MALANG POST – JNE sukses menggelar puncak penghargaan JNE Content Competition 2026, di Wisma Habibie & Ainun, Jakarta Selatan, dengan menjaring 5.273 karya kreatif dari seluruh Indonesia, serta mengganjar dua pemenang predikat Best of The Best dengan hadiah ibadah umrah.
Di balik tumpukan paket yang diantar saban hari, selalu ada cerita tentang harapan, perjuangan, dan kasih sayang.
Cerita-cerita humanis itulah yang tumpah ruah dalam ajang puncak JNE Content Competition 2026. Berlokasi di Wisma Habibie & Ainun, Jakarta Selatan, perusahaan logistik nasional ini menggelar panggung penghargaan bagi para kreator Indonesia.
Tak tanggung-tanggung, ajang edisi ke-13 ini disbuut antusiasme luar biasa dari seluruh pelosok negeri. Sebanyak 5.273 karya terkumpul. Ada tulisan, foto, video, hingga desain.
Dari ribuan karya yang masuk, 77 pemenang terbaik disaring dan diumumkan lewat portal resmi JNEWS Online.
Acara penganugerahan berlangsung hangat. Dipandu MC Suci Patia, jajaran petinggi hadir langsung memberikan apresiasi. Mulai dari Chairman ILTHABI REKATMA Ilham Akbar Habibie, Presiden Direktur JNE M. Feriadi Soeprapto, hingga SVP Marketing Group Head JNE Eri Palgunadi.

Ilham Akbar Habibie tak bisa menyembunyikan rasa kagumnya. Di matanya, anak muda Indonesia punya potensi inovasi yang melimpah.
“Kompetisi ini bukan sekadar ajang unjuk bakat, melainkan bukti nyata potensi inovasi bangsa yang sangat besar. Saya sangat mengapresiasi langkah JNE dalam membina kreativitas anak bangsa,” tutur Ilham.
Memasuki usia ke-35 tahun, JNE mengusung semangat ‘Bergerak Bersama, Beragam Cerita’. Presdir JNE M. Feriadi Soeprapto menegaskan, kompetisi yang diinisiasi sejak 2011 ini bukan lagi sekadar ajang bagi-bagi hadiah. Ini adalah perayaan cerita.
“Kami ingin merayakan beragam cerita, mulai dari perjuangan UMKM, konektivitas jarak, hingga kebahagiaan sederhana yang diantar dalam sebuah paket. Komitmen kami adalah terus menjadi bagian dari ekosistem kreatif Indonesia,” ujar Feriadi.
Maman Suherman, juri kategori Writing Nasional, mengamini hal itu. Pria yang akrab disapa Kang Maman ini terkesan dengan kedalaman emosi yang dituangkan para peserta. Bagi Maman, para kreator berhasil menangkap esensi utama: di balik setiap resi pengiriman, ada ikatan batin yang terhubung.
Suasana haru makin memuncak saat pengumuman gelar Best of The Best.

Dua kreator beruntung berhasil menyabet predikat tertinggi ini. Pertama, Utomo Priyambodo, jurnalis National Geographic Indonesia yang menjuarai kategori Writing Jurnalis Regional Jakarta & Banten. Kedua, Idris Prasetiawan, jurnalis Palopopos Fajar pemenang kategori Photo Jurnalis Regional Sulawesi, Maluku & Papua.
Hadiahnya tak main-main: perjalanan ibadah umrah.
“Ini rezeki yang tak terduga. Karya saya tentang inspirasi layanan JNE yang menyentuh sisi kemanusiaan ternyata diapresiasi sejauh ini. Terima kasih JNE,” ujar Utomo dengan mata berkaca-kaca.
Kecerian serupa dirasakan Teza Syahrudin, mahasiswa Universitas Syiah Kuala Banda Aceh yang mewakili kategori pelajar. Terbang jauh dari Serambi Mekkah, Teza membawa pulang pengalaman tak ternilai yang membakar semangatnya untuk terus berkarya.
JNE membuktikan diri. Mereka tak hanya memindahkan barang dari satu titik ke titik lain. Lewat rajutan cerita dan apresiasi kreatif ini, JNE menempatkan dirinya sebagai jembatan yang menghubungkan aspirasi anak bangsa menjadi karya nyata. (Ra Indrata)




