DISKUSI: Tim BKPSDM Kota Malang berdiskusi dengan Dosen FE UIN Malang, Senin (28/8/2026). (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Tim BKPSDM Kota Malang berdiskusi dengan Dosen Fakultas Ekonomi UIN Malang, Feri Dwi Riyanto di Malang, Senin (28/9/2026), untuk merumuskan materi edukasi bertajuk Tips Kesehatan Keuangan untuk ASN guna memperkuat literasi finansial dan kemandirian masa depan para aparatur.
Tim Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Malang menggelar diskusi strategis bersama Dosen Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Feri Dwi Riyanto, S.E., M.M., untuk merumuskan materi edukasi literasi finansial bertajuk “Tips Kesehatan Keuangan untuk ASN”.
Diskusi ini dirancang untuk memberikan pemahaman praktis serta panduan aplikatif kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) mengenai pentingnya membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang sehat. Stabilitas penghasilan bulanan yang dimiliki ASN dinilai perlu diimbangi dengan kecakapan mengatur arus kas (cash flow), mengendalikan utang konsumtif, menyiapkan dana darurat, serta merencanakan tabungan dan investasi untuk tujuan jangka panjang.
Dalam diskusi tersebut, Feri Dwi Riyanto menjelaskan bahwa indikator kesehatan keuangan seseorang tidak semata-mata diukur dari besarnya nominal penghasilan yang diterima setiap bulan. Kondisi keuangan yang ideal justru tecermin dari kemampuan menjaga arus kas tetap positif, mengendalikan rasio cicilan utang, memiliki proteksi risiko keuangan, serta menyisihkan penghasilan secara konsisten untuk tabungan dan investasi.
Salah satu prinsip dasar manajemen keuangan yang ditekankan Feri adalah “pay yourself first”, yakni kebiasaan menyisihkan sebagian penghasilan untuk alokasi tabungan, dana darurat, dan investasi secara otomatis sesaat setelah menerima gaji, bukan sekadar menunggu adanya sisa uang pada akhir bulan.
Pembahasan juga menekankan pentingnya membedakan antara penyangga kas harian (cash buffer) dan dana darurat (emergency fund). Penyangga kas berfungsi mengantisipasi kebutuhan mendadak skala kecil dalam jangka pendek, sedangkan dana darurat dipersiapkan untuk menghadapi kondisi darurat yang memiliki dampak finansial lebih besar.
ASN juga disarankan memisahkan rekening kebutuhan rutin, dana darurat, dan portofolio investasi agar arus kas tetap terkontrol secara disiplin. Terkait investasi, ASN diimbau untuk tidak sekadar tergiur imbal hasil tinggi (high return) tanpa memperhitungkan profil risiko.
Pemilihan instrumen investasi wajib disesuaikan dengan tujuan keuangan, jangka waktu, tingkat likuiditas, serta profil risiko masing-masing individu. Penghasilan ASN yang relatif stabil merupakan modal yang sangat baik untuk membangun portofolio investasi secara rutin, terencana, dan konsisten.
Bagi ASN yang saat ini masih menghadapi kondisi keuangan kurang ideal—seperti tabungan minim, rasio cicilan tinggi, atau gaji yang terasa sekadar “numpang lewat”—proses pemulihan finansial dapat dimulai melalui tiga langkah praktis: mengevaluasi pengeluaran rutin, memetakan seluruh utang, serta mengaktifkan fitur potongan otomatis untuk tabungan dan investasi saat penerimaan gaji.
Melalui kolaborasi antara BKPSDM Kota Malang dan akademisi UIN Malang ini, materi edukasi “Tips Kesehatan Keuangan untuk ASN” diharapkan mampu menjadi panduan praktis yang membantu para ASN membangun kebiasaan finansial yang bijak, disiplin, dan berorientasi pada kesejahteraan masa depan. (Eka Nurcahyo)




