DISABILITAS: Didampingi Camat Klojen, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, serahkan bantuan kursi roda kepada warga Kota Malang penyandang disabilitas, di halaman MBO, Balai Kota Malang, Senin (28/09/2026). (Foto: Iwan Kaconk/Malang Post)
MALANG POST – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyerahkan bantuan sosial (bansos) tunai APBD tahap tiga, kepada 2.763 warga lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas, di lima kecamatan jelang memimpin apel pagi di Balai Kota Malang, Senin (28/9/2026).
Kehadiran pemerintah daerah di tengah himpitan ekonomi warga kurang mampu, wajib diwujudkan dalam bentuk kepedulian yang nyata. Ketika beban hidup kelompok masyarakat rentan kian berat, alokasi anggaran APBD harus difokuskan, untuk menebal bantalan sosial serta meringankan penderitaan sesama.
Komitmen kemanusiaan itulah yang diperagakan oleh jajaran Pemerintah Kota Malang.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyerahkan bantuan sosial tunai serta alat bantu kesehatan di halaman MBO Balai Kota Malang, Senin (28/9/2026) pagi.

SEMUA DAPAT: Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama OPD terkait, foto bersama dengan penerima bansos tunai dan kursi roda sebanyak 2.763 orang. (Foto: Iwan Kaconk/Malang Post)
Penerima bansos merupakan warga kategori lansia serta penyandang disabilitas, yang tersebar merata di lima wilayah kecamatan se-Kota Malang.
Bansos yang dicairkan merupakan rapel alokasi tiga bulan sekaligus, yakni periode bulan Juli, Agustus, dan September 2026.
“Tiap warga menerima bantuan Rp 150 ribu per bulan, jadi total yang dicairkan sekaligus sebesar Rp 450 ribu. Kami juga menyerahkan 81 unit kursi roda untuk saudara-saudara penyandang disabilitas,” jelas Wali Kota Wahyu Hidayat, Senin (28/9/2026).
Tak hanya menyasar lansia dan disabilitas lokal, Pemkot Malang menggandeng BAZNAS Kota Malang untuk mengucurkan bantuan beras dan sembako bernilai Rp 266 juta, bagi mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah menempuh studi di Malang Raya.
Dana bansos sembako tersebut, dihimpun dari infak serta sedekah sukarela para ASN guru dan non-guru di lingkungan Pemkot Malang.

BANSOS: Bantuan sembako senilai Rp266 juta, diserahkan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, untuk mahasiswa asal NTT yang sedang studi di Kota Malang. (Foto: Iwan Kaconk/Malang Post)
“Bantuan sembako ini diserahkan agar saudara-saudara kita mahasiswa perantau dari NTT bisa fokus kuliah dan tidak perlu lagi bersusah payah mengamen di tepi jalan,” terang Wahyu.
Sementara itu, Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, M. Sailendra, mengungkapkan, penyaluran bansos ini merupakan bagian dari pelaksanaan APBD 2026 sekaligus ejawantah program Dasa Bhakti Wali Kota “Ngalam Ngopeni”.
Prioritas sasaran bantuan diberikan kepada keluarga rentan yang masuk dalam daftar pendataan Desil 1 hingga Desil 5.
“Total penerima bansos tunai mencapai 2.763 orang dan 81 penerima kursi roda di lima kecamatan. Harapannya bisa sedikit meredam dinamika perekonomian yang kian berat,” ujar Sailendra.
Sailendra menegaskan, penyaluran bansos ini tidak melulu dihitung dari seberapa besar nominal rupiah yang diterima, melainkan lebih mengedepankan kehadiran nilai-nilai kemanusiaan dari pemerintah daerah. (Iwan Kaconk/Ra Indrata)




