Ketua RW 04 Kelurahan Pisangcandi, Hadi Susanto, di tengah-tengah pelatihan tata rias wajah dari program RT Berkelas Kota Malang, Senin (27/7/2026). (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
MALANG POST – Sebanyak 160 perempuan di lingkungan RW 04 Kelurahan Pisangcandi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, mengikuti pelatihan tata rias wajah (beauty class), Senin (27/7/2026). Kegiatan pemberdayaan warga yang berlangsung di Balai RW 04 ini, memanfaatkan alokasi anggaran dari Program RT Berkelas Pemkot Malang.
Sebanyak 160 perempuan di lingkungan RW 04 Kelurahan Pisangcandi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, mengikuti pelatihan tata rias wajah, Senin (27/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Balai RW 04 tersebut menggunakan alokasi anggaran dari Program RT Berkelas Kota Malang.
Pemberi materi dalam pelatihan ini merupakan seorang pengajar dari salah satu SMK di Kota Malang.
“Paling tidak kegiatan ini bermanfaat bagi warga. Terutama saat ada pertunjukan seni tari, karnaval perayaan Tujuh Belasan, dan acara lainnya, warga bisa merias sendiri serta mampu berdandan secara mandiri,” ujar Silvi, perwakilan dari Kelurahan Pisangcandi.
Hal senada diungkapkan oleh sejumlah peserta, di antaranya Ambarwati dan Supadmi. Mereka menilai pelatihan tata rias ini memberikan keterampilan yang sangat berguna.
“Selain untuk persiapan membuka usaha rias kelak, keterampilan ini minimal bisa dipakai untuk mempercantik diri sendiri,” kata Supadmi.
Ketua RW 04 Kelurahan Pisangcandi, Hadi Susanto, menjelaskan bahwa pelatihan tata rias ini merupakan bagian dari realisasi Program RT Berkelas perdana di wilayahnya. Menurut Hadi, alokasi program dari Pemkot Malang mencakup pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, hingga pengadaan barang dan jasa.

“Program dari Pemkot Malang ini bisa kami jalankan dengan baik. Ini merupakan bentuk komitmen nyata dari Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dalam memberikan kesejahteraan masyarakat menuju Kota Malang Mbois Berkelas,” ungkap Hadi.
Setiap RT mengirimkan 13 orang perwakilan, sehingga total peserta dari 12 RT di RW 04 mencapai 160 orang. Prioritas peserta diberikan kepada pengurus PKK RT sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka.
Hadi berharap keterampilan dari beauty class ini nantinya dapat disosialisasikan kembali ke warga sekitar. Dengan demikian, saat ada momen peringatan hari besar atau acara warga, masyarakat tidak perlu lagi menyewa jasa salon dari luar.
“Masyarakat bisa memberdayakan narasumber atau perwakilan yang sudah dilatih di masing-masing RT,” paparnya.
Terpisah, Camat Sukun, Dr. Hj. Dian Kuntari, menyampaikan bahwa Program RT Berkelas memang dirancang untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat di tingkat akar rumput. Program ini sekaligus memperkuat peran RT sebagai lembaga kemasyarakatan yang produktif sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 18 Tahun 2018 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Kelurahan.
“Pelatihan tata rias ini bukan sekadar transfer keterampilan, melainkan bagian dari ikhtiar kita membuka peluang ekonomi baru bagi warga, khususnya kaum perempuan, agar mampu mandiri dan berdaya secara ekonomi,” tegas Dian. (Eka Nurcahyo)




