KETUA Umum PSSI Pusat yang juga Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengonfirmasi, Indonesia bersiap menjadi tuan rumah gelaran perdana FIFA ASEAN Cup 2026 pada 23 September hingga 3 Oktober 2026 mendatang, usai Presiden Prabowo Subianto mengirimkan surat dukungan resmi kepada Presiden FIFA.
Kabar gembira menghampiri pecinta sepak bola Tanah Air. Indonesia dipastikan bakal menjadi panggung pertunjukan sepak bola bergengsi di kawasan Asia Tenggara.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengonfirmasi bahwa Indonesia dipercaya menjadi salah satu tuan rumah ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Kompetisi anyar terobosan badan sepak bola dunia tersebut dijadwalkan menghentak mulai 23 September hingga 3 Oktober 2026.
Restu dan komitmen pemerintah pun sudah mengantongi stempel hijau. Presiden Prabowo Subianto secara resmi telah bersurat langsung kepada Presiden FIFA demi menyukseskan gelaran perdana ini.
“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden atas surat dukungan pemerintah yang sudah dikirimkan kepada Presiden FIFA. Kami sekarang tinggal menunggu detail bentuk kerja sama dari FIFA,” kata Erick Thohir di Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Erick membocorkan, Indonesia kemungkinan besar tidak akan menjadi tuan rumah tunggal. FIFA juga menunjuk Hong Kong untuk melayani babak penyisihan wilayah lainnya.
Meski begitu, mengenai mekanisme pembagian grup, penentuan negara peserta, hingga skema seeding berdasarkan peringkat resmi, sepenuhnya merupakan kewenangan mutlak FIFA. Pengumuman resmi dari markas besar FIFA di Zurich diperkirakan bakal meluncur dalam satu hingga dua pekan mendatang.
Format turnamen ini terbilang unik dan menjanjikan level persaingan yang amat ketat. FIFA ASEAN Cup 2026 bakal membagi kontestan ke dalam dua divisi berdasarkan peringkat FIFA terbaru.
Divisi 1 bakal dihuni oleh delapan tim terbaik yang terbagi dalam dua grup. Sementara Divisi 2 akan diisi oleh enam negara. Menariknya, panggung ini tidak hanya terbatas untuk negara-negara anggota ASEAN semata, tetapi juga mengundang beberapa negara dari luar kawasan Asia Tenggara.
Konsep ini mengadopsi kesuksesan FIFA Arab Cup yang terbukti ampuh mendongkrak level kompetisi dan jam terbang tim-tim di kawasan Timur Tengah dan Afrika.
Satu keunggulan paling krusial dari turnamen ini: statusnya yang masuk dalam kalender resmi FIFA. Berbeda dengan ajang Piala AFF konvensional yang kerap terkendala izin klub, FIFA ASEAN Cup menyediakan poin resmi (FIFA Ranking points) untuk mendongkrak peringkat dunia para pesertanya.
Langkah FIFA mengucurkan investasi dan menggelar kompetisi di kawasan ini dinilai Erick sebagai sinyal positif. FIFA melihat ceruk pasar dan potensi besar perkembangan sepak bola di Asia Tenggara yang kian menggeliat.
“September sampai Oktober nanti bakal jadi momentum besar. Sepak bola kita akan kembali bergemuruh,” pungkas Erick. (Ra Indrata)




