MALANG POST – Pelantikan Alfi Nurhidayat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kota Batu, Rabu (8/7/2026), langsung diikuti langkah cepat penataan birokrasi. Wali Kota Batu Nurochman menunjuk Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) M Nur Adhim sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan agar pelayanan dan program strategis di sektor pendidikan tetap berjalan tanpa jeda.
Belum genap sehari Alfi Nurhidayat dilantik sebagai Sekretaris Daerah Kota Batu, kursi yang ditinggalkannya di Dinas Pendidikan langsung terisi. Pemerintah Kota Batu tak ingin kekosongan jabatan mengganggu pelayanan maupun pelaksanaan program pendidikan.
Wali Kota Batu Nurochman menunjuk Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) M Nur Adhim sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan. Penunjukan itu diumumkan sesaat setelah prosesi pelantikan Sekda selesai, Rabu (8/7/2026).
“Sudah kami siapkan Plt untuk mengisi posisi di Dinas Pendidikan yang ditinggalkan Pak Alfi. Posisi Plt Kepala Dinas Pendidikan akan diisi oleh M Nur Adhim,” ujar Cak Nur, sebutan akrab Wali Kota Batu.
Menurut Nurochman, penunjukan tersebut dilakukan agar seluruh agenda strategis di bidang pendidikan tetap berjalan sambil menunggu proses pengisian pejabat definitif.
Selain tetap memimpin Bapenda, M Nur Adhim kini mengemban tugas tambahan sebagai Plt Kepala Dinas Pendidikan. Penugasan rangkap itu dipandang sebagai langkah transisi agar roda organisasi tetap bergerak tanpa hambatan.

JABAT TANGAN: Sekda Kota Batu, Alfi Nurhidayat saat berjabatangan dengan Plt Kepala Disdik Kota Batu, M Nur Adhim. (Foto: Ananto Wibowo / Malang Post)
Nurochman memastikan seluruh proses penunjukan telah mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan sekaligus mempertimbangkan kebutuhan organisasi.
Penataan birokrasi juga tidak berhenti di Dinas Pendidikan. Pelantikan Sekda menjadi awal penyelesaian sejumlah jabatan pimpinan perangkat daerah yang hingga kini masih diisi pelaksana tugas.
“Untuk jabatan-jabatan lain yang masih kosong dan diisi Plt, sekalian nanti akan kita isi penuh. Rencananya semoga di awal Agustus mendatang semua sudah beres, doakan saja semuanya lancar,” katanya.
Pemkot Batu menargetkan seluruh jabatan strategis tersebut sudah terisi pejabat definitif pada awal Agustus mendatang.
Berbeda dengan seleksi Sekda yang menggunakan mekanisme seleksi terbuka, pengisian kepala perangkat daerah kali ini tidak akan melalui sistem open bidding. Pemerintah kota memilih mempercepat proses melalui uji kompetensi yang dipadukan dengan manajemen talenta.
“Kita tidak pakai open bidding. Skemanya lewat Uji Kompetensi (Ujikom) saja agar lebih cepat. Pengisian ini murni berbasis manajemen talenta yang dikombinasikan dengan assessment serta ujikom yang ketat,” tegas Nurochman.
Saat ini sedikitnya lima organisasi perangkat daerah masih dipimpin pejabat berstatus Plt. Selain Dinas Pendidikan, jabatan yang belum terisi definitif meliputi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag), Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), serta Sekretaris DPRD Kota Batu.
Pemkot Batu berharap seluruh posisi strategis tersebut segera terisi pejabat definitif. Dengan struktur birokrasi yang lengkap, koordinasi antarlembaga diharapkan semakin kuat sehingga program-program prioritas pemerintah pada semester kedua tahun ini dapat berjalan lebih cepat dan efektif. (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




