MALANG POST – Arema FC memilih tidak sekadar membangun tim untuk satu musim. Menjelang Super League 2026-2027, manajemen memadukan pemain senior yang sarat pengalaman, dengan talenta muda berlabel tim nasional. Johan Ahmat Farizi dan Dendi Santoso dipertahankan, sementara Robi Darwis dikontrak jangka panjang sebagai bagian dari fondasi baru Singo Edan.
Sebuah tim tidak hanya membutuhkan pemain yang bisa berlari cepat. Tim juga membutuhkan mereka yang tahu arah.
Itulah yang sedang dibangun Arema FC. Pengalaman tetap dijaga. Regenerasi terus berjalan. Keduanya dipertemukan dalam satu ruang ganti untuk menyongsong Super League 2026-2027.
Manajemen Singo Edan resmi memperpanjang kontrak Johan Ahmat Farizi dan Dendi Santoso selama satu musim. Keputusan itu membuat Farizi memasuki tahun ke-14 bersama tim senior Arema. Sedangkan Dendi menginjak musim ke-18 dengan seragam biru kebanggaan Aremania.
General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi mengatakan, mempertahankan dua pemain senior itu, bukan semata karena kemampuan teknis di lapangan. Lebih dari itu, keduanya menjadi simbol loyalitas sekaligus penjaga karakter klub.
“Selain kualitas di lapangan, mereka juga memahami kultur klub dan menjadi contoh bagi pemain-pemain muda,” ujar pria yang akrab disapa Inal.
Menurutnya, profesionalisme Farizi dan Dendi tidak berkurang, meski usia keduanya sudah memasuki kepala tiga. Sebagai lulusan Akademi Arema, mereka memahami karakter permainan Singo Edan sekaligus menjadi penghubung antara pelatih dan pemain di ruang ganti.
“Pengalaman mereka sangat penting untuk menjaga kekompakan dan atmosfer positif tim,” katanya.
Musim lalu, Farizi tampil dalam 28 dari 34 pertandingan Arema dengan torehan empat assist. Sementara Dendi bermain dalam 14 pertandingan.
Pelatih kepala Marcos Santos menegaskan, kedua pemain tersebut masih masuk dalam rencana permainannya.
“Kami akan mengandalkan semua pemain yang ada di tim dalam setiap pertandingan. Mereka punya tugas membantu tim meraih kemenangan,” ujarnya.
Di sisi lain, Arema juga mulai membangun fondasi jangka panjang. Salah satu langkahnya ialah merekrut Robi Darwis dengan kontrak dua musim hingga akhir kompetisi 2027-2028, disertai opsi perpanjangan.
Menurut Inal, pemain-pemain muda yang memiliki prospek besar, terutama yang pernah memperkuat Timnas Indonesia kelompok usia, memang diproyeksikan menjadi investasi klub.
Selain Robi, kontrak jangka panjang juga diberikan kepada Arkhan Fikri, Achmad Maulana Syarif, dan Erlangga Setyo.
“Kami ingin membangun tim yang tidak hanya kompetitif pada musim ini, tetapi juga memiliki fondasi kuat untuk beberapa musim ke depan. Robi adalah salah satu pemain yang sesuai dengan kebutuhan tersebut,” katanya.
Meski musim lalu tidak banyak mendapat kesempatan bermain bersama Persib Bandung, Arema melihat Robi memiliki kualitas teknis, fisik, mental bertanding, serta pengalaman internasional bersama Tim Garuda Muda.
Robi mengaku memilih Arema bukan semata karena nilai kontrak. Keseriusan manajemen menjadi alasan utama menerima pinangan Singo Edan.
“Ada beberapa waktu liga mau selesai dan saya belum ada kepastian untuk masa depan saya. Saya minta agen mencarikan klub baru,” ujarnya.
Menurut pemain asal Cianjur yang akan berusia 23 tahun pada Agustus 2026 itu, beberapa klub memang sempat menunjukkan minat. Namun Arema menjadi tim yang paling cepat memberikan kepastian.
“Saya melihat keseriusan itu datang dari Arema. Negosiasinya berjalan lancar dan tidak perlu menunggu lama. Harapan saya tentu mendapatkan menit bermain dan membantu tim yang benar-benar menginginkan saya,” katanya.
Perubahan arah juga terlihat pada kebijakan pembinaan pemain muda. Setelah mengevaluasi performa pelapis sepanjang Super League 2025-2026, Arema melepas Ikhsan Lestaluhu, Anwar Rifai, M. Aswin, dan Ardian Casvari.
Keputusan tersebut diambil karena manajemen dan Marcos Santos sepakat membangun regenerasi dengan mengutamakan talenta muda yang dinilai lebih siap secara mental maupun pengalaman kompetisi.
Musim baru pun dimulai dengan wajah yang tidak sepenuhnya baru. Para senior tetap berdiri di garis depan sebagai penjaga identitas klub. Sementara para pemain muda dipersiapkan menjadi tulang punggung Arema pada masa mendatang. (Ra Indrata)




