MALANG POST – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya, terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api melalui kegiatan Cek Lintas Jalan Kaki bertema High Performing Team, Railway Safety, Rabu (29/7/2026). Inspeksi menyusuri rel dari Stasiun Malang hingga Stasiun Blimbing tersebut digelar guna memastikan keandalan prasarana sekaligus meninjau tahapan akhir pembangunan Stasiun Blimbing.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api melalui penyelenggaraan Cek Lintas Jalan Kaki bertema High Performing Team, Railway Safety, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk memastikan keandalan prasarana perkeretaapian sekaligus memperkuat budaya keselamatan sebagai fondasi utama dalam penyelenggaraan operasional kereta api.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Executive Vice President (EVP) KAI Daop 8 Surabaya, Daniel Johannes Hutabarat, tersebut diikuti jajaran manajemen, Quality Control (QC), Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT), serta pekerja dari berbagai unit di lingkungan Daop 8 Surabaya.
Cek lintas dilaksanakan dengan menyusuri jalur rel mulai dari Stasiun Malang hingga Stasiun Blimbing. Berbeda dengan inspeksi rutin yang dilakukan menggunakan sarana operasional, metode jalan kaki memungkinkan pemeriksaan dilakukan secara lebih rinci terhadap setiap komponen prasarana.
Pemeriksaan meliputi kondisi rel, bantalan, penambat, wesel, bangunan hikmat, drainase, perlintasan sebidang, ruang manfaat jalur, hingga berbagai fasilitas pendukung operasional lainnya. Through pemeriksaan secara menyeluruh tersebut, setiap potensi gangguan dapat diidentifikasi sejak dini sehingga tindakan perawatan maupun perbaikan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan efektif.
Progres Stasiun Blimbing Tembus Tahap Akhir
Selain melakukan inspeksi prasarana, jajaran manajemen KAI Daop 8 Surabaya juga melakukan peninjauan progres pembangunan Stasiun Blimbing yang saat ini telah memasuki tahap akhir penyelesaian. Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai standar kualitas, keselamatan, dan target yang telah ditetapkan.
Pembangunan Stasiun Blimbing yang hampir selesai tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Agustus 2026. Kehadiran stasiun dengan fasilitas yang lebih modern diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan sekaligus memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM) di bidang angkutan orang dengan kereta api.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan sterilisasi jalur melalui pembersihan sampah maupun material asing yang berpotensi mengganggu perjalanan kereta api. Di sepanjang lintasan, petugas turut memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga keselamatan di lingkungan perkeretaapian.
Edukasi tersebut meliputi larangan beraktivitas di ruang manfaat jalur kereta api, imbauan tidak membuang sampah di sekitar jalur rel, serta ajakan bersama-sama menciptakan lingkungan perkeretaapian yang aman, bersih, dan tertib.
Keselamatan Adalah Harga Mati
EVP KAI Daop 8 Surabaya, Daniel Johannes Hutabarat, menegaskan bahwa keselamatan merupakan prioritas utama yang tidak dapat ditawar dalam setiap penyelenggaraan operasional kereta api. Menurutnya, pemeriksaan prasarana secara berkala harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas fasilitas pelayanan agar masyarakat memperoleh layanan transportasi yang semakin andal.
“Keselamatan merupakan nilai utama yang tidak dapat ditawar dalam operasional perkeretaapian. Melalui kegiatan High Performing Team, Railway Safety, kami ingin memastikan seluruh prasarana berada dalam kondisi prima sekaligus memperkuat budaya kerja yang kolaboratif, disiplin, dan berorientasi pada keselamatan,” ujar Daniel.
Ia menambahkan, pemeriksaan jalan kaki memberikan kesempatan bagi seluruh jajaran untuk mengidentifikasi secara langsung potensi gangguan sekecil apa pun di lapangan.
“Pada kesempatan yang sama, kami juga meninjau progres pembangunan Stasiun Blimbing yang saat ini telah memasuki tahap akhir penyelesaian dan ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Agustus 2026. Kehadiran stasiun dengan fasilitas yang lebih modern merupakan bagian dari komitmen KAI untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan sekaligus memenuhi SPM,” lanjutnya.
Ia berharap percepatan penyelesaian pembangunan Stasiun Blimbing dan penguatan budaya safety awareness di seluruh lini operasional dapat memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan tepercaya bagi seluruh pengguna jasa kereta api. (M. Abd. Rachman Rozzi/Januar Triwahyudi)




