TIM PELATIH: Berturutan dari kiri, Andre Caldas (asisten), Marcos Santos, Carlos Airon (pelatih fisik) dan Matheus Lacerda (video analist), saat memantau pemainnya berlatih di DFP Pakis. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Pelatih Arema FC, Marcos Vinicius dos Santos Goncalves, terus mematangkan organisasi pertahanan dan intensitas permainan 34 pemainnya—termasuk 10 pilar baru—dalam pemusatan latihan di Lapangan Dream Football Pitch Pakis, Kabupaten Malang, guna menyongsong turnamen pramusim Piala Presiden 2026 di Bandung mulai 25 Juli 2026.
Rumput hijau Dream Football Pitch di Pakis, Kabupaten Malang, jadi saksinya. Di sinilah fondasi baru Arema FC mulai ditancapkan.
Tidak ada lagi porsi latihan santai sekadar memulihkan kebugaran fisik seusai libur panjang. Di bawah kendali pelatih berlisensi CBF Pro asal Brasil, Marcos Santos, tensi latihan dipatok tinggi. Menjelang bergulirnya Piala Presiden 2026 dan kompetisi Super League 2026/2027, taktik dan organisasi tim dibongkar habis.
“Kami banyak berfokus pada organisasi pertahanan dan intensitas permainan. Saya sangat puas dengan semangat dan kerja keras para pemain,” tegas Marcos Santos.
Wajar jika Marcos bergerak cepat. Skuad Arema FC musim ini mengalami perombakan besar-besaran. Cuci gudang. Sebanyak 16 pemain dari skuad musim lalu resmi dilepas. Sebagai gantinya, manajemen memboyong 10 amunisi baru untuk menyuntikkan darah segar.
Empat di antaranya adalah legiun asing: Careca, Diego Landis, Marcos Vinicius Silvestre Gaspar, dan Gustavo Henrique Rodrigues.
Sementara enam sisanya merupakan pilar lokal berpengalaman hingga bakat muda: Syahrul Trisna Fadillah, Erlangga Setyo, Robi Darwis, Alfeandra Dewangga, serta dua talenta muda jebolan Arema U-20, Abyan Adwitya dan Azmiy Aziz.
Total, ada 34 pemain yang dihimpun Singo Edan untuk mengarungi sengitnya kompetisi tertinggi Tanah Air pada September mendatang.
Membongkar separuh kekuatan tim tentu bukan tanpa risiko. Menyatukan 34 kepala dalam satu filosofi permainan butuh kelihaian khusus. Kualitas individu semata tidak akan cukup tanpa kekompakan dan pemahaman taktik yang setara.
Itu sebabnya, Marcos Santos menaruh perhatian ekstra pada proses adaptasi. Baik bagi pemain asing yang baru pertama kali merasakan panasnya atmosfer sepak bola Indonesia, maupun pemain lokal yang baru bergabung.
“Sangat positif. Mereka sangat profesional, bekerja keras, dan terus berusaha memahami budaya serta karakter sepak bola Indonesia. Saya juga puas dengan para pemain lokal yang bergabung,” puji pelatih berusia 47 tahun tersebut.
Menariknya, kehadiran 10 pemain baru ini membuat peta persaingan di internal tim menjadi sangat cair. Tidak ada jaminan tempat utama bagi siapa pun. Semua harus merangkak dan membuktikan diri di setiap menit latihan.
Bagi Marcos, sengitnya kompetisi internal ini justru sebuah berkah. Kedalaman skuad yang merata memberinya ruang manuver taktik yang sangat luas.
“Tepat sekali. Kami tahu kualitas para pemain ini. Saya yakin mereka akan memberikan dedikasi, semangat juang, dan kualitas permainan terbaik untuk suporter Arema,” tegasnya penuh optimisme.
Di balik riuk tepuk tangan dan harapan tinggi Aremania, mesin Singo Edan di Pakis kini terus dipanaskan. Perombakan besar telah dilakukan. Kini tinggal menunggu sejauh mana ramuan Marcos Santos mampu mengaum di panggung sesungguhnya. (Ra Indrata)




