PANEN: Bupati Malang dan Ketua TP PKK Prov Jatim, ketika memetik jeruk dalam rangkaian wisata petik jeruk di Desa Sumbersuko. (Foto: Prokopim Sekda Kab Malang)
MALANG POST – Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Ny. Arumi Bachsin Emil Dardak, mendampingi Bupati Malang HM. Sanusi, meninjau wisata petik jeruk Keprok Siyam di Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, pada Rabu (22/7/2026), usai memimpin Monitoring dan Pembinaan 10 Program Pokok PKK di Pendopo Agung Kabupaten Malang.
Matanya tertuju pada bulir-bulir menguning yang bergelayut di dahan. Ukurannya besar. Ranum.
“Ya Allah, jeruknya sudah berbuah besar dan menguning. Aku biasanya lihat di pasar. Kali ini di wisata petik jeruk Desa Sumbersuko, Wagir. Silakan liburan ke sini,” puji Arumi Bachsin Emil Dardak, Rabu (22/7/2026) siang.
Istri Wakil Gubernur Jawa Timur itu tampak takjub. Didampingi Bupati Malang HM. Sanusi, dan Ketua TP PKK Kabupaten Malang Hj. Anis Zaidah Sanusi, Arumi turun langsung ke kebun seluas 10 hektar milik H. Bakir tersebut.
Petik satu. Kupas. Lalu cicipi.
“Enak! Manis, beneran manis. Bukan karena diajak ke sini terus bilang manis. Aku pernah ngerasain jeruk sama-sama kuning tapi rasanya asam. Kalau yang ini, aku tidak ngerasa asamnya sama sekali,” puji wanita berdarah campuran Indonesia-Jerman-Belanda itu antusias.
Jeruk Keprok Siyam khas Sumbersuko memang istimewa. Pohonnya berbuah sepanjang tahun. Pada usia dua tahun saja sudah mulai belajar berbuah. Tak heran jika hasil panennya kerap diborong pengusaha hingga ke Jakarta.

DI PENDOPO: Ketua TP PKK Prov Jatim, bersama dengan Ketua TP PKK Kabupaten Malang dan pengurus lainnya, seusai acara di Pendopo Agung, Kabupaten Malang. (Foto: Prokopim Sekda Kab Malang)
Kunjungan Arumi ke kebun jeruk di Wagir ini menjadi penutup segar dari agenda utamanya di Malang. Pagi harinya, Arumi memimpin Monitoring dan Pembinaan 10 Program Pokok PKK Tahun 2026 di Pendopo Agung Kabupaten Malang.
Di hadapan jajaran pengurus PKK se-Kabupaten Malang, Bupati Sanusi memamerkan deretan inovasi pemberdayaan masyarakat. Mulai dari digitalisasi E-PKK, penanganan anak lewat PAAREDI, hingga terobosan sosial seperti program JUPITER (Judi Pinjol Teratasi) dan CEPAK (Cegah Perkawinan Anak).
Di sektor gizi dan kesehatan, Kabupaten Malang meluncurkan olahan pangan stunting seperti Abon Tongkol dan CENTING PELEKOR, hingga pendampingan ibu hamil lewat Program Simbah Bayi.
Bupati Sanusi menegaskan, kader PKK adalah ujung tombak pembangunan yang menyentuh langsung unit terkecil masyarakat: keluarga.
“Kehadiran Tim Provinsi bukan sekadar evaluasi, tapi sarana belajar dan berbagi praktik terbaik. PKK adalah mitra strategis pemerintah dalam menyelesaikan persoalan stunting, kemiskinan, hingga ekonomi keluarga,” ujar Sanusi.
Arumi pun memberikan acungan jempol. Menurutnya, wilayah Kabupaten Malang yang sangat luas membutuhkan terobosan yang adaptif dan tidak kaku.
“Kehadiran kami bukan sekadar memeriksa dokumen administrasi. Kami ingin memastikan program disusun berbasis potensi lokal. Dan Kabupaten Malang menunjukkan komitmen luar biasa lewat inovasi-inovasinya,” ungkap Arumi.
Dari meja rapat di Pendopo Agung hingga rimbunnya kebun jeruk di Wagir, Arumi melihat sendiri bagaimana inovasi PKK berkelindan manis dengan potensi ekonomi warga. Sebuah potret pemberdayaan yang tak hanya tebal di kertas laporan, tapi juga manis dirasakan di lapangan. (PKP/Ra Indrata)




