MALANG POST – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di Malang Raya pada Kamis (30/7/2026) didominasi kondisi udara kabur dan langit berawan. Fenomena bediding masih bertahan sehingga suhu udara, terutama di kawasan dataran tinggi Kota Batu, diperkirakan tetap terasa lebih dingin dibandingkan wilayah lain.
Musim kemarau masih memengaruhi pola cuaca di Malang Raya. Berdasarkan prakiraan BMKG, Kamis (30/7/2026), sebagian besar wilayah diperkirakan mengalami udara kabur sejak pagi, kemudian berubah menjadi cerah berawan pada siang hari sebelum kembali didominasi langit berawan pada malam.
Meski secara umum cuaca masih mendukung aktivitas masyarakat, BMKG mengingatkan adanya potensi gerimis lokal pada sore hari di beberapa titik serta kabut yang dapat mengurangi jarak pandang di kawasan dataran tinggi.
Kota Malang Berpotensi Gerimis Lokal
Di Kota Malang, udara kabur diperkirakan masih menyelimuti wilayah kota sejak pagi. Memasuki siang, langit berangsur cerah berawan dengan suhu udara berkisar antara 18 hingga 28 derajat Celsius.
Kelembapan udara berada pada kisaran 57–95 persen, sementara angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan relatif ringan sehingga udara tetap terasa sejuk.
Menjelang sore, pertumbuhan awan diperkirakan meningkat dan berpotensi memicu hujan ringan atau gerimis yang bersifat lokal. Kondisi tersebut diperkirakan tidak berlangsung lama, sebelum cuaca kembali berawan pada malam hari dengan suhu turun hingga sekitar 21 derajat Celsius.
Kabupaten Malang Didominasi Udara Kabur
Sebagian besar wilayah Kabupaten Malang diprakirakan mengalami kondisi udara kabur hingga berawan dengan suhu udara berkisar antara 21–28 derajat Celsius.
Di kawasan perbukitan dan lereng pegunungan, kabut tipis masih berpotensi muncul pada malam hingga dini hari sehingga pengguna jalan diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi jalur yang minim penerangan.
Sementara itu, masyarakat yang beraktivitas di pesisir selatan Kabupaten Malang juga diimbau tetap memperhatikan perkembangan cuaca laut. BMKG mengingatkan potensi gelombang tinggi masih dapat terjadi akibat pengaruh angin muson timur yang bertiup di perairan selatan Pulau Jawa.
Nelayan maupun wisatawan disarankan mengikuti arahan petugas dan tidak memaksakan aktivitas di laut apabila kondisi gelombang meningkat.
Kota Batu Tetap Menjadi Wilayah Terdingin
Kota Batu kembali diprakirakan menjadi wilayah dengan suhu udara terendah di Malang Raya.
Suhu berkisar antara 14 hingga 22 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 50–99 persen. Kabut pekat diperkirakan muncul sejak dini hari hingga pagi, kemudian kembali menyelimuti kawasan dataran tinggi pada sore menjelang malam.
Kawasan Bumiaji, Songgokerto, serta jalur menuju sejumlah destinasi wisata diperkirakan menjadi lokasi dengan intensitas kabut paling tinggi. Pengendara diminta menyalakan lampu utama atau lampu kabut, mengurangi kecepatan kendaraan, dan menjaga jarak aman untuk mengantisipasi turunnya jarak pandang.
Perubahan Cuaca Terjadi Bertahap
BMKG memperkirakan perubahan kondisi cuaca berlangsung secara bertahap sepanjang hari.
Pada pukul 06.00 hingga 09.00 WIB, udara masih terasa sejuk dengan sisa udara kabur, sementara suhu meningkat dari sekitar 18 menjadi 25 derajat Celsius.
Memasuki pukul 10.00 hingga 14.00 WIB, langit didominasi cerah berawan dengan penyinaran matahari yang cukup kuat. Suhu udara diperkirakan mencapai puncaknya sekitar 28 derajat Celsius.
Menjelang sore, sekitar pukul 15.00 hingga 17.00 WIB, pertumbuhan awan diperkirakan meningkat sehingga membuka peluang terjadinya hujan ringan atau gerimis sesaat di beberapa lokasi.
Pada malam hari, mulai pukul 18.00 hingga 23.00 WIB, langit kembali berawan dengan suhu udara turun hingga sekitar 21 derajat Celsius. Fenomena bediding membuat udara malam terasa lebih dingin, terutama di kawasan dataran tinggi dan pegunungan.
BMKG mengimbau masyarakat tetap memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan perjalanan, khususnya menuju kawasan wisata pegunungan maupun pesisir selatan Kabupaten Malang. Warga juga disarankan mengenakan pakaian hangat saat beraktivitas pada malam hingga dini hari, menjaga kecukupan cairan tubuh pada siang hari, serta terus memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG untuk mengantisipasi perubahan kondisi atmosfer. (Ra Indrata)




