MALANG POST – Berangkat dari meningkatnya kompleksitas permasalahan sampah yang memerlukan penanganan jangka panjang, tim mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM), yang tergabung dalam program UM BBM X RASA DAYA BEM UM 2026, merancang inovasi digital berbasis platform Website EcoSort. Platform pendataan dan edukasi persampahan ini resmi diperkenalkan kepada warga Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu melalui gelaran aksi EcoSort Trash Walk pada pertengahan Juli 2026.
Berangkat dari meningkatnya permasalahan sampah yang memerlukan penanganan jangka panjang, mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang tergabung dalam program UM BBM X RASA DAYA BEM UM 2026 meluncurkan inovasi digital berupa situs web EcoSort.
Platform ini dikembangkan sebagai sarana edukasi sekaligus pendukung sistem pengelolaan sampah berbasis data di wilayah Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu. Inovasi berbasis internet ini diperkenalkan secara masif lewat kegiatan EcoSort Trash Walk yang bertujuan menumbuhkan kebiasaan peduli lingkungan dengan melibatkan warga secara langsung di lapangan.
Koordinator Desa (Kordes) UM BBM, Salsa Nurhapid Hubaidillah, menyampaikan bahwa masalah persampahan tidak akan bisa diatasi jika hanya mengandalkan acara seremonial atau aksi bersih-bersih lingkungan sesaat. Menurutnya, perubahan pola pikir, transformasi kebiasaan harian, dan penataan sistem pengelolaan yang berkelanjutan merupakan kunci utama dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
“Kami ingin menghadirkan program yang tidak hanya berhenti pada aksi nyata di lapangan, tetapi juga meninggalkan inovasi teknologi yang bisa terus dimanfaatkan masyarakat secara mandiri setelah kegiatan pengabdian ini berakhir,” ujar mahasiswa yang akrab disapa Sabo tersebut.

Situs web EcoSort dirancang sebagai platform edukasi yang interaktif dan mudah diakses oleh seluruh lapisan warga melalui ponsel pintar. Di dalamnya tersedia berbagai informasi praktis mengenai pemilahan jenis sampah dari sumbernya, tata cara pengelolaan berbasis prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R), hingga panduan pengolahan kompos rumah tangga.
Selain itu, platform ini dilengkapi dengan fitur pencatatan data sampah terpadu yang membantu pemerintah desa mendata volume dan komposisi sampah secara lebih efektif, terstruktur, dan akurat berbasis data makro.
Dengan hadirnya platform ini, diharapkan literasi masyarakat mengenai persampahan meningkat, sekaligus mempermudah Pemerintah Desa Oro-Oro Ombo dalam merancang kebijakan lingkungan yang lebih presisi dan tepat sasaran. Inovasi digital ini juga menjadi contoh konkret penerapan transformasi teknologi digital untuk mendukung pembangunan desa berkelanjutan.
Peluncuran platform EcoSort dikemas secara menarik dalam kegiatan EcoSort Trash Walk. Dalam acara tersebut, ratusan warga diajak jalan sehat menyusuri rute desa sambil memunguti sampah kering dan basah yang ditemukan di sepanjang jalan. Konsep ini dipilih agar edukasi pengelolaan sampah tidak sekadar menjadi teori di dalam ruangan, melainkan langsung dipraktikkan dalam aktivitas sehari-hari.
“Kami yakin pengalaman terlibat langsung dalam menjaga kebersihan lingkungan jauh lebih efektif dalam membangun kesadaran kolektif dibandingkan hanya mendengar sosialisasi formal di dalam ruangan,” tegas Sabo.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi kolaborasi antara mahasiswa, pimpinan sivitas akademika UM, Pemerintah Kota Batu, Pemerintah Desa Oro-Oro Ombo, serta elemen masyarakat setempat. Dukungan lintas sektor ini membuktikan bahwa penyelesaian isu lingkungan memerlukan kerja sama terpadu agar memberikan dampak jangka panjang.
Bagi tim mahasiswa UM BBM X RASA DAYA BEM UM 2026, seluruh proses dari perencanaan hingga eksekusi program menjadi wahana pembelajaran berharga dalam mengasah jiwa kepemimpinan, kemampuan komunikasi, dan keterikatan kolaborasi. Berbagai tantangan saat menyusun konsep hingga penyelarasan dengan pemerintah desa justru makin memperkuat semangat gotong royong.
Ke depannya, platform EcoSort diharapkan dapat terus dimanfaatkan secara berkala sebagai pusat edukasi, sarana pemetaan neraca sampah, serta rujukan utama pengelolaan lingkungan hidup di Desa Oro-Oro Ombo. Bahkan, inovasi digital ini berpeluang direplikasi oleh desa-desa lain di wilayah Kota Batu sebagai model tata kelola sampah modern berbasis komunitas.
Program pengabdian masyarakat ini selaras dengan pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs). Terutama pada poin SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) melalui penguatan lingkungan permukiman, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui edukasi pemilahan 3R, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui pengurangan emisi sampah, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi erat perguruan tinggi, pemerintah, dan warga desa. (*/M. Abd. Rachman Rozzi / Januar Triwahyudi)




