi Liga 1 2021/2022 bakal digulirkan. Lantaran...