SUDARYONO, Kepala Badan Gizi Nasional. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Pemerintah memastikan belum membahas sosok pengganti posisi Wakil Menteri Pertanian yang ditinggalkan Sudaryono usai dilantik menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), dengan menegaskan tidak ada praktik rangkap jabatan di kabinet.
Kursi Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) kini resmi melompong. Tapi Istana belum mau terburu-buru mencari pengganti.
Pemerintah menegaskan belum ada rencana menunjuk Wamentan baru pasca-ditinggal Sudaryono yang mengemban tugas anyar sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, meminta semua pihak bersabar. Penunjukan Sudaryono memimpin BGN baru saja diumumkan.
“Belum. Jadi untuk berkenaan dengan masalah posisi Wamentan memang sampai saat ini belum didiskusikan,” ujar Prasetyo, Kamis (23/7/2026).
Prasetyo beralasan, pergeseran tugas Sudaryono terbilang sangat cepat. Dapur Istana belum sempat menggodok nama baru untuk mendampingi Menteri Pertanian.
“Karena pengangkatan Mas Sudaryono yang diminta menjadi Kepala BGN kan baru satu hari. Jadi memang berkenaan dengan posisi jabatan Wamentan belum kita bicarakan,” tambah Prasetyo.
Di sisi lain, Sudaryono sendiri pasang badan. Ia menegaskan tidak ada cerita rangkap jabatan. Langkah kaki masuk BGN otomatis melepas baju Wamentan.
“Kalau kita dengarkan pernyataan Pak Mensesneg bahwa posisi Wamentan saat ini saya tinggalkan, artinya kosong. Jadi bukan kemudian saya merangkap jabatan. Saya kira ini perlu digarisbawahi,” tegas Sudaryono kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Prasetyo Hadi juga mengamini hal tersebut sejak awal. Pemerintah memegang prinsip tegas bahwa pejabat eksekutif tidak boleh memegang dua kendali lembaga sekaligus demi fokus kerja.
Lantas, siapa sosok yang bakal mengisi kursi Wamentan berikutnya?
Sudaryono emoh berspekulasi. Ia sadar diri akan batasan kewenangannya. Urusan porsi kabinet dan pengisian pejabat sepenuhnya ada di tangan Kepala Negara.
“Kami jujur saja tidak punya kompetensi untuk menentukan posisi Wamentan seperti apa. Mengenai penggantinya siapa dan lain-lain, tentu saja itu hak prerogatif dari Bapak Presiden,” tutup Sudaryono.
Prasetyo menyampaikan bahwa keputusan pengisian posisi Wamentan baru akan diambil jika dinamika di Kementerian Pertanian benar-benar membutuhkan tenaga tambahan. Jika rotasi dibutuhkan untuk memperkuat sektor pangan, Presiden Prabowo Subianto tentu tinggal memanggil figur yang cocok.
Untuk sementara, Kementan akan berjalan tanpa sosok Wamentan. Istana memilih tenang, memastikan BGN langsung tancap gas tanpa harus dipusingkan oleh spekulasi politik bagi-bagi kursi. (Ra Indrata)




