Direktur Malang Post HM Herry Sunaryo SH., MH., (kedua dari kanan) foto bersama Kakanwil DJBC Jatim II Muhammad Lukman dan jajarannya usai audiensi sinergitas edukasi gempur rokok ilegal. (Foto: Humas Kanwil DJBC Jatim II).
MALANG POST – Direktur Malang Post, H.M. Herry Sunaryo, S.H., M.H., bersama jajaran manajemen melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Timur II di Kota Malang, Kamis (23/7/2026). Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat sinergi media massa dan Bea Cukai dalam mengedukasi publik terkait pemberantasan rokok ilegal.
Direktur Malang Post, H.M. Herry Sunaryo, S.H., M.H., bersama jajaran manajemen melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Timur II di Kota Malang, Kamis (23/7/2026).
Rombongan diterima langsung oleh Kepala Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur II, Muhamad Lukman, yang didampingi Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Esty, serta Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan, Ardi.
Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi antara media massa dan Bea Cukai dalam mendukung penyebarluasan informasi kepada masyarakat, khususnya mengenai pemberantasan peredaran rokok ilegal serta pentingnya meningkatkan kesadaran publik terhadap kepatuhan di bidang kepabeanan dan cukai.
Direktur Malang Post, H.M. Herry Sunaryo, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas berbagai langkah taktis dan strategis yang telah dilakukan Kanwil DJBC Jawa Timur II dalam menekan peredaran rokok ilegal di wilayah kerjanya.
Menurutnya, media memiliki peran penting sebagai sarana edukasi publik agar masyarakat memahami dampak negatif peredaran rokok ilegal terhadap penerimaan negara maupun keberlangsungan industri hasil tembakau yang legal.
“Malang Post siap menjadi mitra strategis Bea Cukai dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat. Edukasi mengenai ciri-ciri rokok ilegal, dampak kerugian bagi negara, hingga pentingnya membeli produk legal harus terus digencarkan agar kesadaran masyarakat semakin meningkat,” ujar Herry Sunaryo.
Media Massa Jadi Mitra Strategis Gempur Rokok Ilegal
Sementara itu, Kepala Kanwil DJBC Jawa Timur II, Muhamad Lukman, menyambut baik komitmen Malang Post dalam mendukung program edukasi kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pemberantasan rokok ilegal memerlukan dukungan seluruh elemen, termasuk media massa sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi yang akurat dan terpercaya.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan media menjadi bagian penting dalam menyukseskan program ‘Gempur Rokok Ilegal’ agar masyarakat semakin memahami dampak peredaran rokok ilegal, serta tidak ikut membeli maupun memperjualbelikannya,” tegas Muhamad Lukman.
Dalam kesempatan tersebut, Kabid Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Esty, turut menjelaskan berbagai fasilitas dan layanan yang diberikan Bea Cukai kepada pelaku usaha agar dapat menjalankan kegiatan usahanya secara legal sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
Sementara itu, Kabid Penindakan dan Penyidikan, Ardi, memaparkan komitmen DJBC Jawa Timur II dalam memperkuat pengawasan serta penindakan terhadap peredaran barang kena cukai ilegal melalui operasi rutin, kegiatan intelijen, dan sinergi bersama aparat penegak hukum (APH).
Selain penegakan hukum, Kanwil DJBC Jawa Timur II juga terus mengedepankan pendekatan edukatif melalui program “Gempur Rokok Ilegal”, sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat agar tidak membeli, mengedarkan, maupun memproduksi rokok tanpa pita cukai yang sah.
Pertemuan diakhiri dengan diskusi mengenai peluang kerja sama yang lebih luas antara Malang Post dan Kanwil DJBC Jawa Timur II melalui publikasi edukatif, peliputan kegiatan sosialisasi, dialog interaktif (talkshow), hingga penyebarluasan informasi mengenai kebijakan kepabeanan dan cukai kepada masyarakat.
Sebagai simbol terjalinnya sinergi yang baik, kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara Direktur Malang Post dan tim redaksi bersama jajaran pimpinan Kanwil DJBC Jawa Timur II. (Henry Ramadhan)




